My Virtual Voice

April 14, 2008

Enjoy the weekend

Alhamdulillah……

Weekend (Sabtu dan Minggu) merupakan hari santai bagi sebagian besar pekerja di seluruh dunia. Karena hari itu mereka bebas dari segala kewajiban dan tanggung jawab. Apalagi saya, menikmati weekend ada beberapa macam agenda yang direalisasikan, baik itu planned agenda maupun unplanned agenda, tapi secara default saya memiliki agenda sendiri untuk weekend. Default nya itu adalah :

- Melakukan pekerjaan rumah (tepatnya…pekerjaan satu petak kamar kosan), mulai dari mencuci piring dan baju, mengepel, membersihkan kulkas, merapikan cucian, menyetrika dan sederet pekerjaan rumah yang lain yang bisa menghasilkan suasana kamar kosan yang kondusif dan mencerminkan kenyamanan pemiliknya….Kamarku adalah istanaku.
- Memberikan nutrisi tambahan bagi diri agar lebih kuat dan tenang.
- Olah raga (jika tidak terlalu banyak agenda hari itu), bisa dengan main bulu tangkis bersama hall yang berlokasi dekat kosan (bersama teman-teman kelas di JWC yang waktunya diatur ketika bertemu di kampus…biasanya sabtu pagi mau ke siang) atau lari pagi di senayan (dengan sendirian atau ngajakin temen yang suka olah raga,suasana yang paling nyaman berolahraga ke senayan menurut saya adalah di pagi hari atau sore hari dan hindari minggu pagi karena suasananya rame banget).
- Dan lain-lain. 

Weekend minggu ini  cukup seru karena beberapa planned agenda terealisasi dengan baik walaupun rute nya memakan hanya di kosan dan beberapa menit dari kosan namun hasil yang diperoleh sangat bermanfaat sekali. Aktivitas-aktivitas itu adalah :

1. Sabtu
** Sabtu pagi selepas sholat, melanjutkan aktivitas dengan mencuci baju kemudian dilanjutkan mandi+nyarap(nyari sarapan). Berhubung tidak terlalu lapar, maka sasaran sarapan pagi sekalian makan siang adalah BUBUR AYAM di depan musholla anggrek sekalian mempersiapkan buat makan siang sekalian nutrisi sore berupa batagor yang satu lokasi dengan penjual bubur. Sengaja bumbu batagor nya dipisah karena tidak langsung di makan.
** Setelah makan bubur, daripada bingung dengan apa yang dikerjakan, melihat setumpukan majallah dan koran serta buku yang biasa dibeli oleh abang saya jika mampir ke kosan (ada majallah hidayatullah, gatra, kadangkala tempo, kompas, indopos, buku inspiratif kick andy, dll) dan beberapa buku pribadi saya yang sedang ngantri untuk dibaca (ada laskar pelangi, Aisyah dan beberapa buku yang numpuk diatas meja komputer saya).
** Daripada nonton yang hanya fokus ke satu objek, lebih baik saya membaca buku sambil mendengarkan musik dan leyeh-leyeh di atas kasur. Diantara tumpukan-tumpukan kertas itu, saya baca beberapa dan selebihnya saya fokuskan diri ke buku Laskar pelangi yang masih belum tamat saya baca dan untuk mematangkan pemahaman akan makna isinya saya membaca ulang dari awal….dan oooopsss!!!setelah membaca ulang dari awal saya benar-benar jatuh cinta pada buku ini dan semakin penasaran dengan isinya (jadi males kluar kosan..walaupun ada temen melalui YM bilang "weekend baca buku..gak seru banget"…bodo amat, yang penting enjoy, daripada ngluyur gak jelas mending ngluyur ama buku).
** Setelah beberapa chapter membaca laskar pelangi karangan Andrea hirata, secara otomatis membandingkan dengan ayat-ayat cinta karangan Kang Abik. Terdapat kemiripan, namun dengan sudut pandang yang berbeda, jika diibaratkan dengan sebuah rute perjalanan kedua buku ini menuju tujuan yang sama namun dengan jalur dan teknik yang berbeda, jika ayat-ayat cinta banyak memaparkan syariah/tuntunan Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pengantar komunikasi yang tegas namun bisa diterima secara nalar dan perasaan, sedangkan Laskar pelangi lebih banyak mengintegrasikan nilai-nilai islam ke dalam nilai-nilai ilmiah dalam kehidupan sehari-hari dengan pengantar komunikasi yang sangat hetrogen  (2 hal ini lah yang membuat saya semakin larut dalam pesona sebuah buku).
** Eksplorasi akan essensi laskar pelangi ini saya lakukan dengan menggaris bawahi kalimat-kalimat dalam buku yang bersifat humanis dan bernilai moril serta ilmu tambahan yang belum pernah didengar sebelumnya (klo boleh saya nilai, pengarang buku ini adalah orang yang smart, humanis dan rendah hati).
** Karena ada teman yang berkunjung ke kosan di siang menjelang sore, maka status membaca chapter selanjutnya di pending a.k.a menunggu. Siang sampai dengan sore ada acara rutin.

** Selepas acara rutin, karena ada beberapa teman yang ke kosan maka sekalian mengajak mereka untuk bersilturrahim ke rumah teman yang beberapa minggu yang lalu telah melangsungkan pernikahan (Isnan dan Devi, red) dan beberapa dari kami belum berkunjung ke sana dan kesempatan ini pun kami jadikan sebagai ajang reunian. Rencananya, jum’at kemarin saya mau ke sana bersama dengan teman sekelas saya yang juga teman Isnan juga, namun dengan beberapa pertimbangan saya urungkan niat untuk ke sana (daripada saya harus menjawab beberapa pertanyaan yang jawabannya belum bisa saya rangkai dengan bahasa umum…lebih baik saya pergi ke sana dengan teman-teman yang tidak perlu bertanya banyak hal namun berdiskusi atas hal yang sudah dilakukan oleh kedua mempelai). Alhamdulillah malam minggu itu setelah saya hubungi rumah Devi, dia sedang di tempat dan saya mengatakan kepada dia jika kami akan ke sana setelah sholat maghrib. Kira-kira jam 7 malam, kami berlima pun ke sana dengan menaiki M11 kemudian turun di jalan tikus yang baru pertama kali saya lewati.

** Sampai di rumah Devi, bertemu dan besalaman dengan orang tuanya dan juga bertemu dengan suaminya yang sudah terlihat seperti Bapak-bapak (mau ktawa saya melihat Isnan..tapi untunglah saya bisa menahannya…hihihihihihihihi.."gak nyangka tuh orang udah nikah aja..padahal biasanya klo ktemu msh kyk anak-anak gitu"…). Walaupun sedikit jaim dan menjaga sopan santun ketika berkunjung ke rumah orang, namun naluri untuk ‘ngisengin’ si Isnan dengan kalimat-kalimat komedi pun muncul dan si Isnan hanya nyengir dan senyum  (:D & :) ) saja mendengar ledekan dari saya (peace ye nan…). Kami duduk di luar dengan menikmati beberapa makanan yang dihidangkan oleh si empunya rumah (cukup bervariasi apalagi ada kue pemberian ibu Isnan untuk Devi yang berisi coklat dan beroramakan ice cream yang katanya dibeliin dari dapur cokelat…,"Ajib banget dan mo mo lagi"). Di teras luar yang menyatu dengan kondisi jalanan kami pun nongkrong, bercerita, berdiskusi dan mengintrogasi seputar persiapan pernikahan, pernikahan dan pasca pesta pernikahan. Dan tak lupa nonton bareng adegan foto Isnan dan Devi. Isnan yang malu-malu untuk keluar, saya panggil terus agar membikinkan minuman untuk kami dan ikut nimbrung obrolan bersama kami juga walaupun singkat, padat, jelas dan agak bersifat lokal jurusan. Simpulan dari kunjungan ini adalah bahwa Nikah itu gampang-gampang susah, banyak gampangnya namun lebih banyak susahnya. Menurut devi dia harus mempersiapkan hanya satu bulan untuk merealisasikan pernikahan itu dan dengan biaya resepsi yang lumayan mahal tentunya. Suasana saat itu sangat mencair dan tidak terasa kehadiran kami di sana cukup lama juga, padahal rencananya hanya beberapa menit saja. Sampai-samapi adegan tertawa dalam durasi yang panjang pun sempat terjadi saat itu (serasa lepas kendali saja..=))).

** Sekitar jam 8an (karena Devi akan berkunjung ke rumah Isnan) kami pun pulang ke hunian masing-masing dan satu orang ikut saya lagi ke kosan karena menunggu jemputan orang tuanya (Alhamdulillah…..jadi ngurungin niat buat jalan bareng temen).
** Setelah teman saya dijemput, maka saya pun menghubungi teman saya untuk makan bareng dan ternyata dia sudah makan malam, walaupun demikian dia dengan rela hati mau menemani saya makan (yang ujung-ujungnya dia makan malam lagi untuk ronde yang kedua). Bukan makan apa yang ingin saya ceritakan, namun hal yang menyenangkan yang saya temui ketika saya akan menuju tempat makan.
** Sekitar jam 1/2 10 malam, kami menuju tempat makan dengan meggunakan sepeda motor dan dalam perjalanan saya bertemu dengan sekelas dan seangakatan saya ketika di SK dulu. Dia menyapa saya "Bu..mau kemana???" dan saya pun menghampirinya kemudian bercerita-cerita dengan beberapa alasan yang salah satunya adalah ingin mencairkan suasana antara orang yang saya bonceng dan orang yang baru saja menyapa saya, karena berdasarkan cerita yang saya dengar mereka sedang perang dingin dan berselisih seperti api dalam sekam. Beberapa minggu yang lalu, salah satu dari mereka curhat kepada saya tentang kedisharmonisan hubungan tersebut dan saya pun mengatakan kepadanya bahwa ada yang harus memulai komunikasi. Teman saya yang curhat ini pun mengatakan kepada saya bahwa dia sudah mencobanya tapi respon yang diterimanya selalu negatif dan dia merasa tidak dihormati. Saya katakan lagi kepada dia untuk terus mencoba siapa tahu moment ketika dia menyapa moodnya lagi tidak bagus. Teman saya masih dengan pendapatnya. Malam itu, saya sangat senang sekali ketika 2 manusia itu dipertemukan, kami pun berbicara panjang lebar dan berkomedia ria di gang H.Senen sampai-sampai mengganggu arus lintas di sepanjang jalan situ (dikit siy…soalnya bisa nepi ke deket didnding warung padang di jalan itu). Pembicaraan dan canda ria itu bersambut satu sama lain walaupun yang jadi korbannya adalah saya, tapi biarlah toh mereka bisa menyambung komunikasi kembali (senangnya bisa mencair kembali dan semoga bisa berlanjut). Saya pun menawarkan diri untuk singgah ke kosannya sebentar dengan harapan dapat menetralisirkan kembali komunikasi mereka dan saya esoknya saya mengajak mereka untuk jalan bareng ke blok M.

2. Minggu 

** Sekitar jam 9an, saya bersiap-siap untuk melakukan perawatan alias servis terhadap motor saya yang bawaannya kurang enak dan kadang suka mati sendiri jika gas yang ditancapkan kecepatannya kecil dan juga membetulkan posisi peripheral lain yang presisinya kurang (spionnya miring-miring, penjepit barang juga nancapnya kurang sempurna…gatel ngeliatnya!!!), saya siapkan dompet, minum, buku bacaan, ipod dan HP ke dalam tas saya karena lumayan lama juga servis motor dan alangkah lebih baiknya masa penantian diisi dengan hal-hal yang enjoy, fun, menarik dan berguna (yup..books and Ipod/Music are my entertain world in my spare times). Sengaja saya bawa minum, karena saya hobbi sekali minum air putih..walaupun tidak haus. Sebelum menuju lokasi servis yang jaraknya hanya beberapa langkah kaki dari kosan, saya mampir dulu ke OK bakery untuk mengganjal perut saya yang kadar asam lambungnya sudah meningkat dan harus dinetralisir dengan makanan agar proses mekanik dan kimiawi yang terjadi di dalamnya berjalan dengan baik. Ternyata, bengkel langganan saya tutup dan saya pun tancap gas ke lokasi yang lain yang alhamdulillah servis yang saya masuki tersebut adalah servis untuk produk Honda (padahal saya hanya feeling aja…gak peduli itu servis apaan..terimakasih yaa Allah Engkau telah tuntun jalanku..sampe motor pun Engkau beri petunjuk). Saya serahkan motor saya ke montirnya dan motor pun dalam status perbaikan dan perawatan. Saya duduk di ruang tunggu, menyapitkan ear phone dan kemudian menyalakan ipod sambil menikmati roti yang dibeli di OK tadi (isi kacang hijau), saya buka plastik dan saya pun memakannya. Setelah hampir 1/2 roti saya makan, saya merasa ada yang ganjil dalam rasa roti ini (kenyal-kenyal keras gimana gituuuuh) dan setelah saya selidiki ternyata saya telah memakan kertas roti bagian bawah yang biasanya dikelupas dulu sebelum makan. Seketika itu, saya langsung baca basmallah (’Bismillahi fii awalahu waa akhirohu’…intinya tuh saya tadi lupa baca basmalah dan baru inget pas saya lagi makan kertas roti itu jadilah saya inget bacaan ini, bacaan yang pernah diajarin ustadz saya di madrasah dulu). Ada beberapa peripheral yang perlu diganti, yaitu : kampas rem yang sudah robek, ring sebanyak beberapa biji (gak tau jumlahnya berapa..yang jelas iya aja deh…yg penting tuh motor operasinya normal kembali). Dan untuk oli masih belum perlu diganti karena sebelum dibawa ke tempat servis saya menghubungi abang ipar saya untuk mengkonfirmasi status oli dari motor ini yang ternyata masih baru diganti sehingga saya tidak perlu ganti oli lagi.
** Selesai servis motor, saya amati kondisi motor saya berdebu dan kotor maka saya pun mencucinya ke tempat cuci motor langganan yang berlokasi dekat kampus Sahdan yang menurut penuturan teman yang rajin menemani saya untuk mencuci motor "lebih lama nyuci motor lo daripada creambath…"….yagh saya puas dengan tempat cuci motor ini karena nyucinya tidak asal main semprot tapi benar-benar dibersihin sampai ke dalam-dalam. Sambil menunggu motor dicuci, seperti biasa saya dengan dunia saya (Ipod and books), membaca dan mendengarkan koleksi lagu pribadi yang tersimpan dalam device tersebut (enjoy banget…siang-siang sambil menikmati pemandangan alam di sekitarnya).
** Beberapa lembar buku telah dibaca dan tak terasa motor saya sudah menunggu di hadapan saya, saya membayar dan kemudian kembali ke kosan dan sekalian mencari makan siang. Saya putuskan untuk ke warteg dago yang berlokasi di depan pintu keluar  parkiran Kampus Sahdan, Universitas Bina Nusantara. Sudah cukup lama juga saya tidak makan di sini dan mas-mas nya pun bertanya tentang keberadaan saya selama ini dan saya hanya tersenyum dan menjawab yang seharusnya dijawab. Saatnya memilih menu, seperti biasa mas-mas nya hanya bisa tertawa dan tersenyum jika sudah sampai sesi ini karena saya pasti akan menanyakan "yang paling murah apaan???" dengan nada bercanda.
** Dengan hanya merogoh kocek sebesar 5000, makanan pun dibungkus dan dibawa pulang ke kosan dan dinikmati sendirian pula di kosan. Ada plastik hitam di kulkas yang berisi buah yang sayang untuk dibuang (menghormati dan menghargai makanan..agar kita lebih dihormati dan dihargai makanan) namun jika dimakan maka akan kurang essensinya karena sudah tidak segar lagi. Meneguhkan diri dan belajar dari pengalaman ketika melakukan baksos bersama teman-teman bahwa masih banyak saudara-saudara yang kekurangan makan, saya pun memakan buah-buahan itu dan alhamdulillah essesnsinya masih terasa buah melon, nanas dan untuk semangka sudah sangat layu dan asam maka saya pun cuman mengicip dikit dan kemudian membuangnya (jangan suka membuang makanan..dan klo pun makanan itu terpaksa harus dibuang maka berikan makanan itu untuk mahluk lain atau niatkan agar bisa dimakan oleh mahluk Allah yang lain..pesan moral ini saya dapatkan dari bapak saya ketika saya masih kecil dulu).
** Selesai makan siang, kemudian saya mencuci piring yang tumpukannya tidak terlalu banyak namun harus diselesaikan karena saya tidak betah melihat yang kotor-kotor dan berantakan. Kemudian dilanjutkan dengan menyetrika dan memasukkan cucian yang telah bertengger di luar ke dalam lemari.
** Selanjutnya adalah menyapu dan membersihkan kamar dan mandi.
** Sorenya, refreshing bersama teman ke blok M plaza sekalian mencari celana jeans dan kaos. Walaupun saya jeans lover tapi saya bukanlah jeans buyer, karena kebanyakan celana jeans saya pakai sampai dengan sekarang adalah warisan dari kakak-kakak saya. Hanya beberapa jeans yang saya beli dan pilih sendiri (hal ini terinspirasi karena beberapa jeans hibahan saya adalah korban cucian kolektif di kosan)
** Setelah dari blok M, kami menuju dapur cokelat yang ada di wilayah dekat-dekat Radio dalam dan setelah itu kembali ke hunian masing-masing.

//Fill your weekend with an enjoyable and valuable things// 

Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan