My Virtual Voice

March 25, 2007

Pudarnya sebuah Nilai

Filed under: ARTIKEL

Assalamu’alaikum Wr,WB,

Baik atau tidaknya seseorang memang tidak ditentukan secara fisik dan tingkat pengetahuannya seperti apa. Namun, alangkah lebih baiknya jika penampilan fisik dipadukan dengan pemahaman serta pendirian yang kuat. Kita tidak perlu menjadi orang lain jika kemampuan yang kita punya tidak sebesar dan setinggi yang dimiliki oleh org lain. Kita tidak perlu menuntut diri kita untuk menjadi yang orang lain mau, tapi kita harus menggiring diri kita bagaimana orang lain mampu memahami diri kita.Kita juga tidak perlu menyalin gaya dan pembawaan org lain, karena setiap org mempunyai cara yg unik utk membawa dirinya, namun kita juga harus menyadari dan memahami apa dan siapa diri kita. Sudahkan apa yg kita lakukan merepresentasikan "status" kita tersebut. Semua itu harus ada rule-nya..bisa kacau klo gak ada. Jangan mencampuradukkan semuanya menjadi satu. Setiap hal itu mempunyai satu kepentingan dan tujuan..bagaimana cara membawa kepentingan dan tujuan itu agar menghasilkan output yang disayaratkan itulah tugas kita, jangan sampai kita menyalahgunakan kepentingan dan tujuan tersebut untuk hal yg tidak disyaratkan, batasan2 itu masih berlaku dimanapun kita berada tergantung bagaimana cara kita membawa diri. Oleh karena itu penting sekali melakukan introspeksi secara pribadi maupun bersama-sama agar kita tahu sudah sampai level mana tingkat ketidakbersyaratan kita. Jika tidak mendapat masukan dan kritikan dari orang lain dan yg paham maka kita senantiasa akan berpandangan subjektif bahwa apa yg kita lakukan itu sah-sah saja.Oleh karena itu dibutuhkan pihak lain (yg objektif dan paham) utk membatasi ruang gerak kita agar jangan sampai melampaui batas.Jangan samapi nilai2 yang sudah tertananam dalam diri kita menjadi pudar seiring dengan pergerakan ke luar dr suatu kepentingan, tapi jadikan tantangan di luar menjadi pupuk bagi perkembangan dan pemahaman kita terhadap nilai yang sudah kita dapat.

Tulisan diatas mungkin sulit untuk dipahami dan pasti bertanya-tanya contoh riilnya seperti apa. Saya tidak dapat mendeskripsikan contoh riil seperti apa karena itulah yang keluar. Dan jika ada yg mengetahui dan mengerti maksud tulisan tersebut semoga bisa menjadi "REMINDER" bagi saya dan teman2 yang lain. Jangan sampai menciptakan sejarah yang sama di waktu yang berbeda…inisialisasi,introspeksi,komunikasi dan terminasi itu penting untuk tetap menyuburkan nilai2 yg sudah tertanam.

Wassalamu’alaikum Wr,Wb.

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://iisrasjeed.blogsome.com/2007/03/25/pudarnya-sebuah-nilai/trackback/

  1. Wow.. mantep juga neh artikel nya.
    Saya setuju dengan pendapat diatas, karena manusia kan punya batasan masing2. Tp klo saya koq suka banget men-contoh orang yah (yg baik2nya koq). dan saya berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Klo kya gitu, menjadi diri sendiri or mo menjadi lebih baik??

    Best Regards,

    Your friend

    Comment by ghoz — March 26, 2007 @ 12:38 pm

  2. Menjadi diri sendiri tapi tetap berusaha menjadi lebih baik, artinya banyak belajar dan minta masukan dr orang lain.

    Comment by iisrasjeed — March 31, 2007 @ 5:24 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan