Untitled Weekend
Alhamdulillah weekend kali ini mendapatkan hal dan nutrisi tambahan untuk pengembangan diri khususnya dan lingkungan sekitar pada umumnya. Dari keisengan menelpon seorang teman di rumahnya agar besok (baca Sabtu) main ke kampus untuk makan dan bercerita bersama menghasilkan sebuah reaksi yang tak terduga di luar rencana karena ternyata ada hal-hal di luar dugaan terjadi. Pada hari jum’at itu juga, salah seorang alumni kosan sepakat 5 menghubungi saya dan menanyakan tentang kabar saya dan seperti biasanya dia juga menanyakan saya lagi dimana dan apakah ada acara malam ini (secara dia adalah teman kosan saya pasti dia tahu tentang kesibukan saya yang gak jelas sehingga dia menanyakan hal itu). Dari obrolan-obrolan di telpon yang hanya beberapa menit maka saya pun mengajaknya untuk ketemuan dan dia belum bisa memutuskan karena masih ada kerjaaan juga di kantornya dan akhirnya kami memutus telpon untuk sementara.
Ketika sore akan menjelang, saya melihat ada 14 missed call di cdma saya dan ketika akan saya telepon balik ke nomer yang bersangkutan ternyata si nomer sudah menghubungi saya duluan dan respon yang keluar dari si penelepon adalah "Lama banget siy ngangkatnya???kemana lo???", lantas saya pun menjawab "Maaf..tadi lagi sholat", kemudian dia membalas "Telpon balik gue". Saya pun menelpon balik dan berbincang ria dengan hasil perbincangan adalah bahwa kami akan ketemuan di Slipi Jaya saja, karena selain dekat dengan kosan saya, tempatnya cukup representatif dan transportasi publik yang akan membawa dia ke Bogor sana juga lebih terjangkau.
Ini trigger weekend kali ini, yaitu pertemuan dengan alumni kosan yang juga guru kehidupan bagi saya yang banyak memberikan dan membagi pengalaman hidupnya kepada saya, saya menganggapnya sudah seperti saudara sendiri, walaupun usianya jauh diatas saya namun ada saat dimana dia selalu mendengar dan mengikuti saran dan masukan dari saya. Trigger-trigger berikutnya adalah hal-hal lain yang terencana maupun tak terencana.
1. Pertemuan dengan alumni kosan sepakat
Pertemuan kali ini sangat berat bahasannya karena dia yang banyak bercerita dan curhat tentang permasalahan keluarga, anak dan suaminya. Berhubung saya masih belum berpengalaman tentang hal ini maka saya hanya bisa diam dan mendengarkan saja serta menganalisa berdasarkan sudut pandang saya sebagai seorang manusia dan wanita. Mohon maaf jika saya tidak bisa menceritakan tentang apa yang kami bahas di sana karena ini privacy sekali sehingga walaupun ini blog rasanya tidak etis saja menceritakan hal-hal mendetail kepada orang banyak tentang hal ini. Simpulan dan pelajaran yang dapat diambil dari pertemuan ini adalah sebagai berikut :
– Anak adalah pelita seorang ibu, karena ketika teman saya itu makan saya sangat tertohok ketika dia mengatakan demikian "is..gue makan ini jadi inget ama anak gue, di sini gue enak-enakan makan gini sementara di sana anak gue gak makan apa2". Saya diam saja, mau bilang "makan aja" gak etis rasanya karena itu sudah menyangkut zona ibu dan anak, yang merupakan zona sensitif yang tidak bisa dijangkau siapapun dengan pendekatan apapun, hanya mereka yang tahu. Kemudian saya pun berkata "Makan yuk..biar mbak gak kemaleman juga nyampe ke rumah".
– Istikharah itu penting untuk memohon petunjuk, Ketika saya tanyakan perihal istikaharah ketika akan membina rumah tangganya dengan sang suami sekarang, beliau mengatakan "tidak melakukannya". Satu pelajaran saya dapatkan.
– Menjalani sebuah komitmen itu pasti ada resiko dan konsekuensiya,
– Kalimat tohokan berikutnya dari dia untuk saya adalah "pondasi dari sebuah komitmen adalah KEPERCAYAAN, klo dari awal lo udah gak percaya mending lo gak usah bikin komitmen" dan satu lagi "lo jangan ngeliat umur, belum tentu yg lebih tua dari lo itu dewasa orangnya" (lep lep lep…serasa nasi goreng seafood yang saya makan tertelan begitu saja tanpa bantuan enzim ptialin).
– Belajar dari kemarin, hadapi sekarang dan berharaplah yang terbaik untuk esok.
** terimakasih mbakku atas cerita, curhat, bagi-bagi pengalamannya semoga Allah senantiasa memberikan jalan yang terbaik untukmu dan anakmu dan semoga Allah mengganti yang telah hilang darimu dengan yang lebih baik atau mengembalikan yang telah hilang dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya (mbak…semua orang pasti punya kekurangan dan proses pendewasaan diri yang berfluktuatif…semoga jika dia sudah kembali lagi di sampingmu, dia akan menjadi seseorang yang kamu mau dan lebih baik dalam pandangan secara pribadi maupun spiritualnya).
2. Servis AC
Beberapa hari yang lalu AC di kamar saya rusak, rusak total. Menderita rasanya tanpa kehadiran AC (lebai mode : ON), tapi alhamdulillah ada kipas angin yang sudah lebih dulu menemani perjalanan saya di kosan ini sebelum adanya AC. Selesai pulang kuliah (kira-kira jam 10 malam), seperti biasa saya buka pintu kamar kemudia menekan tombol power pada remote AC, namun apa yang terjadi???angka-angka dan settingan di remote tampil seperti biasanya dan pada ACnya tidak saya temukan indikator apapun yang menyala (panik mode : ON), lantas saya pun buka kotak AC yang berlubang dengan tujuan melakukan start secara manual, namun tidak saya temukan tombolnya. Ketika saya coba lagi dengan cara melakukan plug dan unplug pada kabel powernya led merahnya menyala (led : Light Emitting Diode=lampu yang nyala-nyala). Melihat kondisi ini, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya AC ini tidak rusak total karena masih powernya masih berfungsi. Keesokannya saya cek lagi dengan mengganti batterai remotenya, namun ternyata masih tetap tidak bisa. Saya pun berkesimpulan bahwa yang rusak adalah sensor di AC-nya. Sensor berfungsi untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik, besaran fisik dapat berupa : panas, suhu, sentuhan, kelembaban. Agar hal ini bisa dikenal oleh sistem maka digunakanlah sensor sehingga besaran tadi bisa diterjemahkan ke dalam bahasa listrik yang nantinya menghasilkan suatu arus atau tegangan yang merupakan besaran listrik.
Hari Jum’at itu juga, saya menghubungi Bang Udin (Langganan servis AC dari dulu, mulai sejak masang pertama kali sampai sekarang dan juga orang yang sering membantu saya dalam hal-hal kelistrikan di kamar saya…rangkaian listrik yang ada di kamar saya adalah kreatifitas bang Udin). Saya meminta beliau datang ke kosan saya besok (sabtu, red) untuk melakukan servis AC.
Sabtunya bang Udin dan Pak Ismail (partner bang Udin) ke kosan dan dilanjutkan melakukan inspeksi AC dan ternyata simpulan Bang Udin dan saya sama bahwa yang rusak adalah sensornya. Setelah dilakukan perbaikan oleh Bang Udin and Partner maka status AC saya pun optimal kembali walaupun sekarang sudah tidak diperlukan remote lagi untuk menyalakannya karena langsung menghidupkan secara manual melalui tombol power yang sudah dibuat baru oleh Bang Udin.
** Bang Udin dan pak Ismail….terimakasih ya atas bantuan dan servisnya, semoga tidak bosan-bosan datang ke kosan untuk melakukan reservis (bang Udin top deh….jagonya listrik!!!,simple dalam menjelaskan dan sistematis dalam memberikan informasi, Bang Udin idolaku!!!…:D).
3. Makan bakmi bangka
Setelah AC selesai diservis maka agenda selanjutnya adalah makan bareng teman-teman SK’03, apalagi jika bukan bakmi bangka yang berlokasi di sekitar gang H. Senen Kampus Sahdan Universitas Bina Nusantara. Bakmi ini adalah bakmi langganan kami sejak kuliah dulu, sehingga pemiliknya sudah maklum dengan kelakuan kami jika datang ke sana. Alhamdulillah yang datang adalah cewek-cewek semua sehingga aliran pembicaraannya lebih terjun bebas. Jadwal makan bakmi bangka ditunda dari rencana awal, yang tadinya jam 11 siang menjadi jam 1/2 siang dikarenkan si Arlinda berbenah kamar dan kami yang di kosan menanti hujan reda. Kami ketemuan langsung di sana dan seperti biasa Bapak pemilik bakmi bangka yang ramah tersebut menanyakan kabar kami dan menanyakan juga teman-teman yang lain mana. Setelah terkumpul semua orang-orangnya, kami mulai memesan makanan kami yang rata-rata memesan mi ayam+bakso. Sudah tradisi, sambil menunggu makanan datang biasanya kami ‘ngemil’ pangsit goreng yang bersembunyi dibalik toples yang besar. Kami memakannya dengan meraciknya melalui bumbu-bumbu yang ada di meja (mulai dari kecap, saos, acar cabe hijau…ajib ajib, sambel halus, kecap asin dll), racikan disesuaikan dengan selera.
Nah..sekarang topik bahasannya adalah tak jauh-jauh dari relationship, cerita skandal tidak penting yang selalu dibahas, kerjaan juga harapan masa depan (what’s a great topic). Ada satu hal yang menarik dari diskusi kali ini, yaitu ketika Yaya menyatakan kesiapannya untuk melangkah ke tahap keseriusan dalam hubungannya (baca : married). Ia mengatakan begini "kenapa gak siap, orang tujuan akhir dari hubungan ini adalah menuju ke sana". Wah..spontan kami yang di sana langsung terharu mendengar pernyataan Yaya yang seperti itu, walaupun usianya adalah yang paling muda diantara kami namun pernyataan logis yang saat itu dia ungkapkan mengungkapkan keseriusannya dan kedewasaannya (jarang2 saya nemuin dia bilang begitu…Maju terus ya pantang mundur). Beberapa minggu lagi, Yaya akan pergi ke Singapura untuk memulai perjuangan baru di sana dan juga untuk menemui kekasih hatinya yang sekarang bekerja di sana dan sambil menemani adiknya juga yang akan melanjutkan studi s1 nya di Singapura (Jia You….Ganbatte..Aja aja hwaiting).
Ada satu pembahasan lagi yang penting di sini, setelah menanyakan beberapa kabar teman yang lain ternyata ada cerita menarik yang perlu dijadikan pelajaran bagi kita semua yang ada di sana. Dalam hal ini temanya adalah perselingkuhan, kami sebagai teman yang sedang diceritakan oleh seorang teman sudah cukup tahu tentang profil orang ini ke lawan jenis. Ketika kuliah dulu, dia pernah berhubungan (baca: teman tapi mesra..) dengan beberapa teman satu jurusan kami padahal dia sudah punya pasangan. Sering kami mengingatkannya, baik secara halus maupun langsung, namun hasilnya nihil. Dari hal ini saya mengatakan "yang penting kita udah ngingetin, terserah dia deh mo ngapain, ntar juga tau sendiri rasanya digituin", kemudian Yaya berkata "klo dia gak mo digituin, dia jgn berbuat gitu dunk, klo dia gitu berarti dia emang mo digituin", Saya mengatakan lagi "susah klo udah penyakit, biar ntar sadar sendiri aja". Saya pun melanjutkan "Semoga kita bukan termasuk orang yang seperti itu dan mendapatkan orang pilihan yang terbaik", kami pun mengucapkan "amin", pembahasan ditutup dan beralih ke pembahasan yang lain.
Pembahasan yang lain tentunya tak jauh-jauh dari cerita lama masa-masa di SK dulu yang sampai sekarang masih ada kelanjutannya.
4. Servis CPU dan Monitor
Sebelum ke bakmi bangka saya dengan ditemani Fika melakukan servis CPU si Ika yang sudah ngendon di kosan beberapa saat dan baru sempat hari itu saya cek kerusakannya. Mau dilakukan pengecekan di kosan, monitor saya juga lagi rusak maka jadilah barang elektronik itu diam seribu bahasa menanti tangan-tangan manusia memperbaikinya. Masalah sistem unit (nama keren CPU ala jurusan sistem komputer) si Ika adalah tidak mau menyala sehingga ketika diservis ke Qni com saya meminta dia untuk mengecek power supply dan motherboardnya. Alhasil, benar ternyata power supply-nya rusak dan kabel jack ke mikroprocessor terbakar sehingga kedua peripheral tersebut perlu diganti dengan yang baru agar komputer bisa normal kembali. Setalah hitung-hitungan, biaya servis sistem unit tersebut adalah sebagai berikut :
Power Supply = Rp. 125.000 (merk Simbadda)
Jack ke Mikrorocessor + dll = Rp. 75.000
Total Servis = Rp. 200.000,00.
Sekalian servis, maka saya pun menayakan tentang servis monitor dan mereka berkata bahwa di sana juga bisa servis monitor. Selesai makan bakmi Bangka saya pun mengambil monitor bersama asisten pribadi saya (Fika,red). Kerusakan monitor saya adalah adanya pin di kabel monitor yang patah sehingga tidak bisa mengirim data (sebelumnya Wahyu menyarankan untuk melihat no pin yang patah nomer berapa mana tahu tuh pin tidak berfungsi jadi monitor bisa tetap nyala walaupun gak ada pin itu..alhasil, setelah digoogling klo gak salah pin yang patah adalah nomer 9 dan tetep aja tuh monitor gak bisa nampilin apa2).
5. Rekonfigurasi kabel LAN
Minggu pagi dengan ditemani Doraemon dan Sinchan di TV, saya melakukan rekonfigurasi kabel LAN di kamar saya yang RG-45 sudah cacat sehingga harus dikrimping ulang. Ada 2 percobaan yang saya lakukan karena RG-45 yang saya miliki hanya 2 :
– Percobaan satu gagal dengan tampilnya pesan sebagai berikut : "Destinantion unreachable" dari command ping untuk host saya. Perintah ping ini digunakan untuk mengetahui status konektivitas dari network kita. Setelah saya perhatikan pada kabel tersebut, secara fisik memang sudah sempurna karena 8 pin sudah terlihat melekat di timah-timah RG-45, namun secara konfigurasi kabel ternyata saya salah karena ujung kabel yang saya konfigurasi adalah cross over (ujung ke ujungnya gak sama, padahal seharusnya yang saya buat adalah straight karena komputer ke switch…sebenarnya sudah saya niatkan membuat kabel straight dengan melihat ujung RG-45 yang saya potong tadi tapi ternyata pandangan saya kurang teliti dan cermat sehingga berakibat fata pada koneksi netwok saya).
– Percobaan kedua, tinggal satu-satunya RG-45 dan jika gagal maka acara searching dan surfing menjadi terhambat. Dengan teliti, hati-hati dan kesungguhan hati saya pun konfigurasi ulang kabel LAN saya, walaupun sinchan ngoceh gak jelas di TV saya tidak peduli dengan cukup mendengarkan saja sudah cukup dan Alhamdulillah setelah dilakukan tes konektivitas menghasilkan pesan "Reply from……".
6. Belanja ke pasar
Pagi menjelang siang setelah mandi makan indomie+telor sekaligus ditaburi taro biar kriuk-kriuk sambil nonton tv yang membahas tentang Wanita (maklum nuansa-nuansa Kartini…heran juga…emang pahlawan emansipasi wanita itu Kartini aja..kan masih banyak yang lain..yang lebih religius dan lebih nasionalis).
Tidur siang kemudian bangun untuk sholat dan makan siang. Makan siang di warteg dago (mahal juga menu hari ini..Acar timun+Tuna+Nasi 1/2 =Rp. 7.000..padahal budgetnya cuman 5000an itu pun maksimal..gpp yang penting enjoy n kenyang). Sekalian keluar, entah kenapa jadi terinspirasi untuk ke pasar kaget yang berlokasi di belakang kosan saya, tujuan utama beli cabe untuk cadangan di kulkas jika sewaktu-waktu saya ingin makan mie atau bikin sambal, tapi ternyata saya belanja lauk dan sayur di situ yang harganya jauh lebih murah dari harga cabe (perlu dengerin RRI sering-sering). Berikut ini adalah hasil belanjaan hari ini :
Cabe rawit hanya beberapa biji Rp. 2000
Cabe Merah Rp. 500 (dapat lumayan banyak)
Tomat Rp.1500 (2 biji gede2)
Bayam Rp.500
Ikan Rp.1500
Berhubung ada bayam, maka pasangan bumbunya adalah kunci maka saya pun membeli rempah-rempah yang all in one dengan harga Rp.500 (murah banget yak!!!…)
Sebenarnya searching ikan yang lain juga, tapi sudah habis ternyata (apalagi klo bukan cumi).
Mo masak dulu…lapar!!!!