Happy Birth Day…..28 February
let the drummer kick
let the drummer kick that
relation
creation
incarceration
determinantion
equation
humaliation
reincarnation
situation
elation
identifacation
retaliation
education
inspiration
no substitution
solution
conclussion
When they reach old age, Muslim parents are treated mercifully, with even more kindness than they were ever. Mothers are particularly honored; Prophet Mohammad (PBUH) said that ‘Paradise lies at the feet of mothers’.
Allah says in the Qur’an says, in Surrah BaniIsra’il:
"Your Lord (The Creator) has ordained that you worship none but Him, and that you be kind to the parents."
Prophet Mohammad (PBUH) said that the parents of a person are his Heaven or Hell. Which shows that if a person obeys his parents and fulfills their needs and comforts and keeps them happy, he will enter Paradise. But if he is rude and disobedient to them and offends them by ignoring their feelings or by causing them grief, his place shall be in Hell.
Pleasing the parents causes Allah’s pleasure.
Even if one’s parents are polytheists, and they want him to follow them, he should refuse, yet continue to be kind and respectful to them.
Asma’ bint Abu Bakr (May Allah be pleased with her) relates that her mother had come to the Madinah to meet her. Her mother followed the Pagan customs and beliefs. So Asma’ asked Prophet Mohammad (PBUH) how should she treat her mother, as she was a Pagan, and should she treat her like a daughter should treat her mother, and show kindness to her. The Prophet (PBUH) told her to be kind and considerate and to treat her with all kindness and respect.
Prophet Mohammad (PBUH) said that serving one’s parents well is an act of great virtue, he condemned disobeying them and harming them, and described such acts as the most serious and detestable sin.
When asked about the major sins, Prophet Mohammad (PBUH) replied." To associate another god with Allah, to disobey the parents, to kill unlawfully and to give false testimony."
The above-mentioned acts have been condemned as ‘Akbarul-Kabaair’ i.e. the most serious of the major sins. The order, in which Prophet Mohammad (PBUH) mentioned them shows that the disregard of parents’ rights is next, only, to Polytheism (Shirk) and it is even more serious than murder.
Anyone who seeks Allah’s satisfaction has to make sure that his parents are happy with him, not angry with him. Keeping the parents well pleased is essential since their anger and displeasure will lead to Allah’s anger and displeasure.
Prophet Mohammad (PBUH) said:
"In the good pleasure of the father lies the good pleasure of the Creator and in his displeasure, lies the displeasure of the Creator."
Although the mother was not mentioned in this (Hadith), or quote by Prophet Mohammad (PBUH), in many other Hadith’s, the Prophet (PBUH) has highlighted the right of the mother and stressed the importance of treating her kindly and attaining her satisfaction.
Abu Hurairah (May Allah be please with him) narrates that a person asked Prophet Mohammad (PBUH) "Who has the greatest claim on me with regard to service and kind treatment?" The Prophet replied, "Your mother, and again your mother, and once again your mother. After her, is your father, then that of your near relations and then of the relations next to them.
Allah says in the Qur’an:
"We have enjoined on man Kind, that he be kind to his parents: in pain did his mother bear him and in pain did she give him birth. The carrying of the (child) to his weaning is (a period of) thirty months. At length when he reaches the age of full strength and attains forty years he says ‘O my Lord! grant me that I may be grateful for Your Blessing which You have bestowed upon me and upon both my parents and that I may do righteousness as may please You; and make my offspring righteous. Truly I repent to You, and I am of the Muslims" (46.15)
Allah also says:
"Your Lord has commanded that you worship none but Him, and be kind to parents. If either or both of them reach old age with you, do not say ‘uff’ to them or chide them, but speak to them in terms of honor and kindness. Treat them with humility, and say, ‘My Lord! Have mercy on them, for they did care for me when I was little." (17.23-4)
Prophet Mohammad (PBUH) said:
"If anyone possesses these three characteristics Allah will give him an easy death and bring him into His Paradise: gentleness towards the weak, affection towards parents, and kindness to slaves.
A man once asked Prophet Mohammad (PBUH), "Shall I participate in war (Jihad)?" The Prophet asked, ‘Are your parents alive?’ The man said, "Yes." the Prophet (PBUH) said: ‘Do Jihad for their benefit.’ (Serving one’s parents is equal in honor to fighting against an enemy of Islam.
Prophet Mohammad (PBUH) also said:
"He who casts up the favors he has done, he who is disobedient to parents and he who is addicted to wine will not enter Paradise
Persiapan menuju ujian sertifikasi…Tak terasa sudah kurang lebih satu tahun saya mengikuti training CCNA dan tak terasa juga sudah mau menghadapi ujian sertifikasi insyaAllah pada bulan Maret. Alhamdulillah atas nikmat yang telah Allah limpahkan kepada saya berupa ilmu ini, semoga saya bisa melalui ujian sertifikasi ini dengan baik. Sehubungan dengan itu, sambil menyicil-nyicil bahan-bahan untuk belajar sekalian saya ingin berbagi dengan teman-teman yang lain, semoga hal ini bisa lebih mengingatkan saya tentang topik ini dan juga bisa membuka tabir-tabir gelap dalam diri saya atas ketidaktahuan materi ini. Kali ini saya akan mengangkat topik tentang alokasi IP address. Saya akan langsung memberikan contoh, penyelesaian dan pembahasan.
1. Which of the following IP Addresses for the network 124.16.32.55/28 can be assigned to hosts? (choose three)
Terjemahan : Berikut ini IP address yang manakah untuk network 124.16.32.55/28 yang dapat diberikan ke
host-hostnya.
A. 124.16.32.45
B. 124.16.32.48
C. 124.16.32.57
D. 124.16.32.60
E. 124.16.32.62
F. 124.16.32.63
Sebelum menjawab dengan benar, akan saya tuliskan runtutan penyelesaiannya, setuju?????
I. Lihatlah /28, apaakah anda mengetahui tentang hal ini???. Notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa jumlah bit yang bernilai 1 (dalam hal ini, karena /28, berarti ada 28 bit bernilai 1). /28 ini akan saya lakukan konversi ke dalam bentuk umum IPv4 (IPv4 terdiri dari 32 bit dan terbagi dalam 4 oktet, 1 Oktet = 8 bit, setiap oktet dipisahkan oleh tanda titik[.])11111111.11111111.11111111.11110000 (dalam bentuk binary) dan untuk bentuk desimalnya akan menjadi 255.255.255.240.
II.Untuk menentukan network address, kita menggunkana operasi logika matematika yang dikenal dengan logika AND/operasi AND. Masih ingat dengan operasi AND, dibawah ini adalah formula dari operasi AND :
0 & 0 –> 0
0 & 1 –> 0
1 & 0 –> 0
1 & 1 –> 1
Untuk kasus penentuan network address ini, operasi and ini diimplementasikan dengan cara membandingkan nilai biner IP Address dan nilai biner subnet mask (ingat!!! nilai biner ya!!!, berarti hanya ada 2 nilai..jika tidak 0 ya 1). Dari soal diatas tersimpan 2 informasi yang akan kita gunakan untuk operasi and ini, yang pertama kita tahu subnet masknya adalah /28 =11111111.11111111.11111111.11110000 dan yang kedua adalah IP address, yaitu 124.16.32.55..dalam hal ini kita konversikan terlebih dahulu bentuk desimal ini ke dalam bentuk biner sehingga menjadi 011111100.00010000.001000000.00110111. Selanjutnya kita lakukan operasi and antara subnet mask dan IP Addressnya sehingga menghasilkan :
Sunet Mask : 11111111.11111111.11111111.11110000
IP Address : 01111100.00010000.00100000.00110111
—————————————————&
Operasi And : 01111100.00010000.00100000.0011000
// Coba anda lihat kembali formula operasi and diatas untuk lebih menambah pemahaman anda //
Dalam bentuk desimal hasil dari operasi and bisa dituliskan 124.16.32.48. Ini merupakan network address (ingat!!! operasi and antara Subnet Mask dan IP Address menghasilkan Network Address).
III.Kita dapat menghitung jumlah hosts pada netwok dengan menggunakan rumus :
x = 2^n-2
keterangan :
x = Jumlah host
n = jumlah host bits
tanda ^ berarti pangkat.
Sebelum saya menyelasikan perhitungan jumlah host dengan menggunakan rumus diatas, akan saya jelaskan terlebih dahulu secara singkat tentang host bits. Mungkin ada yang bingung dengan berapa jumlah host bits yang seharusnya dimasukkan dalam kasus ini. Berbicara tentang host bits sangat erat kaitannya dengan subnet mask. Pada kasus ini subnet mask yang digunakan adalah /28 dan kita sudah mengubahnya ke dalam bentuk biner bukan??? Dalam IPv4 administrator jaringan menciptakan sebuah subnet mask 32-bit yang terdiri dari bit 1 dan 0. Bit 1 di subnet mask mewakili posisi yang ditempati oleh network ID dan bit o mewakili posisi yang ditempati oleh host ID (dalam hal ini..fokuskan diri anda ke subnet mask saja atau network prefix, jika dalam kasus ini pantengin terus /28).
Sekarang kita selesaikan penghitungan jumlah host yang mungkin dengan menggunakan rumus :
x = 2^n-2
n = jumlah host bits –> /28 –> 11111111.11111111.11111111.11110000
Jumlah bit 1 ada 28 bit yang merupakan network ID
Jumlah bit 0 ada 4 bit yang merupakan host ID
Mari kita masukkan nilainya, karena yang diminta adalah jumlah host ID nya maka kita masukkan n = 4, sehingga menghasilkan :
x = 2^4-2 = 14.
Oleh karena itu, network address 124.16.32.48 dapat menampung host address sebanyak 14 buah, perlu diingat bahwa 124.16.32.48 merupakan network address yang tidak boleh digunakan untuk host address, sehingga anda harus memberikan host address setelah angka 48 dan hosts akan memiliki rentan host address 124.16.32.49 s.d 124.16.32.62.
Dari soal diatas, maka jawaban yang benar adalah C,D dan E
Kenapa A,B dan F salah ???? (tanyakan polisi aja supaya jelas duduk perkaranya…..???)
A. 124.16.32.45 bukan merupakan bagian dari network address 124.16.32.48 akan tetapi masuk pada bagian network address 124.16.32.32 (kok bisa???bisa dunk???kan block size setiap pergantian network address yang baru ada pada setiap kelipatan 16, kok gt???gt dunk..karna subnet mask kan 255.255.255.240, nah 256-240 =16, 16 berarti setiap subnetting untuk network address ditambah 16).
B. 124.16.32.48/28 adalah netwok address untuk alamat 124.16.32.55 (kan tadi udah dibilang jangan pake netwok address untuk alamat host, haram niy critanya…:D, jika diibaratkan network address ibarat blok-blok perumahan dan rumah masing-masing penduduk itu host addressnya).
F. 124.16.32.63/28 merupakan broadcast address untuk address 124.16.32.55/28 (nah niy alamat haram juga digunakan untuk host address setelah network address, cara menentukannya adalah dengan menentukan alamat paling terakhir dari alokasi IP yang tersedia untuk suatu network dan satu angka sebelum network address yang baru, misalnya netwok address diatas kan 124.16.32.48 dan network selanjutnya adalah 124.16.32.64..kok 64 seh???kan setiap network address yang baru menggunakan kelipatan 16, nah broadcast address dari network address 124.16.32.48 adalah 124.16.32.63..–>64-1=63)
Sep!!!! Selamat membaca dan belajar!!!Tolong koreksi jika ada kesalahan, dan silahkan ditanyakan jika ada yang belum jelas.
Assalamu’alaikum….
MENGAJAR di SDN SOBIH II, Kecamatan Burneh, Bangkalan
First trial, First Learning
Bagaimana kabar kalian semua ???? Baik-baik aja bukan ????
Liburan Natal dan Tahun Baru (2007 ke 2008) serta liburan Idul Adha juga (20 Desember 2007) sebulan (setahun) yang lalu saya isi dengan beberapa hal di tanah kelahiran tercinta, Pulau Madura. Salah satu hal itu adalah dengan menjadi guru SD (Sekolah Dasar) di 2 sekolah yang lokasi lumayan jauh dari rumah saya. Ide ini berawal dari kebosanan saya menjalani liburan kali ini dengan hal-hal yang permanen di rumah, di jalanan dan di rumah saudara-saudara saya. Akhirnya otak ini menerawang jauh untuk mencari topik liburan kali ini, jika sebelumnya (Liburan Idul Fitri) saya mengisi liburan dengan melakukan beberapa petualangan dengan teman-teman kecil saya di rumah (yang selanjutnya dijuluki dengan sebutan BOLANG –> Bocah Petualang), maka untuk liburan kali ini saya mengambil topik kembali ke sekolah (bisa bermain ama anak SD lagi deh).
Ide saya ini, saya ceritakan ke sepupu saya yang kebetulan menjadi guru honorer di sebuah sekolah dasar di wilayah pedesaan di kecamatan Burneh. Hal ini saya ceritakan ketika dia menginap di rumah kakak saya di Surabaya dan kebetulan kita tidur sekamar. Kemudian dia pun merespon tentang ide saya "Beneran is…???…Kamu mau???" saya pun menjawab "Ya lah". Keesokan harinya dia pulang ke Madura (Bangkalan tepatnya) karena dia harus kuliah dan mengurus murid-muridnya juga dan saya masih di Surabaya. Sesampainya di Madura, dia menghubungi saya melalui sms dan dia menyatakan bahwa dia sudah menceritakan ide saya untuk mengajarkan komputer kepada kepala sekolahnya (yang kebetulan juga salah satu teman Bapak saya dulu ketika sama-sama terjun dalam bidang pendidikan…sekalian menyambung tali silturrahim ceritanya..karena hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sebagai seorang anak). Sang kepala sekolah pun merespon positif ide ini melalui mediator sepupu saya. Saya pun di sms kembali agar saya "turun" (baca : pulang) ke Madura secepatnya, karena hari Jum’at sepupu saya ada jadwal mengajar dan jam mengajar dia bisa saya gunakan (Alhamdulillah..akan selalu ada jalan untuk sebuah niat baik…).
Sebelum beralih ke cerita lanjutannya, latar belakang saya untuk memberikan pengajaran komputer ke daerah pedesaan adalah dengan maksud dan tujuan agar mereka (anak-anak SD di pedesaan) mengenal tentang teknologi komputer (minimal wujudnya) dan tahu fungsinya. Kebetulan waktu itu saya juga membawa laptop, jadi sekalian menambah nilai guna dari laptop itu sendiri sehingga bisa dinikmati yang lain juga.
Perlu diketahui bahwa hampir sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan hanya mengetahui bahwa fungsi komputer itu untuk mengetik, game standar (solitaire, freecell, dkk) dan untuk menghasilkan selembar kertas hasil ketikan. Well, that’s true…mereka mengetahui berdasarkan cara pandang mereka dan kita harus menghargai itu. Dan cara pandang itu sendiri pun bisa kita upgrade dan update berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Inilah yang ingin saya bagi kepada mereka agar mereka lebih mengenal dan megetahui komputer lebih jauh lagi. Apalagi saya juga merupakan bagian dari komunitas mereka (walaupun lokasinya sangat berjauhan) dan saya juga menyukai dunianya anak-anak kecil, apalagi yang berhubungan dengan pendidikan dan dunia bermain (I’m lovin it).
Hari jum’at pun tiba, pagi-pagi sepupu saya sudah menelpon untuk siap-siap (Alhamdulillah saya sudah bangun, karena setelah sholat shubuh saya juga mau berziarah ke bapak saya yang kuburannya berlokasi di belakang rumah sepupu saya). Selesai ziarah, saya mendatangi rumah sepupu saya yang kondisinya masih tidur sehingga saya pun membangunkannya dan kami berbincang sebentar sambil menikmati snack yang disuguhkan oleh kakak dari sepupu saya tersebut.
Selepas dari rumah sepupu saya, saya pulang ke rumah untuk siap-siap pergi ke SDN Sobih 2, Kecamatan Burneh, Bangkalan dengan mengendarai sepeda motor. Sebelum pergi saya pamit dulu ke Ibu saya yang sedang berada di teras rumah :
Ibu : Mo kemana ???
Saya : Ke Sobih mo ngajar
I : Hah??? Ngapain ke sana??? Kan jauh abis itu becek banget (sebelum saya pegi memang sedang hujan rintik-rintik), apalagi ujan gini ujan (Ibu saya sudah mengethaui medan di sini karena dulu frekuensi ke daerah ini terbilang sering untuk urusan kantor )
S : kan mo ngajar, udah gpp, berangkat dulu ya
kemudian saya cium tangan beliau dan pamit mengatakan Assalamu’alaikum selanjutnya tancap gas menuju TKP.
Kami pun sampai ke sekolah SDN Sobih 2. Saya mengobrol, berdiskusi dan tukar pendapat dengan kepala sekolahnya sekalian meminta ijin agar diberikan waktu untuk mengajar beberapa jam saja (1 shift). Respon yang diberikan pun sangat positif sekali dan bahkan beliau bersedia memberikan waktu kepada saya tidak hanya satu hari tapi juga beberapa hari (semau saya saja…), tapi sayang saya hanya bisa sehari di sekolah itu karena keesokan harinya saya harus ke Surabaya lagi menemani Ibu saya untuk menghadiri dan membantu acara pernikahan anak dari adik laki-laki ibu saya (keponakan ya namanya….????…).
Saya pun masuk kelas, saya meminta sepupu saya untuk menyampaikan intro dulu terkait kedatangan saya ke sana, murid-murid tampak senang dan antusias. Intro selesai, sepupu saya masuk ke kelas 4 karena harus mengajar di kelas itu. Saya pun berdiri di depan kelas sendirian dengan ditemani tas ransel yang berisi laptop dan beberapa periheral yang lain. Saatnya saya mempresentasikan kemampuan saya dengan menggunakan pendekatan bahasa anak-anak, kebetulan saat itu kelasnya digabung antara kelas 5 dan 6 sehingga kondisi kelasnya menjadi sangat riuh. Tapi bersyukur saya bisa mengendalikan keriuhan tersebut dengan sedikit presentasi lisan yang saya tampilkan di depan kelas, dalam hal ini saya menawarkan kepada mereka terkait protokol (baca : bahasa) yang digunakan dalam komunikasi, mereka menjawab menggunakan bahasa Indonesia saja, namun karena iklim dan budayanya masih di Madura maka saya pun terbuai menggunakan bahasa Madura dalam komunikasi data saya dengan user-user yang ada di sana (user-user = Murid-murid).
Saya pun mengeluarkan laptop yang nongkrong dengan tenangnya dalam tas ransel saya, saya mulai memperkenalkan bagian-bagian laptop yang kemudian saya analogikan dengan bagian-bagian komputer biasa yang mungkin sudah pernah mereka lihat. Laptop seperti halnya PC biasa memiliki bagian-bagian yang hampir sama, seperti layar/monitor/LCD, keyboard, Mouse/touchpad dan sistem unit/processor. Hardware itu saja yang saya perkenalkan. Kemudian masuk ke bagian software, saya memperkenalkan tentang program applikasi yang menurut saya menarik bagi anak kecil, seperti applikasi untuk menonton dvd/vcd, mendengarkan lagu, mengetik dan beberapa program applikasi yang lain yang ringan dan mudah diingat oleh anak kecil. Pertama kali, saya mengajak mereka untuk menonton bareng, respon menjadi riuh kelasnya sehingga saya meninta mereka untuk kembali ke tempat duduk masing-masing agar tetap tenang dan menceritakan alur film tersebut secara singkat dan jelas dan saya pun memberikan umpan balik kepada mereka dengan cara menunjuk salah satu orang untuk menceritakan kembali film yang sudah ditonton dan diceritakan tersebut. Semuanya malu-malu dan tidak mau berbicara dan saya pun langsung "menembak" satu orang untuk menceritakan kembali dengan sambil menuntun dan mengarahkan ceritanya ketika dia gugup dan terbata-bata (adegan kali ini mirip dengan menjadi guru TK). Saya bertanya lagi, tentang hikmah dari film ini kepada murid-murid yang ada di sana, dengan meminta respon satu per satu dari setiap murid.
Setelah menonton, saya pun mengarahkan untuk mendengarkan musik bareng, sebenarnya saya ingin memutar lagu-lagu dangdut atau lagu-lagu anak kecil, tapi karena koleksi saya sangat minim, maka saya hanya bisa memutar lagu-lagu pop dan rock yang sering mereka dengarkan. Mereka pun mendengarkan dan sambil tertawa malu dengan senyum ditundukkan ke bumi. Melihat respon mereka yang demikian positif, saya semakin termotivasi untuk memberikan mereka hal-hal yang lain yang masih ada hubungannya dengan komputer tapi bisa menambah pengetahuan mereka untuk bidang studi yang lain, apalagi jika bukan bahasa inggris karena kebanyakan sekolah-sekolah di desa sangat minim sekali tenaga pengajar bahasa Inggris yang mumpuni. Untuk menambah koleksi vocabulary mereka, beberapa kali sering saya masukkan istilah komputer yang kemudian saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Selain applikasi audio dan video, saya juga memperkenalkan applikasi penampil foto yang dalam hal ini saya menampilkan beberapa koleksi album saya yang bersifat public foto (foto saya bersama-sama teman-teman saya dan bukan foto pribadi yang sendirian dan narsis).
Dari beberapa hal diatas, saya ingin mengajak dan menginformasikan kepada mereka bahwa komputer bukan hanya laptop dan PC tetapi applikasi komputer itu sangat beraneka ragam, seperti halnya Handphone yang mungkin sudah banyak yang memiliki, televisi yang hampir merata dimiliki oleh semua masayarakat di setiap segmen, radio yang sering mereka dengar dan peripheral yang lain yang dikontrol oleh mikrokontroller.
Setelah selesai mengajar di kelas 5 dan 6, sepupu saya meminta saya untuk mengajar di kelas 4, memang…muridnya tidak seberapa banyak di kelas sebelumnya, tapi merupakan kelas yang lebih muda dibandingkan dengan kelas sebelumnya, sehingga saya pun harus bisa menggunakan diksi yang tepat untuk berkomunikasi bersama mereka. Di hari yang sama, saya pun melanjutkan mengajar di kelas 4 dengan materi yang tidak jauh berbeda dengan materi kelas sebelumnya, namun dengan pembawaan yang cukup santai, serius dan agak-agak bermain tapi mendidik.
Well,sebenarnya mengajar seperti ini bukan pengalaman pertama saya, karena sebelumnya saya juga sudah pernah membuka kursus bahas Inggris di rumah atas dasar motivasi dari ayah saya, permintaan dari beberapa tetangga dan sepupu saya dan mengisi kekosongan waktu di rumah ketika SMU dulu.Atas dasar itulah, saya pun mengajar bahasa Inggris di rumah dengan jadwal seminggu 2 kali atau jika tidak masuk terserah kapan bisanya asalkan waktunya ba’da isya’. Mengajar di Sobih membuat saya serasa berada di dunia mengajar beberapa tahun yang lalu, bermain..bercanda..merayu anak kecil bahkan sampai menasihati anak kecil (that’s interesting experience and I won’t forget it). Terimaksih untuk Bapak Kuddin selaku kepala sekolah SDN Sobih, Fatim selaku sepupu saya dan guru di SDN tersebut serta beberapa guru yang rela memberikan waktunya untuk saya dalam mengajar komputer, terimaksih yang sebesar-besarnya saya haturkan kepada bapak-bapak dan ibu semua, karena dengan pengalaman ini membuat saya semakin membuka pikiran bahwa ternyata pendidikan itu sangat berharga dan pendidikan itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Hal ini tampak dengan perjuangan yang telah dipersembahkan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa ini yang rela jauh-jauh ke desa untuk memberikan ilmunya kepada murid-murid mereka agar menjadi generasi yang cerdas dan terdidik. Semoga saya bisa meneladani sikap dan sifat Bapak/Ibu yang tanpa pamrih dalam dunia pendidikan. Terkhusus untuk Bapak saya tercinta, saya haturkan terimakasih karena ilmu pendidikan yang telah ayahanda berikan dan bagi ketika saya masih kecil dulu baru saja saya buka lembar-lembarnya. Semoga ini menjadi amal jariah bagi ayahanda tercinta yang sudah berpulang ke rahmatullah, insyaAllah saya akan membuka lembar-lembar ayahanda yang lain yang bisa ananda jadikan pedoman untuk derap langkah ke depan.
To be continued (dengan judul "Menjadi Guru SD-Bagian 2")
Hallo semuanya!!! Baik teman-teman SK (Himtek) maupun non SK, tulisan berikut akan memuat tentang persiapan saya sebelum sidang skripsi.
Seperti biasanya, setiap akan melakukan suatu hal maka saya akan membuat rangkuman singkat secara tertulis mengenai hal-hal apa saja yang akan saya kerjakan saat itu. Sehubungan dengan persiapan sidang skripsi, maka malamnya saya membuat catatan dan rangkuman singkat yang menjadi pegangan buat saya ketika saya sidang. Catatan itu secara kebetulan saya temukan di dalam sebuah folder yang tersimpan di harddisk saya dan karena saya rasa bermanfaat, maka saya pun melakukan postingan terhadap file ini. Perlu diketahui bahwa file ini saya print dan saya bawa sebagai hands tool ketika sidang digelar (hanya 2 lembar kertas HVS saja..tergantung font size-nya..terserah teman-teman tipenya seperti apa). Isi dari file tersebut adalah sebagai berikut :
Sikap yang baik dalam sidang
Tenang (stay cool)
Mendengarkan + Mengerti kemudian Menjawab
Tahu kelemahan dan kekuatan diri
Cek ulang isi skripsi
Cepat Sadar Bila salah
/* Tips ini saya dapatkan ketika saya mengikuti briefing skripsi yang disampaikan oleh Ketua Jurusan Sistem Komputer di Kampus dimana saya kuliah */
Sebelum melanjutkan ke konten selanjutnya, maka perlu diketahui oleh teman-teman semua bahwa judul skripsi saya adalah "Studi Kelayakan Produk Sistem Keamanan Kendaraan Bermotor Berbasiskan Teknologi MMS"
Berikut ini merupakan lanjutan dari file saya (maaf..jika selalu diiringi dengan pesan sponsor), yang ini pure pegangan pribadi dan saya buat berdasarkan sudut pandang saya sebagai peserta sidang.
PEGANGAN UNTUK PRESENTASI :
1. Presentasi maximal 10 MENIT mengupas tentang INTI dari yang kita BUAT*
2. Metodologi jangan sampai SALAH!
3. Statistik adalah ilmu yang mengajarkan cara membuat simpulan. Statistik dipahami sebagai suatu cara untuk memahami populasi berdasarkan informasi yang diperoleh dari sampel.
4. Pengenalan produk terlebih dahulu meliputi :
Cara kerja produk : sensor alarm mendeteksi gangguan-sistem tambahan ini akan mengirim sms ke pemilik-pemilik melakukan miss-call-sistem mengirimkan gambaran situasi ke pemilik melalui MMS
Kelebihan produk : pengiriman sms dan MMS tidak mengenal jarak (selama masih ada sinyal operator), adanya routine khusus yang secara otomatis mampu mematikan kendaraan dalam waktu 5-10 menit sehingga kendaraan tidak bisa dibawa pergi jauh.
5. Skripsi ini merupakan pengembangan dari skripsi sebelumnya :
Tahun 2001, judul skripsi ”sistem keamanan kendaraan bermotor dengan menggunakan telepon sellular berbasiskan teknologi MMS” yang merupakan produk dari sistem yang akan dipasarkan. Skripsi juga mengikuti perlombaan pada Indosat Telco Project Competition 2005
Tahun 2002, pengembangan pasarnya tapi yang diteliti bukan pemilik kendaraan melainkan Supir.
Tahun 2003, analisa studi kelayakan, yang diteliti adalah pemilik kendaraan, survey ke show room (ternyata ia punya vendor sendiri untuk sistem keamanannya), produk ini sebaiknya ditawarkan ke bengkel modifikasi, ke kepolisian untuk mengambil data pendukung pencurian kendaraan roda 4 (R4)
6. Ingat tentang PEMASARAN :
Bapak Marketing sedunia ( Phillip kotler) dan bapak pemasaran indonesia (Hendrawan kartajaya)
- 4P (price,place,promotion,product), product disini merupakan Product Knowledge + 5C (Character,Capacty ,Capital, Condition, Coolateral)
- 4P untuk sisi produsen, 5C untuk sisi konsumen
3 kriteria dasar untuk orag marketing.
1. knowledge: pengetahuan yg luas dan dalam soal produk yg dia jual.
2. skill: keterampilan dlm menjual, termasuk komunikasinya, cara meyakinkan konsumen
3. attitude: sikap dan etos kerjanya, termasuk watak pembawaannya.
Aspek kelayakan suatu perencanaan bisnis, yaitu :
Aspek pemasaran
Aspek Tehnis Produksi
Aspek Yuridis
Aspek Organisasi dan Manajemen.
Aspek Finansial
ALUR PRESENTASI
SELF-QUESTION :
- Manfaat skripsi saya
- Apa kontribusi saya
- Apa nilai Ilmiahnya
- Apa nilai Ekonomisnya
- Apakah ada orang yang mau menggunakannya
A. Pengenalan Produk : 1. Aspek Ilmiah
2. Aspek Ekonomis
B. Studi Kelayakan : 1. Kualitatif
2. Kuantitatif :
Statistik -> Non Probability sampling-teknik judgmental/purpossive->DATA PRIMER—langsung dari sumber->Wawancara,angket,observasi->STATISTIK DESKRIPTIF
C. SIMPULAN :
Kelebihan dan kelemahan system
Respon thd sistem secara Umum (DKI Jakarta) dan Khusus (Per Jakarta)
D. SARAN :
Usulan system untuk ke depan
Posisi produk setelah ada kompetitor
Sebagai insan yang terlahir di Indonesia dan tumbuh serta berkembang di Indonesia dan kemudian menjadi warga negara Indonesia sudah sepatutnya saya bersyukur atas nikmat yang telah dilimpahkan olehNya atas ke-Indonesiaan saya ini. Pernyataan hati yang dapat saya ungkapkapkan untuk negeri ini adalah I Love You Indonesia.
Peribahasa yang sangat ears catching mengibaratkan negeri tercinta ini adalah Gemah Ripah Loh Jinawi karena kesuburan tanah di negeri ini, ada sedikit lirik yang bisa menggambarkan kondisi ini yang berbunyi "tanam jagung tumbuh jagung, tanam salak tumbuk salak, tanam tongkat tumbuh ginseng (:D..lirik tambahan yang ini). Sedangkan pada saat kerajaan Sriwijaya dan Gajahmada Indonesia terkenal dengan sebutan negeri maritim dan agraris. Betapa kayanya negeri ini, banyak kekayaan alam yang tersedia dan Tuhan telah berikan secara gratis untuk negeri kita ini, seperti : Lautan, Hutan, Pegunungan, Rempah-rempah, Sungai dan kekayaan alam lainnya. Tapi mungkin karena warga dan pemerintahnya memiliki kesibukan yang lain sehingga kami pun tidak sempat mengelola anugerah tersebut dengan baik. Serring keserbaadaan ini membuat kami menjadi bangsa yang manja sehingga kedelai saja harus impor padahal Indonesia adalah penghasil biji-bijian peringkat keenam dunia. Termasuk dalam golongan biji-bijian adalah beras, jagung, kedelai, kacang hijau dan lain-lain. Demikian juga dengan beras, Indonesia pun masih mengimpor padahal Indonesia penghasil beras nomer tiga dunia setelah China dan India. Tidak berhenti disitu saja prestasi yang didulang oleh republik tercinta ini, ia juga meraih peringkat produsen teh nomer enam di dunia, kopi nomer empat dan coklat nomer tiga. Juara demi juara pun disabet oleh negeri pemrakarsa nonblok ini,yang akhirnya mampu mencapai pucak juara, yaitu untuk pala, lada putih dan cengkeh. Sedangkan yang berada di posisi 2 besar di dunia adalah komoditas karet alam dan minyak sawit. Belum puas dengan prestasi-prestasi itu sang juara pun masih meraih juara yang lain, yaitu peringkat tiga untuk lada hitam.
Dari prestasi yang telah diraih ini, pantas saja jika dahulu kala Belanda adem ayem tinggal di Indonesia, tak terasa 350 tahun mereka menikmati hidup di bumi Indonesia, bagaimana tidak??? Nikmat alam yang didapatkan secara gratis membuat negeri itu enggan untuk memindahkan comfort zone ke wilayah yang lain. Belanda dengan VOC-nya mampu membangun negerinya tidak hanya di Belanda tapi juga di Indonesia, dampak secara sosial budaya pun terasa dari lamanya kekuasan tersebut, yaitu rakyat Indonesia menjadi rakyat yang feodal seperti halnya rakyat Belanda pada umumnya. Melihat keasyikan si Belanda di Indonesia, Inggris pun tak mau kalah ingin mencicipi santapan nusantara Indonesia, Inggris dengan EIC-nya mampu menginap di Indonesia dalam kurun waktu kurang lebih 3.5 tahun.
Sang juara menjadi rebutan negara-negara barat, karena limpahan alamnya menjadi faktor pendorong datangnya orang-orang luar ke Indonesia. Sebut saja Arab, India, Jepang, China dan negara-negara yang lain. Karena perebutan itulah menjadikan negeri ini semakin membludak saja penduduknya dari tahun ke tahun. Prestasi pun terukir kembali menjadi negara yang paling padat penduduknya setelah RRC.
Fenomena yang terjadi di Indonesia ini pun menjadi pelajaran dan riset yang berharga bagi kaum imperialis dan kapitalis di negeri-negeri sebrang sana. Ya, kekayaan alam yang melimpah, jumlah penduduk yang banyak dan masih dalam kategori negera sedang berkembang. Alih-alih mengulurkan bantuan pun disodorkan untuk Indonesia dengan dalih untuk membantu pembangunan di Indonesia namun apa yang terjadi dengan bantuan tersebut Indonesia Makin Fakir saja sehingga membuatnya tergantung terhada negara donor. Negara donor pun tidak mau rugi, dalam kondisi keterjepitan Indonesia itu pun ia menyodorkan serangkaian kontraprestasi yang banyak merugikan bangsa Indonesia, namun untung bagi pihaknya dengan cara melakukan interfensi dalam kebijakan moneter dalam negeri Indonesia sehingga menyebabkan harga komoditas utama menjadi murah dan ketika komoditas tersebut telah terbeli dan dijual kembali oleh mereka harganya menjadi naik berkali-kali lipat. Seperti dikutip dari majallah gatra :
"Ada kepentingan luar yang tidak menginginkan kita tenang. Seperti kita simak di buku The Confessions of an Economic Hitman karangan John Perkins. Pengarangnya mengaku bahwa ia ikut melakukan rekayasa untuk membuat ekonomi negara berkembang bergantung pada negara kuat. Dan dalam buku itu disebutkan bahwa Indonesia menjadi target mereka. Lebih mengagetkan dari pengakuan John Perkins, banyak lembaga dunia yang selama ini kita percaya akan membantu ternyata bagian dari konspirasi tersebut. Luar biasa!
Termasuk IMF. Lembaga berkedok pendanaan (funding) itu menganjurkan penjualan 300.000 hektare kebun kelapa sawit milik Salim yang diambil alih BPPN, lalu "dimenangkan" oleh Gudri. Apakah ini bukan rekayasa asing? Pada waktu itu, harga CPO US$ 220 per ton. Hari ini melesat hingga US$ 800 per ton. Kita jual kebun sawit dengan harga Rp 12 juta per hektare. Hari ini, harganya melonjak hingga Rp 75 juta per hektare.
Begitu pula CCB (container crude barrier) yang dijual pada waktu harga baja sangat murah. Sekarang harganya naik berlipat-lipat. Itu bukti bahwa kita diakali oleh kepentingan luar. Kini tidak boleh ada yang mengakali kita."
untuk itulah, sebagai warga negara marilah kita cintai Indonesia dengan ke-Indonesiaan yang kita miliki, mulailah cintai Indonesia dari yang sekatarian (per sektor) yang kita pahami tentang Indonesia. Jangan melihat dari semua hal jika kita tidak memiliki filter yang bagus dari dalam diri kita tentang Indonesia, karena hanya akan akan menambah daftar orang Indonesia yang tinggal di Indonesia tapi kerjaannya hanya mencaci Indonesia tanpa membuat sedikit persembahan yang bernilai. Dimulai dari yang sedikit dan yang kecil dan dari diri sendiri untuk kemudian imbasnya kepada orang lain.
I LOVE INDONESIA.
Sudah 2 tahun lumpur lapindo menggenangi wilayah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur dan sekitarnya, sampai sekarang pun masih belum ada solusinya. Lumpur ini pun melebarkan sayapnya hampir ke semua wilayah yang ada di sekitar Sidoarjo. Secara tidak langsung, warga yang tinggal di daerah sekitar pun mengungsi ke wilayah lain bahkan wilayah baru yang bebas lumpur. Secara tidak langsung juga lumpur ini mengusir para pemilik lahan dari wilayahnya.
Banyak pakar yang sudah memberikan solusi atas lumpur Lapindo ini, namun apa yang terjadi??? Solusi hanya sekedar wacana publik saja dan menjadi perang teori antar pakar dan akhirnya menjadi adu kepintaran saja. Pemerintah sebagai pelaksana dan penanggung jawab atas permasalahan rakyat sudah seharusnya mengambil sikap tegas dan keputusan nyata atas peristiwa yang terjadi di Porong ini. Namun apa yang terjadi???? Lumpur Lapindo dibiarkan begitu saja, membenamkan rumah-rumah warga yang ada di sekitarnya, political will pemerintah kurang bisa diwujudkan dengan sungguh-sungguh untuk menuntaskan aliran lumpur lapindo ini. Si lumpur dapat dengan bebas berkeliaran ke wilayah-wilayah yang lain yang masih belum tergenang lumpur.
Ada apa sebenarnya dengan wilayah ini????Sehingga penyelasaian atas maslah lumpur ini tidak kunjung berakhir, lumpur semakin menenggelamkan rumah warga dan secara demografis pun membuat wilayah di sekitar lumpur menjadi sepi penduduk bahkan mungkin nanti merupakan lahan kosong yang hanya berisi lumpur dan kawan-kawan. Adakah maksud dan tujuan dari semua ini??? Politikkah ini????Hmmm, sebagai orang awam saya tidak mengerti tentang kepentingan politik apa yang sedang dirancang melalui semburan lumpur ini, boleh jadi menguntungkan mereka dan membuat kuantitas rakyat miskin negeri ini semakin bertambah. Atau boleh jadi perekonomian negeri ini menjadi semakin meningkat lajunya dikarenakan pemanfaatan lahan ini untuk pembangunan atau pengembangan suatu industri tertentu. Tidak bisa memberikan jawaban yang pasti untuk hal ini??? Karena saya hanya sebagai pengamat, satu pernyataan yang bisa diberikan adalah "kita tunggu saja apa yang terjadi karena Lapindo".
"Gong xi fa chai, xin nian kuai le, nian nian you yu" (semoga tahun-tahun yang akan datang menjadi makmur), inilah ungkapan yang acapkali kita denger ketika Imlek (tahun baru China) menjelang. Xin Cia 2008 yang akan jatuh pada tanggal 7 Februari 2008 disambut sangat antusias sekali oleh masyarakat Indonesia keturunan tionghoa.
Perayaan Imlek dari tahun ke tahun semakin semarak saja, sampai-sampai sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat Indonesia yang bukan keturunan tionghoa. Transparansi dan kemeriahan imlek ini berawal ketika Bapak K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden. Untuk warga negara Indonesia keturunan tionghoa sosok Gus Dur menjadi sangat penting sekali dalam memberikan khasanah dalam kebhinekaan negeri ini.
Kemeriahan imlek ini pun tampak dari padatnya jumlah pengunjung mall dan pasar swalayan di wilayah Jakarta, seperti halnya di daerah kota, Jakarta. Menjelang 4 hari sebelum imlek, sebagaian besar warga negara keturunan tionghoa memadati mall/pusat pertokoan untuk berbelanja kebutuhan imlek, seperti baju, makanan, pernak-pernik dan lain-lain. Nuansa mall pun ikut memerah juga menyambut datangnya imlek ini.Kondisi riil yang saya lihat sendiri adalah di kawasan mall gajah mada (atau yang lebih dikenal GMP–> Gajah Mada Plaza), tepatnya di Hypermart, dalam hal ini petugasnya melakukan reload trolley setiap sejam sekali dan antrian kasir pun sangat padat merayap sekali tanpa harapan rasanya jika tidak sabar menunggu.
Hal yang cukup menjadi perhatian adalah banyak dari mereka yang berbelanja jeruk lokam mandarin sampai berkardus-kardus dan hal ini sempat dipertanyakan oleh teman saya. Pertanyaan ini pun saya tampung untuk kemudian saya menanyakannya pada teman saya yang memiliki garis keturunan tionghoa dan terlibat langsung dengan pesta perayaan ini.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari teman saya yang beraal dari pulau Bangka. Dia menyatakan bahwa ketika imlek tiba maka setip rumah atau keluarga meyediakan makanan dan buah-buahan yang nantinya akan dinikmati oleh tamu dan saudara-saudara yang berkunjung dan yang lebih penting lagi adalah bahwa makanan tersebut (termasuk di dalamnya buah-buahan) akan dijadikan sebagian sajian ke leluhur (dikenal dengan "Sesajen"). Kenapa harus jeruk mandarin lokal?????, sebenarnya tidak ada keharusan untuk menyediakan jeruk jenis ini, dikarenakan praktis dan mobilitasnya tinggi maka mayoritas peraya imlek menyajikan buah ini. Masih menurut sumber yang sama, sebenarnya selain jeruk jenis ini ada juga jenis buah-buahan lain yang disediakan, seperti : klengkeng, leci dan lain-lain (yang tidak membutuhkan alat bantu yang merepotkan untuk menyantapnya). Dan menurut sumber yang berbeda lagi, kenapa jeruk lokam ???, dia mengatakan bahwa pada bulan-bulan imlek sedang musim jeruk mandarin lokam. Jika bisa saya analogikan kondisi ini dengan kondisi bulan ramadhan, maka jeruk mandarin lokam sama dengan mentimun suri, yang hanya beredar dan musim-musimnya pada bulan tertentu saja. Sebenarnya pada bulan-bulan yang lain, buah jenis ini ada, namun karena push dan keinginan dari pasar tidak begitu banyak sehingga mendorong buah-buahan jenis ini pada bulan-bulan yang lain tidak begitu terdongkrak tingkat penjualannya.
Adapun untuk ritual xin cia itu sendiri adalah sebagai berikut (menurut sumber yang berbeda lagi) :
- Pada malam xin cia, mereka mengadakan acara makan bersama keluarga inti.
- Ketika xin cia tiba-tiba, mereka mengunjungi rumah sanak saudara (yang lebih muda mengunjungi yang lebih tua).
- Dalam kunjungan tersebut, terjadi transaksi bagi-bagi anpao (baca :uang), dari sanak saudara yang sudah menikah dan bekerja (ingat ya! ada kata "dan" yang berarti 2 kondisi harus dipenuhi), bagi yang sudah bekerja tapi belum menikah tidak wajib memberikan angpao. Selain acara bagi-bagi angpao juga terdapat acara makan-makan bersama atas makanan yang sudah disajikan oleh tuan rumah. Jika dipikir-pikir, perayaan xin cia ini hampir mirip dengan lebaran, ada acara pembagian sedekah dan silaturrahim (saling mengunjungi saudara-saudara yang jauh maupun dekat).
Terlepas dari itu semua, saya sangat salut sekali dengan beberapa teman saya yang rela pulang kampun untuk menyambut perayaan ini dengan alasan bahwa sebuah hal yang langka bisa kumpul-kumpul bersama anggota keluarga, baik yang besar maupun kecil. Masyarakat tionghoa saja bisa meletarikan dan memberikan nuansa tersendiri bagi budayanya, khususnya dan bagi budaya Indonesia , umumnya,kenapa kita yang juga sama-sama bagian dari pembentuk budaya Indonesia tidak mampu membuat warna tersendiri bagi khasanah budaya bangsa kita, karena Indonesia adalah bangsa bhineka Tunggal Ika (Berbeda tetapi tetap satu jua….SD banget bahasa saya).Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan