My Virtual Voice

March 26, 2008

POINT to POINT PROTOCOL (PPP)

Filed under: CISCO-CCNA

PPP 

Pengenalan HDLC (High Data Link Control)

HDLC merupakan standar yang diciptakan oleh ISO (International Standar Organization) untuk protokol data link untuk komunikasi yang sifatnya synchronous. HDLC banyak digunakan sebagai basic untuk beberapa protokol layer 2 lainnya yang banyak bermuculan seiring perkembangan teknologi WAN, diantaranya : SDLC,SS7,LAPB,LAPD, dll.

* SS = Signalling System 

Sebelum beralih ke pembahasan HDLC lanjutan ada tambahan sedikit terkait dengan penggunaan  protokol layer 2 dari teknologi WAN yang digunakan.

Protokol layer 2                                         Teknologi WAN
————————————————————-
LAPB (Link Access Procedure Balance)           | X.25
LAPD (Link Access Procedure D Channel)        | ISDN D Channel
LAPF (Link Access Procedure for Frame Relay) | Frame Relay
————————————————————–

HDLC juga menjadi basic protokol layer 2 untuk PPP yang menjadi standar protokol layer 2 yang cukup populer. Selain itu, beberapa vendor juga membuat versi proprietarynya dari HDLC, seperti misalnya CISCO. Cisco menerapkan sedikit perubahan dari header HDLC yang akan menentukan tipe protokol network layer yang digunakan sehingga memungkinkan beberapa protokol layer 3 untuk berkomunikasi menggunakan satu jalur yang sama. Protokol layer 3 yang yang didukung diantaranya adalah IPX dan DECnet.

HDLC merupakan protokol encapsulation yang dipakai di interface serial router cisco, untuk menerapkannya menggunakan protokol :
Router(config-if)#encapsulation hdlc

Ada 3 tipe frame pada HDLC :
1. U-frame/Unnumbered frame –> digunakan untuk link management seperti connection/call setup dan mode apa yang digunakan.
2. I-frame/Information frame –> berupa frame yang membawa informasi yang akan dikirim.
3. S-frame/Supervisory frame –> frame yang digunkan untuk fungsi flow dan error control.

POINT TO POINT PROTOCOL

PPP mempunyai 2 buah sub layer, yaitu :
1. LCP (Link Control Protocol), digunakan membangun jalur point to point, menegosiasikan beberapa option-option.
2. NCP (Network Control Protocol), untuk menentukan tipe layer 3 yang digunakan. 

PPP dapat digunakan untuk komunikasi synchronous dan asynchronous dan dapat menegosiasikan fungsi-fungsi tambahan diantaranya :

- Authentication, melalui PAP dan CHAP
- Link Quality Determination, melalui variable quality
- Error Detection, melalui variabel magic number
* Magic number merupakan random number dari satu peer ke peer yang lain.
- Multilink, menggabungkan 2 atau lebih jalur serial
- Call back, melakukan pengetesan dengan mengirim panggilan balik
- Compression, stacker/predictor 

3 Fase PPP :
A.Link Establishment PPP–>B.Authentication Phase (optional)–>C.NCP Phase

***
A. pada fase ini, beberapa option akan dinegosiasikan antara sender dan receiver diataranya multilink,compression, dsb.
B. pada tahap ini, metode autentikasi dan link quality berjalan. Sender/receiver harus bisa membuktikan bahwa dirinya adalah benar sebagai yang diklaim.
C. pada proses ini, layer 3 yang digunakan dinegosiasikan, dan setelah itu baru akan diteruskan ke layer diatasnya.

PPP berjalan pada saat inisialisasi dan akan terus aktif sampai :
- proses LCP/NCP menutup link tersebut
- idle timernya habis
- intervensi pengguna 

Isi dari frame PPP :

- flag (01111110)
- address (1111 1111 -> broadcast)
- control (0000 0011 –> data siap ditarnsmisikan)
- protocol (tipe dari layer 3)
- data
- frame check sequence (FCS) 

Tipe autentikasi pada PPP :

1. Password Authentication Protocol (PAP)
- two way handshake
- remote peer mengatur frekuensi dan timing login attempt
- tidak aman, karena password dikirim secara clear text
- pasangan user name dan password dikirim berkali-kali sampai authentikasi tercapai atau koneksi terputus. 

2. Challenge Handshake Authentication Protocol (CHAP)
- three way handshake
- menggunakan metode hashing dan MD5 untuk mengencrypt password
- local remote mengatur frekuensi dan timing login attempt
- dinegosiasikan secara periodek selama jalur masih aktif 

Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan