Bayang-bayang ketua
Sudah 2 kali terjadi pergantian ketua, tapi tetap saja diuber-uber oleh teman-teman dari permasalahan akademis dan birokrasi kampus, operasional organisasi, acara non organisasional maupun non akademis dan hal-hal lain yang menyangkut sistem komputer dan sekitarnya….alamak!!!!kadang-kadang ada celetukan dari teman yang mengatakan "udah..lo kan presiden himtek",jika sudah dibilang seperti ini biasanya saya nyengir aja dan berusaha mengalihkan topik ke hal-hal yang tidak berbau ketua Himtek. Saya sudah tegaskan kepada mereka bahwa saat ini (saat itu) saya bukan ketua Himtek lagi, saya hanya rakyat biasa sehingga jika ada permasalahan-permasalahan yang menyangkut organisasi dan kampus silahkan ditanyakan kepada ketua yang memegang tampuk kepemimpinan. Selain itu, saya juga sudah mencoba untuk menjaga jarak agar mereka lebih dekat dengan ketua yang baru, namun apa yang terjadi???? semakin saya menjauh, semakin dekat saya dengan mereka, jika saya tidak bisa ditemui di kampus biasanya mereka langsung mendatangi ke kosan saya atau mungkin di tempat lain yang menjadi tempat favorit saya (semua tempat adalah favorit bagi saya).
Dengan kondisi ini, saya sangat bersyukur sekali karena hal ini membuat saya menjadi semakin banyak belajar dan memahami kerangka berpikir setiap generasi serta bisa belajar bagaimana cara membuat keputusan dan menjadi orang yang lebih baik lagi.
NB : klo berhubungan ama mata kuliah koding tolong jangan tanyakan ke saya, yang lain-lain masih bisa saya cari-cari pendekatannya dan menjelasakan berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang saya miliki.
Dari Himtek saya banyak mendapatkan hal-hal baru dan pemahaman dalam menjalani hidup, terimakasih teman-teman sudah pernah mempercayai saya untuk menjadi ketua, walaupun saya belum bisa memberikan apa yang sudah saya dapatkan di Himtek secara merata kepada teman-teman semua. Solidarity for mindfacturing adalah motto kita, mari kita wujudkan tidak hanya di black jacket kita tapi juga di dalam kehidupan kita.
Cintai apa yang kita miliki, Miliki apa yang kita cintai by Andrie Wongso