Tradisi Makan Campur
Berbicara tentang makan campur tentunya sudah tidak asing lagi di telinga, perasaan, jiwa dan raga sebagian besar mahasiswa sistem komputer, apalagi mereka yang telah ikut Orbit (>= angkatan 2003), Ballet (=angkatan 2004) dan Reborn (angkatan 2005 sampai dengan sekarang). Karena kapasitas saya di sini adalah sebagai angkatan 2003 dan mantan pengasuh Himtek, maka ijinkanlah saya untuk sedikit memberikan gambaran serta tujuan dari makan campur itu sendiri.
Secara bahasa, definisi makan campur adalah makanan yang dicampur-campur dengan makanan tambahan yang lain. Namun, secara Himtek, makanan campur adalah makanan yang dinikmati secara bersama-sama oleh peserta latihan dasar kepemimpinan khususnya, dan panitia pada umumnya dengan porsi yang sudah ditetapkan dan harus habis tanpa menyisakan nasi satu butir pun dengan dinikmati secara bersama secara adil dan penuh empati satu dengan yang lainnya. Berikut akan saya paparkan secara singkat resep makan campur mulai dari angkatan 2003 sampai dengan angkatan 2007.
Makanan campur ala 2003 adalah makanan pokok (nasi, sayur, lauk) yang ditambah dengan beberapa komponen, seperti minyak tanah, biskuit, tanah, air, abu rokok yang dimasukkan ke dalam trash bag (kantong palstik besar) dan diaduk secara bergantian oleh tangan-tangan peserta orbit yang tanpa melalui proses pencucian tangan. Sebelum makan, kita (peserta) melalukan push up terlebih dahulu yang tanahnya lembab dan basah karena hujan (bisa anda bayangkan bagaimana kondisi tangan kita). Bagaimana perasaan kita menghadapi situasi ini????jawabannya adalah tetap enjoy dan menghabiskan makanan tanpa ada sisa sedikit pun, setiap butir nasi yang jatuh itu adalah hukuman terhadap jumlah push up yang akan kami lakukan….So!!!!lebih baik menghabiskan makanan!!!!!.
Sementara angkatan 2004, berdasarkan pengamatan yang saya lihat di lapangan (karena saat itu saya menjadi panitia bagian konsumsi), makanan dimasukkan ke dalam trash bag dan dicampurkan dengan makanan-makanan yang ada di dapur, mulai dari sprite, biskuit, unknown makanan dll. Saat itu, saya sendiri tidak tahu teknis di lapangan seperti apa..saya hanya menyediakan makanan dan untuk masalah campur mencampur makanan saya tidak ikutan. Jadi untuk angkatan 2004 ini saya tidak bisa menceritakan secara mendetail.
Angkatan 2005 merupakan angkatan dimana saat acara pelatihan dasar dan kepemimpinan (Baca: Reborn 2005) saya bertindak sebagai penanggung jawab dan ketua acara. Beberapa konsep yang saya masukkan menjadi bagian dari acara ini, khususnya yang berkaitan dengan makan campur. Saya memasukkan beberapa ide untuk makan campur bagi angkatan 2005 ini, yaitu makan campur tanpa menggunakan trash bag tapi nampan, ada sesi dimana ada 1 hari peserta masak sendiri dan mencampur makanan sendiri (hal ini saya dapatkan di Pramuka semasa SD dan SMP dulu yang kemudian saya kombinasikan menurut ukuran mahasiswa), memasak tidak memakai kompor melainkan menggunakan tungku dan kayu bakar (hal ini berkaca pada kehidupan masayarakat desa yang sebagian besar masih menggunakan tungku). Konsep dan ide ini pun direalisasikan, saya sadari bahwa sebagian besar peserta adalah cowok yang secara umum tidak bisa memasak dan untuk cewek-ceweknya mungkin bisa memasak tapi terbiasa dengan menggunakan kompor gas. Ketika sesi ini dipraktekkan, ada 2 manfaat yang diperoleh, yaitu mengurangi tugas panitia konsumsi untuk memasak dan mengajarkan kepada peserta supaya bisa memasak dengan kondisi apapun juga. Dalam 1 hari, peserta memasak sendiri, hasilna nikmati sendiri dan jika ada sisa maka makanan disimpan untuk dinikmati di jadwal makan selanjutnya. Para peserta pun memasak dengan alat dan bahan ala kadarnya, berdasarkan pemantauan tidak ada peserta yang menanyakan ketidaktahuan mereka tentang bagimana cara memasak padahal dalam konsep yang saya bikin saya menginginkan peserta proaktif dan menanyakan jika ada yang tidak diketahui. Atas hasil karya mereka itu, kami sebagai panitia pun mengumpulkan mereka dan membuat lingkaran agar mereka dapat menikmati makakanan yang telah mereka masak secara bersama. Kemudian kami meminta mereka untuk mencampur makanan-makanan tersebut dalam satu nampan dengan memasukkan semua tangan mereka ke dalam satu nampan (tanpa cuci tangan pastinya) dan kemudian saling menyuapi satu sama lain (indahnya kebersamaan!!!!!Ajib..Ajib..Ajib).
Hal ini juga berlaku untuk angkatan 2006 dan 2007, namun untuk kedua angkatan ini tidak dimasukkan sesi memasak sendiri (hal ini bergantung kebijakan dari penanggung jawab dan ketua acara).
Mungkin anda berpikir bahwa kami (panitia atau pengurus Himtek) tidak manusiawi memperlakukan mereka….sebentar dulu!!!!Anda jangan negatif thinking dan mudah menuduh seseorang dengan alibi personal. Kami membuat ini semua dengan cara demikian untuk mendidik mereka agar menjadi insan yang manusiawi, peka terhadap kondisi di luar yang masih banyak kekurangan makan serta belajar untuk menjadi manusia yang senantiasa bersyukur. Kami tahu bahwa di rumah, mereka tidak akan mendapatkan perlakuan demikian, tapi harap digaris bawahi bahwa ketika mereka memasuki dunia organisasi mereka adalah murni personal yang akan dibentuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dewasa dan tidak manja. Semoga sikap ini bisa terimbas juga di lingkungan keluarga dimana dia tinggal.
Kebetulan saya masih mencicipi masa Orbit 2002 yang penuh kesan, dimana masa2 tersebut masih banyak senior2 yang dari angkatan 98 dan 99 dan yang menjadi panitia adalah angakatan 00 dan 01. Kami merasakan gemblengan dari para Senior di SK yang membuat kita merasa jengkel dan marah pada saat acara tersebut berlangsung. Tapi setelah acara tersebut selesai saya sendiri merasakan suatu hikmah yg mendalam dimana kita diajar untuk menjadi pribadi yg solid, bertanggung jawab , dan tentunya tidak manja. Saya sangat setuju kepada Junior di SK untuk terus mengadakan tradisi seperti ini karena akan banyak membawa manfaat bagi para peserta (terutama anak SK yang baru masuk). Bravo HIMTEK…
Comment by Tony (SK 2002) — November 6, 2008 @ 7:10 pm
saya angkatan 2005…
ikut merasakan yang namanya REBORN 05..
hasilnya muanteppp..
meski disana kita merasa tidak nyaman, tersiksa, dsb. hasilnya saya merasa terbentuk dari acara itu. HIMTEK emang MUANTHEPPPP…!!!!!
HIMTEK BERKUASA HIMTEK MEMANG DIGJAYA…HIMTEK!!!HIMTEK!!! TIDAK ADA LAWANNYA..!!!!!
Comment by Andianto — January 20, 2009 @ 11:57 am