Konspirasi Dibalik Lumpur Lapindo
Sudah 2 tahun lumpur lapindo menggenangi wilayah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur dan sekitarnya, sampai sekarang pun masih belum ada solusinya. Lumpur ini pun melebarkan sayapnya hampir ke semua wilayah yang ada di sekitar Sidoarjo. Secara tidak langsung, warga yang tinggal di daerah sekitar pun mengungsi ke wilayah lain bahkan wilayah baru yang bebas lumpur. Secara tidak langsung juga lumpur ini mengusir para pemilik lahan dari wilayahnya.
Banyak pakar yang sudah memberikan solusi atas lumpur Lapindo ini, namun apa yang terjadi??? Solusi hanya sekedar wacana publik saja dan menjadi perang teori antar pakar dan akhirnya menjadi adu kepintaran saja. Pemerintah sebagai pelaksana dan penanggung jawab atas permasalahan rakyat sudah seharusnya mengambil sikap tegas dan keputusan nyata atas peristiwa yang terjadi di Porong ini. Namun apa yang terjadi???? Lumpur Lapindo dibiarkan begitu saja, membenamkan rumah-rumah warga yang ada di sekitarnya, political will pemerintah kurang bisa diwujudkan dengan sungguh-sungguh untuk menuntaskan aliran lumpur lapindo ini. Si lumpur dapat dengan bebas berkeliaran ke wilayah-wilayah yang lain yang masih belum tergenang lumpur.
Ada apa sebenarnya dengan wilayah ini????Sehingga penyelasaian atas maslah lumpur ini tidak kunjung berakhir, lumpur semakin menenggelamkan rumah warga dan secara demografis pun membuat wilayah di sekitar lumpur menjadi sepi penduduk bahkan mungkin nanti merupakan lahan kosong yang hanya berisi lumpur dan kawan-kawan. Adakah maksud dan tujuan dari semua ini??? Politikkah ini????Hmmm, sebagai orang awam saya tidak mengerti tentang kepentingan politik apa yang sedang dirancang melalui semburan lumpur ini, boleh jadi menguntungkan mereka dan membuat kuantitas rakyat miskin negeri ini semakin bertambah. Atau boleh jadi perekonomian negeri ini menjadi semakin meningkat lajunya dikarenakan pemanfaatan lahan ini untuk pembangunan atau pengembangan suatu industri tertentu. Tidak bisa memberikan jawaban yang pasti untuk hal ini??? Karena saya hanya sebagai pengamat, satu pernyataan yang bisa diberikan adalah "kita tunggu saja apa yang terjadi karena Lapindo".