Ngabuburit penuh makna
Kemarin (Senin, 17 September 2007) sehabis ashar, saya dan desty pergi ke Gramedia, Mall Taman Anggrek dengan menggunakan motor. Kami sampai di sana sekitar jam 15.45 WIB. Seperti biasa, kami menitipkan tas, sementara barang-barang berharga lain seperti handphone dan dompet kami bawa masuk ke dalam. Sebelum memulai petualangan dengan kumpulan buku-buku yang ada di situ, seperti biasa saya mengunjungi tumpukan buku paling depan yang bertuliskan best seller atau buku terlaris. Pandangan saya langsung tertuju pada sebuah buku dengan cover yang cukup etnik dan warnanya soft. Buku itu berjudul "Secret". Karena desty harus mencari buku yang ditargetkan sebelumnya maka saya pun mengurungkan niat dulu untuk membaca isi di dalam buku tersebut. Kami pun melanjutkan perjalanan ke kumpulan-kumpulan buku yang lain. Kami melintasi rak-rak yang berisi kumpulan buku politik, manajemen, leadership dan lain-lain. Karena desty suka yang namanya masak-memasak maka pandangan matanya langsung tertuju ke buku yang berisi resep-resep kue yang berada di sebelah kirinya. Kami pun memilih jalan kami masing-masing alias kami berpencar. Desty berpetualang ke ruangan yang berisi tumupakn buku kue-kuean dan rekan-rekannya serta ke daerah target buku yang dimaksudkan. Sementara saya ngalor ngidul sambil mencari-cari buku terbaru apa. Dalam hati sudah saya niatkan saya belum ingin membeli buku baru dulu dikarenakan kondisi finansial yang harus dimanage sedemikian rupa supaya balance. Saya pun membaca buku-buku best seller yang berada di hadapan saya. Saya pun bertemu kembali dengan buku berjudul "Secret" dengan penulis "Rhonda Byrne" serta buku yang lain berjudul "quantumikhlas". Buku-buku quantumikhlas rupanya tidak ada yang tidak berplastik, maka saya pun hanya bisa membaca sinopsisnya di bagian belakang covernya dan aha….!!!!!!!ternyata oh ternyata buku ini ada hubungannya dengan buku secret yang saya lihat sebelumnya. Karena hal inilah, maka saya pun melayangkan pandangan dan konsentrasi ke buku secret tersebut. Alhamdulillah, ternyata kumpulan buku-buku ini ada 1 buah buku yang tidak berplastik maka saya pun langsung membacanya dan isinya cukup menambah pengetahuan dan semangat.
Setelah membaca buku ini, saya pun melanjutkan petualangan ke buku-buku internasional, di sana saya melihat buku-buku fiksi "BATMAN BEGIN", "PIRATES OF THE CARRIBEAN" dan buku-buku political serta buku-buku lain yang gambarnya tidak terlalu menarik untuk dilihat. Buku-buku fiksi tidak membuat saya jatuh hati untuk membacanya maka saya pun membaca buku tentang the princess of Diana. Di dalam buku tersebut disebutkan bahwa sang putri pernah shaking hands (bersalaman) dengan para penderita AIDS dan aktifitas-aktifitas sosial yang lain yang dilakukan oleh sang putri.
Bosan bertengger di koleksi internasional, maka melangkahkan kaki kembali ke koleksi yang lain. Saya pun mengalihkan pandangan ke tumpukan kamus yang ada di situ. Sebenarnya ingin membeli kamus yang kecil (pocket dictionary) supaya bisa dibawa kemana-mana, namun apa daya..kembali lagi ke niat!!!..sudah berjanji untuk tidak membeli buku dulu (Oxford Dictionary…suatu hari nanti dirimu akan berada dalam jajaran koleksi-koleksi bukuku).
Tidak berhenti di situ, saya melanjutkan petualangan ke rak buku yang berisi novel-novel terlaris. Mata langsung tertuju ke novel yang ditulis oleh seorang anak dan ibu (dengan buku yang berbeda), yaitu Michiyo Inoue (ibu, red) dan Miyuki Inoue (anak, red). Buku ini menambah kesadaran saya betapa besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Dan betapa besarnya pengaruh kasih sayang ibu tersebut terhadap perkembangan dan pertumbuhan anaknya. Dalam buku ini diceritakan bahwa miyuki adalah seorang anak yang terlahir dengan berat badan 500 gram dan buta. Dia berada di dalam incubator selama 7 bulan. Namun dengan kasih sayang dan kesabaran ibunya dia bisa melalu masa-masa itu dengan penuh makna. Kata-kata perjuangan yang beliau ucapkan untuk anaknya tersebut adalah sebagai berikut : "HIDUPLAH ANAKKU IBU MENDAMPINGIMU , MIYUKI…NYAWA DARI TUHAN ADALAH NYAWA YANG BERHARGA, AKU AKAN MEMBESARKANNYA DENGAN SEPENUH HATI". Sementara kata yang diucapkan oleh oleh si Miyuki terhadap ibunya adalah "IBU…AIRMATAMU ADALAH KEHIDUPANKU DAN KATA-KATAMU ADALAH MASA DEPANKU". Setelah membaca sinopsis kedua buku ini diri ini menjadi merinding kagum dan sedih serta bangga melihat sosok seorang ibu yang tegar seperi ibu Miyuki ini.
Setelah itu, kami pun memutuskan untuk balik ke kosan karena jam sudah menunjukkann jam 16.30 WIB yang berarti sebentar lagi berbuka (tapi masih lama juga ya!!!). Kami pun melanjutkan ngabuburit ke rawa belong untuk membeli cendol pesanan adiknya desty (saya dan desty pun ikut membeli cendol bandung tersebut).