Bismillahirrohmnirrohim,
Ketika nabi Sulaiman ditawarkan untuk memilih antara Ilmu dan Harta maka beliau pun menjawab bahwa beliau memilih ILMU karena dengan ilmu bisa mendapatkan harta. Berbicara tentang ilmu memang selalu erat kaitannya dengan jenjang pendidikan formil yang ada dan berlaku di suatu kawasan atau regional. Namun, tidak demikian dengan Islam, Islam mengajarkan umatnya untuk memaknai ilmu secara global dan tidak hanya bersifat temporer belaka.
Menurut islam, ada 2 jenis ilmu, yaitu ilmu dunia dan ilmu akhirat. Adapun komposisi dalam meraih kedua jenis ilmu ini hendaklah berimbang karena akan semakin membuat manusia menjadi lebih bersykur dan bepikir bahwa ilmu yang telah beliau dapatkan punya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmu yang Allah miliki untuk mengatur langit dan bumi beserta isinya dan mengatur kehidupan akhirat yang tidak seorang pun manusia yang dapat membedahnya dengan teori apapun.
Itulah ilmu Allah yang tanpa batas dan multidimensi. Sedangkan ilmu manusia hanya sepersekiannya dan tidak ada apa-apanya, jadi buat apa membanggakan ilmu yang dimiliki jika tidak bisa memanfaatkan ilmu itu dengan baik dan demi kemaslahatan orang banyak. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah bukan orang yang gelar keilmuannya banyak dan jenjang pendidikannya tinggi, tapi yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Untuk itulah harus diimbangkan kadar dan komposisi antara ilmu dunia dan akhirat. Kenapa begitu???karena tidak ada suatu yang abadi di dunia ini, keabadian hanyalah milik Allah semata. Bersyukur dan senantiasa menjadi insan yang berpikir atas nikmat dan rahmat yang telah dikaruniakan oleh Allah juga merupakan bagian dari pencarian ilmu.
Ilmu yang sebenarnya adalah ilmu yang bisa meningkatkan rasa ketaqwaan kita terhadap Allah SWT yang sennatiasa membimbing kita menjadi manusia yang mengerti peran dan manfaat kita dalam eksistensinya di dunia. Menurut Islam, ada 3 amalan jariyah (amalan yang terus menerus berjalan), yaitu :
1. Do’a anak shaleh terhadap orang tuanya
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Shodaqah Jariyah.
Untuk itulah
Banyak sekali keutamaan ilmu, tergantung bagimana kita memaknainya karena kita adalah subjek dan sekaligus objek dari applikasi ilmu yang ada. Manfaatkan ilmu yang ada untuk kemaslahatan orang banyak niscaya Allah akan menganugerahkan ilmu yang lain yang tidak pernah kita duga-duga sebelumnya.
Robbishrohli Sodri Wayassirli Amri Wahlul Uqdatam Millisai Yafqahu Qauli.