Tanda-tanda hati beriman
Bismillahirrohmnirrohim,
Rasa tidak pede (percaya diri, red) menyelimuti diri ketika akan memposting tulisan ini, namun dorongan hati membuat hal ini menjadi sebuah softcopy yang insyaAllah akan memberikan trigger yang signifikan untuk diri sendiri dan untuk orang lain juga agar senantiasa meng-update hati menuju nilai-nilai ilahiyah yang lebih bermakna.
Melalui torehan 2 lembar kertas yang saya minta dari teman saya dan pena yang saya pinjam dari salah seorang yang kami tuakan, saya pun mencatat materi kali ini dengan judul diatas. Dibawah ini simpulan yang dapat share kepada teman-teman semua.
Perumpamaan hati yang beriman dan tidak beriman adalah ibarat 2 tanaman, yang ditempatkan dan diperlakukan dengan cara yang sama, misalnya : diberikan cahaya yang sama, pupuk yang sama, disiram tiap hari dan hal yang sama lainnya (silahkan anda tanyakan ke ahli biologi..perlakuan yang sama dalam tanaman seperti apa..karena saya kurang berkompeten menjelaskan hal ini biar lebih ilmiah lagi). Walaupun kedua tanaman tersebut diperlakukan dengan cara yang sama, namun hasil tumbuh kembangnya berbeda (Tumbuh sudah pasti…Dewasa adalah pilihan), mengapa bisa terjadi demikian?????. Melihat fenomena ini, tentunya kita akan berpikir mengapa hasil tumbuh kembangnya berbeda padahal perlakuannya sama, berarti ada hal mendasar yang membuat tanaman ini tidak mengahsilkan hal yang sama. Hal mendasar dari ketidaksamaan hasil tersebut adalah karena faktor tanah dimana tanaman itu tumbuh berbeda.
Tanah dalam hal ini diibaratkan dengan hati, tanah yang subur ditanami apa saja akan tumbuh. Sementara tanah yang gersang, walaupun pupuk dan kandungan unsur hara yang ditambahkan kepadanya sama atau mungkin melebihi volume yang diberikan pada tanah yang subur tapi tetap tidak menghasilkan tumbuhan berkualitas yang diharapkan.
Begitu pula dengan hati, hati yang bening (= tanah yang subur) gampang menerima nasihat dan masukan dari orang lain sehingga ditanam kebaikan apapun dari luar hal itu senantiasa tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Dengan demikian menyebabkannya banyak melakukan amalan-amalan sholeh. Sementara hati yang kotor (= tanah yang gersang) sulit menerima nasihat dan masukan dari orang lain.
Berikut ini adalah tanda-tanda hati yang beriman (= hati yang bening = hati yang selamat == QALBUN SALIM), yaitu :
1. Cinta kepada Allah dengan amat sangat
Berdasarkan surat Al-Baqarah 165 : " …Adapun orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah… "
Indikasi dari rasa cinta kepada Allah antara lain adalah sebagai berikut :
– Rela berkorban, misalnya : Menunaikan ibadah qiyamul lail di saat orang lain nyenyak dalam tidurnya, memberikan sedekah dan berzakat, dll.
– Rela menanggung resiko, (ckckck….contohnya silahkan anda refleksikan sendiri dalam kehidupan sehari-hari anda).
– Sesuatu ujian yang berat menjadi ringan dan yang ringan menjadi tidak ada (klo boleh dibilang mampu melakukan manajemen ujian…bersyukur di kala senang dan susah…"Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah")
– Timbul perasaan takut ditinggal Allah (**Yaa Muqallibal qulub tsabbit qalbi aladdin wa ala thaatiq**Wahai yang membolak-balik hati manusia tetapkanlah hati ini dalam agama dan ketaatan kepadamu….Yaa Allah jangan Engkau jauhkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk)
2. Kembali dan bergantung kepada Allah
Susah maupun senang curhatnya tetap kepada Allah. Perkembangan teknologi dan peradaban tidak menjadikan ketergantungan kita kepada Allah berkurang. Misalnya : Pengaman digital, firewall, satpam, lie detector, metal detector dll tidak membuat kita mengurangi ketergantungan kepada Allah karena teknologi dan kapasitas yang dimiliki oleh mereka.
3. Asik dalam beribadah
Ibadah sebagai titik pemberhentian bagi manusia untuk mengintrospeksi dirinya sebagai mahluk dan mengakui akan kebesaran sang khalik. Suatu ketika Rasulullah berkata kepada Bilal: "Hei Bilal..Istirahatkanlah kami dengan sholat". Terlihat bahwa sholat merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah yang menjadi tempat peristirahatan bagi manusia untuk menjembatani antara urusan dunia dan urusan akhirat. Ibadah juga merupakan bentuk penghambaan kita kepada Allah agar kita menjadi manusia yang menghormati dan menyegani Allah. Jika kita sudah menghormati dan menyegani Allah maka insyaAllah penghuni bumi pun (manusia dan teman-teman) akan menghormati dan menyegani kita juga walaupun tanpa kita minta.
Diterima atau tidaknya kualitas suatu ibadah dilihat dari 2 sisi, yaitu :
a. KEIKHLASAN
b. Sesuai dengan SYARIAT/TUNTUNAN
4. Rindu kepada Allah
Setiap ada panggilan dan ajakan untuk menyeru kepada jalan Allah selalu buru-buru.
5. Tentram bersama Allah
Hati menjadi damai karena dekat dengan Allah ("Ingatlah…hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang"…)
6. Memperhatikan waktu
indikasinya adalah sebagai berikut :
– cemas jika waktunya sia-sia, setiap waktu digunakan untuk hal-hal yang positif dan memberikan dorongan yang positif untuk senantiasa memaknai setiap nikmat yang Allah berikan agar meningkatkan keimanan kepada Allah.
– pelit terhadap waktu, hampir tidak ada waktu kosong karena setiap saat diisi dengan hal-hal yang bernilai ibadah.
Terkait dengan waktu ada satu hal menarik yang insyaAllah bisa kita real-kan dalam kehidupan sehari-hari…pertanyaannya adalah "ketika ada waktu 1 menit..apa yang akan anda lakukan"…MEMAKNAI KEBERARTIAN 1 MENIT..jawabannya adalah–> menurut hadits :"Barang siapa mengucapkan SUBHANALLAH HIL ADHIIM akan ditanamkan sebuah pohon kurma di surga" (mengucapkan lafadz ini mungkin hanya beberapa detik saja tidak sampai 1 menit, namun dari hal yang kecil kita bisa mendapatkan hal yang besar).
7. Orientasinya hanya kepada Allah
Orang yang beriman melihat dosanya seperti gunung, sedangkan yang tidak beriman melihat dosanya seperti lalat yang hinggap.
8. Lunak untuk berdzikir
Selalu mengingat Allah dimanapun berada. Senantiasa memandang sesuatu menurut nilai-nilai keilahian Allah.
"LET’S TAKE A CHANCE FOR GETTING AL-AHAD’s MERCY"
// Be carefull with your spoken coz its reprensted your heart….pure heart contains exemplary words//
Hope we can be a better human being…..Amin Amin Amin.
terima kasih sharing info/ilmunya…
selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…
saya membuat tulisan tentang “Berdzikir Membuat Hati Tetram, Benarkah?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 5 buah link berdzikir membuat hati tentram)
semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
Comment by faisol — September 16, 2008 @ 11:46 am