Jangan menyerah
Bismillahirrohmanirrohim,
Sebagaimana salah satu isi surat yusuf : "Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah….". Isi surat Yusuf ini juga sering dituturkan oleh Aba (Baca : Bapak, red) saya ketika kita (baca : anak-anak beliau) berkumpul. Walaupun waktu itu saya masih kecil, saya hanya bisa menghafalkannya saja tanpa saya mengerti maknanya apa karena kebetulan yang sering mendapat taushiyah ini adalah kakak-kakak saya, terutama mbak Fifik. Mbak Fifik pun sering mengulangnya dengan menceritakan kembali kepada saya.
Walaupun jasad beliau sudah tidak lagi di dunia (Allahumma fighlahu waa afihu wa’fu anhu), namun taushiyah-taushiyah yang telah neliau berikan amat berharga dalam setiap perjalanan yang sedang dan akan kami lalui nanti. Jangan menyerah dan terus berusaha serta jangan malas itulah tagline yang sering difloorkan oleh ayahanda kami tercinta. Ketika kami mengalami suatu permasalahan dalam memerankan lakon kami masing-masing beliau selalu memberikan taushiyah dan semangat agar kami bangkit sendiri dari permasalahan kami.
Dalam al qur’an juga disebutkan : "Allah tidak akan membebankan suatu kaum diluar batas kemampuan hambanya". Setiap masalah yang diberikan oleh Allah kepada kita sudah diperhitungkan bobot dan kapasitasnya dengan suatu tujuan agar semakin ingat dan dekat denganNya. Mungkin setiap orang memiliki masalah yang sama, namun dengan kekuasaan Allah setiap orang memiliki cara padang yang berbeda atas kesamaan masalah tersebut. Dengan berpikir dan berpandangan secara positif insyaAllah ada penyelesaian dari setiap masalah yang kita hadapi. "Tidak ada sehelai daun yang jatuh satu pun melainkan atas kehendak Allah". Sehelai daun saja jatuh atas kehendak Allah apalagi setiap permasalahan hidup yang kita, Allah telah sediakan seperangkat solusi yang bisa dijemput kapan pun manusia mau. Ingat!!!! menjemput solusi bukan menunggu datangnya dari langit, Islam mengajarkan kita bukan untuk menjadi seorang pemalas dan penanti sejati, tapi Islam mengajarkan kita bagaimana menjadi orang yang pantang menyerah dalam mencari rahmat Allah.
Rahmat Allah bertebaran di langit dan bumi dan itu tergantung cara pandang kita bagaimana cara kita menjemput rahmat itu. Rahmat Allah tidak hanya berwujud materi belaka, tapi juga ketenangan jiwa.."Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang". Ketika hati menjadi tenang maka energi positif dalam diri pun terurai untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang dihadapi dengan cara yang benar berdasarkan petunjuk dan tuntunan hati.
Akan selalu ada pelangi setelah hujan reda, sederas apapun hujan yang mengguyur bumi ini pasti akan ada pelangi yang muncul setelahnya, begitu pula dengan kita menyikapi masalah, bagaimana pun beratnya ketika semuanya telah dipasrahkan kepada Allah maka insyaAllah ada jalan keluar bahkan dengan cara yang tidak pernah kita duga-duga jalan keluar itu datang. Semua itu tergantung kepada diri kita bagaimana kita menyikapi masalah yang kita hadapi. Menyalanhkan diri sendiri atau menyalahkan orang lain itu tergantung bagaimana pemahaman dan pola pikir kita. Atau bisa juga menikmati semua yang terjadi dengan kemampuan yang ada dengan menganggap bahwa semua hal yang terjadi adalah bagian nikmat Allah yang merupakan ujian serta pelajaran hidup untuk menuju ke langkah selanjutnya dan tentunya dengan ujian yang lebih beragam dan tinggi tingkatannya dari sebelumnya. Jalani dan terus melangkah….Ikhlas dan Perbaiki diri.
// Sebuah persembahan untuk orang-orang tercinta dan tersayang yang senantiasa mengajarkan kepada saya tentang arti KETEGARAN dan PELAJARAN HIDUP….Semoga Allah senantiasa membalas setiap hal yang telah kalian berikan…Semoga kebaikan dan nikmat yang saya rasakan, kalian pun dapatkan lebih dari itu bahkan berkali lipat..Amin Yaa Dzal Jalali Wal Ikram…//