My Virtual Voice

November 24, 2007

Pengorbanan seorang Bapak

Filed under: My Voice, Aktivitas

 

Bukan hanya kasih ibu sepanjang masa, tapi kasih bapak juga sepanjang zaman. Tulisan ini terinspirasi oleh sebuah hal yang saya lakukan tadi pagi. Untuk mengatur gaya hidup yang kurang sehat dan teratur maka sudah 2 minggu ini setiap hari jum’at pagi saya menyempatkan diri untuk melakukan olah raga di lapangan Senayan, Jakarta Selatan.

Seperti biasanya saya memarkir si KazeR di sekitar area di pintu V lapangan itu, setelah memarkir saya pasang earphone saya untuk mendengarkan beberapa lagu, kemudian dilanjutkan berlari-lari kecil mengelilingi lapangan itu. Setelah kurang lebih 1 jam-an mengelilinginya saya pun beranjak pulang ke kosan dan seperti biasanya lagi saya melepas dahaga dengan membeli air mineral ukuran 0.5 liter di dekat area parkiran tersebut. Karena si penjual (ibu X) dengan ramahnya menyapa saya di hari Jum’at sebelumnya, maka saya pun penasaran ingin mengenal lebih lanjut sang penjual ini, si Ibu ternyata sedang pergi dan saya melakukan transaksi dengan anaknya yang laki-laki.

Sambil mengeringkan keringat denagan desiran angin yang berhembus di sekitar lapangan Senayan saya pun duduk-duduk santai di dekat sang penjual air mineral tersebut. Beberapa saat kemudian si Ibu datang dan saya pun “mengobrol-ngobrol” sedikit dengan sang Ibu.

Pada saat yang bersamaan, ada seseorang yang menawarkan dagangannya berupa makanan kecil (snack) tradisonal (seperti : kacang, krupuk kulit…hanya selayang pandang saja, saya gak melihat semuanya apa yang dijualnya soalnya gak kliatan sperti orang jualan), karena persediaan makanan kecil saya di kosan masih ada maka saya tidak tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan tersebut. Saya pun melanjutkan minum air mineral yang sudah saya beli sampai hampir habis (saya sangat suka minum air putih..sering sekali klo gak ada snack solusi yang saya pake adalah minum air putih sebanyak-banyaknya). Saat itu juga, sang penjual snack itu juga menawarkan ke orang lain yang berkelibat di sekitar area itu.

Setelah keringat saya sudah lumayan mengering, maka saya pun memtuskan untuk berpindah haluan ke lahan parkiran motor saya, membuka jok motor, mengambil helm, mengenakan jacket dan mendengarkan audio yang lain. Sambil melakukan eksekusi terhadap hal-hal tersebut saya pun berbicang-bicang sedikit dengan tukang parkir, pendatang baru yang parkir di sebelah kanan penjual snack, penjual snack dan Ibu penjual mineral. Perbicangannya memang tidak terlalu penjang karena saya lebih banyak mendengarkan (wah dimana ceritanya niy ya??? Sabar dulu dunk!!!sedang multitasking juga ini!!!).

Dalam perbicangan itu, si penjual snack bercerita tentang cara-cara yang digunakan dalam mendistribusikan barang dagangannya yang direct selling dengan berpindah dari satu pintu Senayan ke pintu Senayan yang lain, dari satu lapangan ke lapangan yang lain dan dari satu tempat ke tempat yang lain. Karena perbicangan ini cukup menarik maka saya melakukan aksi slow motion terhadap diri saya dengan maksud saya ingin mendengar sedikit cerita lagi dari pedagang snack tersebut. Ia mengatakan bahwa dia sudah ke lapangan renang di Senayan kemudian ke pintu-pintu yang lain di Senayan dengan mengendarai sepeda motor namun yang laku hanya 3 jenis snack saja, Ia menuturkan bahwa sebenarnya dia sudah mempunyai pelanggan tetap di beberapa tempat (misalnya di Pondok Indah) namun di Senayan ini kebanyakan orang tidak tahu bahwa Ia sedang menjual makanan kecil, karena terbungkus plastik hitam, kemudian saya menyarankan kepadanya “kenapa gak pake gambar aja pak di motornya yang menandakan bahwa Bapak menjual produk tersebut”, kemudian Bapak itu merespon masukan saya tersebut dengan positif. Masih menurut cerita sang Bapak, dia juga mengatakan bahwa keberadaan Satpam di lapangan panah dan sekitarnya di  Senayan sangat ditakutkan dibandingkan preman-preman yang ada di lapangan tembak Senayan (Lapangan panah dan lapangan tembak senayan lokasinya terpisah, di sekitar lapangan panah ada lapangan sepak bola, softball dan lain-lain). Saya pun bertanya “kok bisa gitu pak” dalam hati saya mengatakan bahwa “lapangan di sini baik-baik aja Satpamnya” kemudian ia melnjutkan bahwa “klo di lapangan panah dan sekitarnya ketauan satpam jualan makanya barang-barang dagangannya bakal dibuang” (parah juga ya!!!mending berteman sama preman ya pak!!!). Karena sang Bapak ingin melanjutkan perjalanan selanjutnya untuk menjual barang-barang dagangannya maka kami pun melakukan terminasi komunikasi, saya mengatakan kepadanya “semoga barang dagangannya laku” dan beliau merespon dengan ucapan “terimakasih”. Kemudian saya memakai helm saya dan menancap gas menuju kosan dengan iringan audio yang mengalun di telinga saya.

Ummmm…dalam perjalanan Senayan-Warteg Dago dekat parkiran keluar kampus Sahdan (Kampus Lama Universitas Bina Nusantara, red) saya berpikir bahwa alangkah mulianya usaha Bapak ini, untuk menafkahi keluarganya dia harus rela banting setir ke sana ke mari untuk memperdagangkan barang bawaannya, tidak peduli satpam dan preman semuanya dia taklukkan agar kebutuhan keluarganya terpenuhi.

Seketika itu, saya juga mengingat tentang pengorbanan soerang Bapak juga yang pernah saya temui dengan beberapa orang teman saya di kampus untuk mengobati puteri semata wayangnya yang sedang sakit dan perlu dioperasi. Dengan keterbatasan yang beliau miliki, beliau mampu menembus keterbatasan tersebut dengan menjual beberapa barang berharga yang dia miliki agar putri yang ia sayangi sembuh dari penyakit yang ia derita. Sampai-sampai karena rasa sayangnya yang amat sangat terhadap anaknya sampai-sampai beliau mengikuti perkembangan rasa sakit putrinya ini dari hari ke hari dan malam ke malam dengan memberikan obat secara langsung ke daerah yang dirasa sakit oleh putrinya, dalam sholat malamnya pun beliau tidak akan mungkin lupa berdo’a untuk kesembuhan putrinya ini. Karena rasa sayangnya terhadap istrinya beliau juga tidak mampu menceritakan secara transparan dan terus terang keadaan putrinya ini (karena istrinya pada saat itu sedang sakit juga..maka beliau tidak mampu untuk menceritakannya supaya si istri ini tidak banyak pikiran). Mungkin tulisan ini tidak mampu menggugah naluri kemanusiaan kita, namun ketika mendengar ceritanya langsung dari Sang Bapak maka saya pastikan hati anda akan merintih mendengarnya. Di setiap alur cerita yang beliau narasikan itu tidak henti-hentinya beliau menyanjung dan memuji putrinya tersebut karena prestasi akademik yang dia miliki dan ketabahan dari teladan yang diajarkan oleh Bapaknya terhadap putrinya ini (memang benar..orang tua tidak pernah mengharap balasan apa2 kecuali patunya anak terhadap orang tua dan bisa menjaga kepercayaan yang diberikan…itu sudah cukup balasan yang berharga).

Mungkin ini hanya secuil cerita tentang perjuangan seorang bapak, masih banyak cerita-cerita yang lain yang tidak bisa saya ungkapkan di sini karena amat terlalu banyak. Bukalah diri kita untuk berbagi dengan orang lain agar kita lebih menyadari betapa berharganya diri kita untuk Bapak kita dan betapa berharganya setiap pengorbanan yang telah diberikan oleh Bapak kita terhdap diri kita serta kakak-kakak dan adik-adik kita. Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk menjadi anak yang berbakti terhadap Bapak dan Ibu kita karena BIRRUL WALIDAINI merupakan keberhasilan manusia.

Hanya ingin menambahkan cerita saja, karena masih berhubungan dengan judul ini. Kemarin, saya bertemu dengan beberapa teman kelas saya di Kantin Kampus JWC (Joseph Wibowo Center = Kampus Binus, red). Karena saat itu kami tidak ada kelas (libur) maka pada hari itu kebanyakan teman-teman sekelas yang ke kampus dalam rangka mengerjakan tugas. Sebelum bertemu dengan teman-teman kelompok saya yang sudah berkumpul dan berdiskusi di lantai 1 saya mengisi perut dulu karena dari pagi belum diisi Nasi (kebiasaan orang Indonesia, klo belum makan nasi berarti belum makan), saya pun memesan makanan seharga 10 ribu per porsinya dengan menu hari itu adalah pepesan tahu, cumi, rempeyek udang, nasi, krupuk dengan pencuci mulut semangka sedangkan air minum disediakan secara gratis di setiap lantai kampus (harga 10 ribu sudah termasuk buah, nasi, krupuk, lauk..perlu diketahui bahwa harga 10 ribu ini berlaku untuk tiap harinya walaupun dengan menu yang selalu berubah-ubah tiap harinya). Setelah mengambil makanan, maka saya pun mengambil posisi untuk makan, teman sekelas saya yang sedang mengerjakan tugas kelompok di kantin mempersilahkan saya untuk duduk bersama di posisi dekat galon minum tersebut. Saya pun makan dan sambil berbincang sedikit dengan teman-teman saya tersebut mengenai tugas apa yang dikerjakan serta topik-topik yang lain. Di tengah pembicaraan itu, ada seorang Bapak dengan postur tubuh tinggi dan besar mengambil minum yang berjarak kurang lebih 3 langkah kaki di sebelah tempat duduk kami, kemudian Bapak ini mencuci tangan di wastafel dekat tempat air minum tersebut kemudian kembali ke tempat duduknya kembali. Pada waktu itu saya hanya memperhatikan sosok ini sekilas saja, karena saya sering juga melihat Bapak ini beredar di sekitar kampus. Beberapa menit kemudian, Bapak ini pun menuju toilet yang letaknya lumayan dekat dari kantin, ternyata teman saya (Nana, red) memperhatikan gerak-gerik Bapak ini dari tadi (Nana udah nyampe kampus duluan dibandingkan saya, sekitar jam 5an sore dia udah di Kantin). Si Nana pun bercerita kepada saya tentang adegan yang telah dilakoni oleh Bapak ini dari tadi sore.

Nana : " Is..lu tau gak klo Bapak ini anaknya kuliah juga di JWC"

Iis     : " Gak..emang kenapa???"

Nana : " Jadi tadi sore gue liat Bapak ini bawain bekal buat anaknya terus dia nata bekal itu di meja tempat mereka (Bapak dan anak, red) duduk di kantin, kemudian sang Bapak ini nungguin anaknya makan"

Iis    : "Trus???"

Nana : "Lu tau gak???Anaknya itu abis makan langsung pegi gitu aja tanpa ngomong basa basi gitu ke Bapaknya dan gak rapiin bekal yang dibawa Bapaknya tadi"

Iis    : eeeemmm (mode on : mendengarkan)

Nana : "Sekarang itu Bapaknya lagi nunggu sampai Bapaknya selesai kuliah, tega banget ya tuh anaknya padahal gue aja klo gue ditungguin ama bokap (Bapak, red) gue gak akan biarin Bokap gue nunggu lama, tuh anak malah gak menghargai Bokapnya padahal Bokapnya udah bawain dia bekal dan udah nungguin dia..eh dia pegi gt aja, ajak kek Bokapnya ngobrol, apa dia malu ya karna Bokapnya masih memperlakukan dia kayak anak kecil secara dia udah kuliah gitu"   

Iis : terdiam sejenak, meresapi makna pernyataan teman saya tadi, dan pikiran pun melayang ke dimensi waktu dimana saya tiap hari saya melihat Bapak itu beredar di sekitar kampus mulai dari lantai 1, parkiran serta kantin tapi saya gak tau klo Bapak ini ternyata menunggu anaknya yang sedang kuliah di kampus. Kemudian saya katakan kepada teman saya "jangan ngomong gt dunk na..!!! Jadi sedih niy pengen nangis karena merasa simpati dan empati melihat pengorbanan Bapak ini" kemudian saya lanjutkan lagi "Mungkin dia anak satu2nya kali jadi Bapaknya merasa harus melindungi dan menjaga anak itu"

Nana : "Mungkin juga siy"

Bapak itu pun hilang dari pandangan kami dan menu saya pun sudah habis dan saya harus melanjutkan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan tugas presentasi saya, maka saya pun undur diri.

Semoga dari cerita diatas, dapat menambah pemahaman kita semua tentang makna memahami dan menghormati orang tua. Bukan saatnya lagi kita adalah anak yang senantiasa mau dimengerti dan dipahami orang tua, tapi sejak saat ini berusahalah untuk menjadi anak yang senantiasa memahami orang tua kita walaupun itu sulit, Ingatlah bahwa tidak akan ada langkah seribu jika tidak ada langkah pertama….Just do it NOW…dan rasakan hasilnya???Akan selalu ada kemudahan yang kita temui untuk setiap kesulitan yang kita hadapi jika kita menghargai, menghormati, memahami dan menyayangi Bapak dan Ibu kita. 

 

 

 

 

 

 

November 23, 2007

Duel antara McDonald’s dan Burger King

Filed under: ARTIKEL

Berbicara tentang McD (McDonald’s) dan BK (Burger King) pasti pikiran kita semua akan langsung tertuju pada restoran fast food(cepat saji) yang spesial dalam penyediaan produk hamburger. Lantas ada apa sebenarnya dengan mereka berdua??? benarkah saat ini keduanya sedang berada dalam hubungan yang tidak harmonis??? Kenapa tidak diekspos oleh media massa dan elektronik???..wah…berarti mereka bisa menyimpan rahasia dunk!!! (oooo…kalian gak ketauan!!!).

hamburger 

Eiiiits…!!!jangan suudzon (negative thinking-beprasangka buruk) dulu, yang saya maksud duel di sini bukan duel dalam artian fisik dengan mengangkat senjata atau saling tembak-tembakan hamburger ke outlet masing-masing (kalau mau tembak-tembakan hamburger mending ke kosan saya aja!!! Menerima dengan tangan dan ember terbuka), yang saya maksudkan duel di sini adalah duel dalam aspek bisnis. Adapun tinjauan yang digunakan adalah berdasarkan sisi manajemen operasionalnya.

Alasan saya membahas hal ini adalah karena hari Kamis kemarin kelompok saya (Iis, Aulia, Allen dan Aldo) mendapatkan bagian untuk mempresentasikan studi kasus McD dan BK (merupakan presentasi perdana) untuk mata kuliah Operational Management, dengan suatu maksud agar apa yang sudah dibahas, dipresentasikan dan didiskusikan bisa berguna buat para searcher/googler makanya sengaja saya mengangkat topik ini dalam tulisan saya. Sebelum melakukan pemaparan singkat, tolong  para pembaca sekalian melakukan autosetting dulu dengan menempatkan diri anda  pada  tahun 1980 di suatu tempat yang bernama Hillybourne (kampung mana niy ya??? Tenang aja pembaca saya juga belum pernah ke situ..nanti klo udah ke sana saya bagi-bagi cerita lagi deh).

Hillyborne merupakan sebuah kota dimana terdapat kampus ”New England College” dengan jumlah populasi kira-kira 30,000 (ingat ya!!!!ini tahun 1980….). Lokasi McD terletak kurang lebih 1.5 mil sebelah Utara dari pusat kota. McD terletak antara restoran KFC dan pangkalan gas dan berada di sepanjang pusat perbelanjaan. Perlu anda ketahui juga bahwa lokasi BK juga berdampingan dengan McD. Selanjutnya saya akan memaparkan tentang perbedaan mendasar antara McD dan BK.

Dilihat berdasarkan penawaran produk yang diberikan McD kepada customernya maka ia memberikan packet hamburger yang bersifat standard/uniform (Fixed Packet), sementara BK lebih bersifat customized packet. Fixed packet berarti packet yang ditawarkan oleh McD adalah packet yang sudah tidak bisa diubah-ubah lagi, sedangkan customized packet berati packet yang ditawarkan dapat lebih fleksibel (sesuai dengan keinginan konsumen), contohnya : ketika kita membeli hamburger di BK (misalnya packet Whooper) maka pembeli bisa menambahkan atau mengurangi packet yang telah ditawarkan tersebut (misalnya Whooper gak pake mentimun atau sayur-sayur yang lain) sementara di McD tidak demikian, di McD pembeli sudah menerima jadi packet yang telah disediakan oleh McD, ketika ingin melakukan penambahan atau pengurangan komponen pada packet yang telah disediakan maka itu sudah di luar kewajiban McD.

Dengan perbedaan inilah, maka mengakibatkan waktu yang dihabiskan untuk melayani satu customer berbeda juga, jika di McD untuk tiap customer menghabiskan waktu sekitar 2 menit 3 detik dan BK menghabiskan waktu kurang lebih 4 menit 5 detik (dari sini bisa dipahami bukan???dimana letak perbedaan operasionalnya).

Walaupun McD dan BK memiliki produk yang sama (Hamburger), namun bukanlah hal yang sama dalam hal pemberian layanan/service kepada customernya. Karena sifatnya yang fixed/standardized tersebut maka untuk food flow yang  diterapkan McD berbeda dengan yang diterapkan oleh BK. Raw material (roti, sayuran, keju dan lain-lain) berasal dari supplier yang nantinya McD dan BK hanya tinggal melakukan assembly saja bahan-bahan mentah tadi (bahan-bahan mentah disimpan dalam Freezer,Refrigerator,Stock Room), namun demikian proses yang dilakukan oleh keduanya berbeda dalam perakitan bahan-bahan mentah tadi.

Bagimana dengan layanan drive thru antara keduanya???Kapasitas lahan parkir untuk McD lebih kecil jika dibandingkan dengan BK. Lahan parkir yang disediakan oleh BK untuk kapasitas mobil sebanyak 80-an buah dan bus sebanyak kurang lebih 8 buah, sedangkan McD hanya menampung mobil sebanyak kurang lebih 61 buah. Secara operasional kenapa hal ini dibedakan ??? apabila terjadi antrian di BK karena banyaknya pelanggan yang melakukan pemesanan via drive thru maka customer bisa dialokasikan ke lahan parkir yang telah disediakan sebelum packet yang dipesan selesai untuk diambil. Sedangkan di McD, karena mengutamakan kecepatan pengiriman order maka bisa diprediksi waktu yang harus dikeluarkan untuk melayani setiap mobil.

Bagaimana dengan peak dan off peak antara McD dan BK???, perlu diketahui bahwa peak merupakan jam sibuk dengan kuantitas order terbanyak, sedang off peak adalah waktu-waktu biasa di luar rush hour. Peak pada McD dan BK dicapai pada saat jam makan siang tiap harinya dan pada hari Jum’at dan Sabtu malam pada tiap minggunya. Karena McD menerapkan delivery speed dengan suatu product yang standardized maka ketika mengalami rush hour (= peak, red) McD tidak mengalami permasalahan yang cukup berarti. Sedangkan BK karena lebih mengandalkan kualitas burger yang ditawarkan dengan konsep customized maka pada konsdisi peak ini BK mengalami permasalahan dalam pemberian layanan kepada customernya.

Untuk strategi bisnis yang digunakan antara McD dan BK sedikit berbeda walaupun mungkin mereka berdua memilik nenek moyang hamburger yang sama. McD menggunakan strategis bisnis  product immitator (meniru produk yang sudah ada sebelumnya tanpa ada pengembangan terhadap produk yang ditirunya itu) dan BK menggunakan  product innovation (melakukan pengembangan dari produk yang sudah ada sesuai dengan perkembangan yang ada saat itu).

Jadi dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya perbedaan output antara McD dan BK disebabkan oleh 2 hal, yaitu differsiasi proses dan differensiasi layanan. Output dalam hal ini bisa dilihat dari berbagai macam sisi, baik customer, tingkat keuntungan yang diperoleh, produktivitas dan lain-lain. Dalam hal ini output jika dilihat dari sisi market share-nya maka antara McD dan BK memiliki persentase yang cukup signifikan, McD memiliki market share sebesar 35 % dan BK sebesar 11%.

November 20, 2007

Kesebelasan SK’03

Filed under: My Voice
Berbicara tentang kesebelasan pasti pikiran kita akan tertuju pada dunia sepak bola. Sebenarnya tidak salah, namun yang akan saya tuangkan dalam hal ini adalah terkait dengan hal yang berhubungan dengan cewek-cewek jurusan sistem komputer angkatan 2003 yang berjumlah sebelas orang yang kemudian saya istilahkan dengan kesebelasan SK’03. Siapa sajakah mereka dan apa kelebihan yang mereka punyai, saya akan coba memperkenalkan anda semua dengan mereka. Kesebelasan SK’03 terdiri dari :
1.  Gita Maria Agripina (Gita)
2.  Zweisty Septiarini (Asty)
3.  Linawati (Lina)
4.  Nunika Marta (Ika/Nonie)
5.  Rafiqa Zubaeda (Pika/Fika)
6.  Arlinda Rini Hastari Sagala (Arlinda/Nda)
7.  Vicky Felicia Korompis (Vq)
8.  Patricia Marianti (Patrice)
9.  Iswarti Utami (Iis)
10.Proconyana Sato Bisrie (Nia)
11.Mutia Destaminata (Yaya/Mutia).
Hore..Horee..Horee
Walaupun beberapa dari kami tidak satu kelas dan berbeda peminatannya, namun untuk beberapa event kami selalu jalan bersama dan saling membantu satu sama lain, seperti tukar menukar kisi-kisi, jalan dan makan bareng, belajar bareng, bertukar teman dan berbagi oleh-oleh, meramaikan dan berpartisipasi dalam acara HIMTEK (untuk yang ini..thx banget buat kalian semua..tanpa dukungan, motivasi dan kritikan dari kalian semua saya mungkin tidak bisa menjalankan HIMTEK dengan baik) dan kegiatan yang lain yang penuh dengan petualangan dan makna (hanya mereka dan Tuhan yang tahu!!!). ketika semester 1 sampai dengan semester 4 kelas kami terbagi dua, yaitu kelas A dan Kelas B. Yang termasuk anak-anak cewek kelas A adalah nama yang saya urutkan dari nomor 1 sampai dengan 6, sedangkan yang termasuk dalam kelas B adalah nama yang saya urutkan dari no 7 sampai dengan 11. Ketika semester 5, karena sudah memasuki peminatan maka kami pun tersegregasi kembali, Gita,Fika,Asty,Ika,Lina,Vicky,Yaya dan Patrice masuk dalam peminatan ROBOTIKA dan AUTOMASI (Robot), Arlinda dan Nia masuk dalam peminatan Sistem Digital (SisDig), sedangkan saya sendirian berada di peminatan Pengelolaan Sistem Komputer (PSK).
 
apa ya??? 
Beda peminatan bukan malah membuat kami terpisah, namun justru semakin menguatkan hubungan pertemanan kami. KAdang-kadang diantara kami saling memasuki kelas yang lain untuk mengikuti proses belajar mengajar dalam mata kuliah yang sama. Contoh kasus dari hal ini adalah, ketika semester 5 katas ada mata kuliah yang sama namun dengan jam yang berbeda. Ada penggabungan kelas untuk mata kuliah ini, anak Robot dan PSK sedangkan anak Sisdig dan Sistem Komunikasi (Sisko). Waktu itu kuliahnya adalah hari sabtu jam 09.00-11.20 untuk mata kuliah Konsep Sistem Informasi (KSI) dan pada pukul 11.20-13.20 untuk mata kuliah Pemrosesan Paralel (kelas anak Robot dan PSK). Sedangkan anak Sisdig dan Sisko 11.20-13.00 KSI dan 13.20-15.00 Pemrosesan Paralel. Beberapa dari kami (salah satunya saya) telat masuk kelas KSI dikarenakan kesiangan, macet dan sebagainya maka kami pun meminta kesediaan Dosen KSI (Dosennya sangat disiplin dan kelas dimulai sesuai dengan peraturan kampus…yang berarti musibah buat mahasiswa telat-an) untuk memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti kuis di kelas anak Sisdig dan Sisko (kelas B), dengan pendekatan dan lobi yang sedemikian rupa akhirnya kami pun diberikan kesempatan untuk mengikuti kuis di kelas sebelah (terus bagaimana dengan kuliah selanjutnya?????ckckckckc..itu bisa diatur karena Dosennya cukup kooperatif..yang berarti berkah buat mahasiswa). Kami pun ikut kelas sebelah yang hampir keseluruhan sudah kami kenal, seperti biasa respon mereka atas kehadiran kami di kelas mereka adalah biasa-biasa saja karena sudah biasa bagi kami untuk melakukan kunjungan dari satu kelas ke kelas yang lain, baik untuk tujuan mencari ilmu maupun tujuan-tujuan yang lain. Dan seperti biasa juga, jika mahsiswa di luar kelas mereka maka bersiap-siaplah untuk dicengin dan dijadikan korban keisengan mereka. Karena sudah tahu budaya tersebut maka kami pun (khususnya yang cewek-cewek) sudah beradaptasi dengan hal tersebut.
 
is-vq-gt-fik-pat-as-ik-nd-yy-lin-nia
 
Walaupun kuantitas cewek-cewek di SK terbilang minoritas dan sangat minim bukan merupakan halangan bagi kami untuk memberikan peran yang signifikan dan sinergi. Kami bukan manusia superwoman yang tidak membutuhkan bantuan teman-teman kami yang laki-laki, kami senantiasa berdiskusi dan bekerjasama dalam memecahkan suatu hal yang menyangkut kepentingan bersama dan mungkin kepentingan pribadi yang masih dalam tahap-tahap wajar. Untuk kesebelasan SK’03 tetap jalin  komunikasi yang baik walaupun terpisahkan oleh jarak dan yang masih berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya tetap melakukan kegiatan bareng jika tidak ada kesibukan. Untuk Nia, kami semua menunggu kelulusanmu…Sukses Buat Skripsinya..Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran serta hasil yang baik dan memuaskan..Tetap semangat karena kami selalu mendukungmu!!!!. Bagi yang wisuda semester 8 (Ika, Patrice,Vq,Yaya,Asty, Arlinda)…Met wisuda n Selamat atas gelar S.Kom yang sudah kalian sandang. Saya bersyukur memiliki teman-teman sperti kalian, teman yang senatiasa memberikan motivasi, kritikan, saran, pelajaran serta hikmah dalam setiap perjalanan. Yang mengajarkan kepada saya apa itu makna kemandirian, pertemanan, persahabatan serta nilai-nilai kemanusiaan.

November 12, 2007

Belajar dari Buah

Filed under: Humaniora

 

1.Jadilah seperti jagung, jangan seperti jambu monyet.
Jagung membungkus bijinya yang banyak,
sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya
yang cuma satu-satunya.
Artinya :
Jangan suka pamer kelebihan… kaya’ jambu mete punya satu
biji aja sombong.

 
2. Jadilah seperti durian, jangan seperti kedondong
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi
dalamnya lembut dan manis. hmmmm, beda
dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak
asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya :
Don’t judge the Book by it’s cover..

 
3. Jadilah seperti bengkoang.
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi
umbi isinya putih bersih.
Artinya :
Jagalah hatimu jangan kau nodai.

 
4. Jadilah sperti tandan pete, bukan seperti tandan rambutan.
Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji
petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan..
ada yang kecil ada yang gede.
Artinya :
Selalu adil dalam bersikap.

 
5. Jadilah seperti cabe.
Makin tua makin pedas.
Artinya :
Makin tua makin bijaksana.
*oh sangkain bandot tua makin tua makin menjadi jadi hohoho…*

 
6. Jadilah seperti buah kelapa
Selain buahnya, semua bagian pohon kelapa mulai dari batang, ranting, daunnya bisa bermanfaat bagi siapa saja
Artinya :
Berikan yang terbaik dan bermanfaat bagi semua mahkluk.

3 Pemuda Keluar dari Gua

Filed under: Islam

Bismillahirrohmanirrohim,

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khaththab Rodhiallahu ‘anhu berkata, “saya mendengar rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” Dulu sebelum kamu, ada tiga orang berjalan-jalan kemudian mereka mendapatkan sebuah gua yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh, maka merekapun masuk kedalamnya. Kemudian tiba-tiba ada batu dari atas bukit yang menggelinding dan menutupi pintu gua itu sehingga mereka tidak dapat keluar.

Salah seorang diantara mereka berkata, “Sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu sekalian dari bencana ini kecuali bila kamu sekalian berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menyebutkan amal-amal shalih yang pernah kalian perbuat.”

Salah seorang di antara mereka menimpali, “Wahai Allah saya mempunyai ayah ibu yang sudah tua renta, saya biasa mendahulukan memberi susu kepada keduanya sebelum saya memberikannya kepada keluarga dan budak saya. Pada suatu hari saya terlambat pulang dari mencari kayu dan saya menemui keduanya sudah tidur, saya terus memerah susu untuk persediaan minum keduanya. Karena saya mendapati mereka berdua telah tidur maka saya pun enggan untuk membangunkan mereka. Kemudian saya berjanji tidak akan memberi minum susu itu baik kepada keluarga maupun kepada budak sebelum saya memberi minum kepada ayah bunda.

Saya menunggu ayah bunda, hingga terbit fajar barulah keduanya bangun sementara anak-anakku menangis, mereka mengelilingi kakiku. Setelah mereka bangun, kuberikan minuman susu kepada keduanya. Wahai Allah jika saya berbuat seperti itu karena mengharapkan wajahMu maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini.” Maka bergeserlah sedikit batu itu tetapi mereka belum bisa keluar dari gua tersebut.

Yang lain berkata, ”Wahai Allah, sesungguhnya saya mempunyai saudara sepupu yang sangat saya cintai.” Pada riwayat yang lain dikatakan, “Saya sangat mencintainya sebagaimana lazimnya orang laki-laki mencintai seorang perempuan, kemudian saya ingin berbuat zina dengannya tetapi ia selalu menolaknya. Selang beberapa tahun ia tertimpa kesulitan kemudian datang kepada saya dan saya berikan kepadanya 120 dinar, dengan syarat ia harus mau bersebadan denganku, dan ia pun setuju.

Ketika saya menguasainya, pada riwayat lain dikatakan, kemudian ketika saya berada di antara kedua kakinya dia berkata, “Takutlah kamu kepada Allah dan jangan kau robekkan selaput daraku kecuali dengan cara yang benar.” Kemudian saya meninggalkannya, padahal dia adalah seseorang yang sangat saya cintai dan saya telah merelakan emas (dinar) yang saya berikan kepadanya. Wahai Allah, jika saya berbuat seperti itu karena mengharapkan ridhaMu, geserkanlah batu yang menutup gua ini.” Maka bergeserlah batu itu tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu.

Orang yang ketiga berkata, “Wahai Allah, saya mempekerjakan beberapa karyawan dan semuanya saya gaji dengan sempurna kecuali ada seorang yang pergi, meninggalkan saya dan tidak mau mengambil gajinya terlebih dahulu. Kemudian gaji itu saya kembangkan sehingga menjadi banyak.

Selang beberapa lama dia datang kepada saya dan berkata, “Wahai hamba Allah, berikanlah gaji saya yang dulu itu.” Saya berkata, “Semua yang kamu lihat itu baik onta, sapi, kambing maupun budak yang menggembalakannya adalah gajimu.” Ia berkata, “Wahai hamba Allah, janganlah engkau mempermainkan saya.” Saya menjawab, “Saya tidak mempermainkan kamu.” Kemudian diapun mengambil semuanya dengan tidak meninggalkan sisa sedikitpun. Wahai Allah jika saya berbuat itu karena mengharap ridhaMu, maka geserkanlah batu itu.” Lalu batu itupun bergeser dan mereka bisa keluar dari dalam gua.”

 

November 10, 2007

Semester 4 CCNA

Filed under: CISCO-CCNA

Alhamdulillah, seiring dengan berlalunya Ramadhan dan Lebaran 1428 H maka dipertemukanlah saya dengan semester 4 CCNA. Walaupun dengan kesibukan yang tidak terencana tapi harus direalisasikan, saya sangat bersykur sekali bisa mengikuti skill exam dan oral exam dengan lebih baik jika dibandingkan semester-semester sebelumnya…Terimakasih atas do’a dari ibu, kakak-kakak saya, teman-teman serta saudara semuanya. Sedangkan untuk final exam, walaupun hanya ikut susulan..bersyukur sekali saya juga dapat melaluinya dengan lebih baik. Akhirnya dari hasil quis, skill exam, oral exam, tugas-tugas jurnal dan final exam menjadi layaklah bagi saya untuk naik ke jenjang semester 4.

Walaupun mengalami penggantian instruktur sebanyak 3 kali selama mengikuti program ini, namun hal ini tidak menjadi persoalan karena dengan ini membuat teman saya semakin bertambah. Instruktur yang mengajar saya ketika semester 1 dan 2 adalah Yolandano Adhipurno. Ketika semester 2 akhir dan pertengahan semester 3 berganti instruktur yang kebetulan wanita, dia adalah Jenny Sutrisna (penggantian instruktur ini dikarenakan saya berpindah shift, dari malam ke siang). Dikarenakan Jenny diterima di sebuah perusahaan di Singapura maka di pertengahan semester 3 ini saya berganti instruktur lagi, dia adalah teman saya sendiri,sekelas,seangkatan dan sejurusan di Fakultas Ilmu Komputer jurusan Sistem Komputer Universitas Bina Nusantara. Dia adalah Teguh Wilidarma.

Dengan senantiasa meluruskan dan memperbaiki niat, semoga semester 4 CCNA dapat dilalui dengan lebih baik dibandingkan semester-semester sebelumnya serta bisa mengikuti ujian sertifikasi dengan memperoleh hasil yang memuaskan…Amin yaa robbal ‘alamin. Apalagi ya??? Semoga senantiasa ada orang yang sudi membantu ketika saya menemui kesulitan dalam menempuh program studi ini.

 

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

Filed under: My Voice

Alhamdulillah, setelah beberapa hari melakukan perjalanan Mudik untuk merayakan lebaran bersama keluarga, saudara-saudara dekat, tetangga dan teman-teman akhirnya bisa kembali lagi ke Jakarta melaksanakan aktivitas rutin sehari-hari untu bekal di masa yang akan datang. Rute perjalanan mudik yang ditempuh adalah : JAKARTA (Bandara Soekarno-Hatta)-Surabaya (Bandara Juanda & Pelabuhan  Tanjung Perak)-Madura (Pelabuhan Ujung)-Bangkalan-RUMAH TERCINTA-JAKARTA LAGI-KOSAN TERCINTA.

Mumpung masih nuansa syawal…maka buat semuanya "TAQOBBALLAHU MINNA WAA MINKUM KULLU ‘AMIN WAA ANTUM BIKHORI…MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN…Semoga kita semuanya mampu meraih gelar TAQWA…amin!!!"






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan