Point to Point Protocol
PPP merupakan protokol layer 2 dari jenis teknologi dial up connection. PPP mempunyai 2 buah sub layer, yaitu :
1. LCP (Link Control Protocol), digunakan membangun jalur point to point, menegosiasikan beberapa option-option.
2. NCP (Network Control Protocol), untuk menentukan tipe layer 3 yang digunakan.
PPP dapat digunakan untuk komunikasi synchronous dan asynchronous dan dapat menegoisasikan fungsi-fungsi tambahan diantaranya :
- Authentication –> melalui PAP dan CHAP
- Link quality determination –> melalui variable quality
- Error detection –> melalui variabel magic number (magic number merupakan Random Number dari satu peer ke peer yang lain)
- Multi link –> menggabungkan 2 atau lebih jalur serial
- Call Back –> mengetes dengan mengirim panggilan balik
- Compression –> stocker/predictor
Ada 3 fase PPP, yaitu
link establishment PPP (1) –> authentication phase (2,opt) –> NCP phase (3)
(1) Pada fase ini, beberapa option akan dinegosiasikan antara sender dan receiver diantaranya multilink, compression dsb.
(2) Pada fase ini, metode autentikasi dan link quality berjalan. Sender/receiver harus bisa membuktikan bahwa dirinya adalah benar sebagai yang diklaim.
(3) Pada fase ini, layer 3 yang digunakan dinegosiasikan dan setelah itu, baru akan diteruskan ke layer diatasnya.
PPP berjalan pada saat inisialisasi dan akan terus aktif sampai :
- proses LCP/NCP menutup link tersebut
- idle timernya habis
- interfensi pengguna
Isi dari frame PPP :
*flag (01111110)
*address (11111111 –> broadcast)
*control (00000011 –> data siap ditransmisikan)
*protocol (tipe dari layer 3)
*data
*fcs