BBM Naik, Tarif Pulsa Turun
Suatu kondisi yang sangat kontradiktif antara perang tarif provider yang menurunkan harga gila-gilaan dengan kenaikan harga BBM yang gila-gilaan juga. Entah, saya bukan pakar ekonomi yang bisa menganalisa sebab dan akibat kenaikan BBM ini dari sudut pandang ekonomi. Namun yang jelas kenaikan harga BBM memberikan dampak yang sangat merugikan bagi rakyat dan menguntungkan bagi pemerintah dan Pengusaha. Meskipun pemerintah telah membuat kebijakan dengan adanya BBM bersubsidi, lantas timbul satu pertanyaan "akankah dan benarkah BBM bersubsidi terdistribusi ke orang yang tepat???". Dengan kenaikan ini akan menjadi bom waktu bagi pemerintah yang berkuasa sekarang, jika ingin tetap leluasa dengan kekuasaannya alangkah lebih baiknya untuk menarik kebijakan kenaikan harga BBM tersebut dengan melakukan subsidi yang tepat.
Ekses dari kenaikan harga BBM sendiri akan berimbas ke sektor-sektor yang lain seperti angkutan umum, sembako dan lain-lain. Jelas!!!, karena untuk melakukan distribusi barang dan jasa diperlukan sebuah media transportasi yang bahan pokoknya adalah BBM, tanpa BBM media transportasi tersebut tidak akan beroperasi dengan baik. Heran juga dengan penguasa negeri ini, di satu sisi membuat kebijakan kenaikan harga BBM, namun di sisi yang lain membuat kebijakan penurunan gila-gilaan tarif provider. Mungkin BBM sendiri perlu kompetitior seperti halnya provider telekomunikasi agar tersaingi sehingga pada suatu titik nantinya akan ada penurunan harga BBM yang serupa dengan kondisi perang tarif. Mungkin karena rakyat disibukkan dengan perang tarif dan mengkoleksi berbagai macam SIMCARD dan sibuk pula menggunakan bonus-bonus yang ditawarkan provider sehingga kurang aware terhadap jejak langkah yang akan ditempuh pemerintah.
Harga BBM di Aran Saudi memang murah dibandingkan dengan harga air, tapi apakah Saudi membebankan rakyatnya dengan menaikkan harga air setiap tahunnya, justru pemerintah saudi dengan bijaknya membangun saluran-saluran air baru.