My Virtual Voice

May 13, 2008

Selamat menjadi Ibu wahai temanku

Filed under: Humaniora, My Voice, Teman

Alhamdulillahirobbil’alamin,

‘Telepati seorang sahabat’ itulah ungkapan yang tepat yang sering kami pergunakan, setiap ada hal yang mengganjal dalam hati dan pikiran serta informasi terbaru tentang teman-teman yang lain entah kenapa kami seperti punya clockrate yang sama. Kami (saya dan Dian-sahabat dekat saya) selalu dipertemukan oleh moment, dan sebab itu pertemanan kami menjadi awet sampai sekarang (insyaAllah..tolong jaga persahabatan ini ya Allah).

Kemarin siang, saya iseng menelpon Dian dan menanyakan kabarnya dan otomatis sahabat-sahabat yang lain. Secara spontan, si Dian langsung menceritakan bahwa si Maryam (salah satu sahabat kami) telah melahirkan anak pertamanya. Mendengar hal tersebut saya kaget, karena tidak terasa si Maryam sudah melahirkan saja, padahal baru beberapa bulan yang lalu (ketika liburan natal dan tahun baru) bersua dengannya dalam keadaan perut yang membuncit dan sekarang perutnya udah kempes. Selamat menjadi seorang Ibu wahai sahabatku, semoga anakmu menjadi anak yang sholeha.

Yang ingin saya ceritakan di sini adalah perjuangan saat teman saya tersebut melahirkan. Berdasarkan cerita yang saya dapatkan dari Dian via telpon kemarin yang juga mendampingi proses kelahiran anak pertama Maryam ini, proses kelahiran anak pertamanya ini terbilang sulit dan lama. Saya pun bertanya kepada dia "sulit dan lamanya seperti apa???". Dia pun bercerita tentang pengalamannya mendampingi orang yang melahirkan (sebelumnya saya pernah dengar langsung dari dia…benar-benar perjuangan antara hidup dan mati) dan untuk Maryam adalah yang pengalaman yang ketiga kalinya mendampingi orang yang sedang melahirkan (yang pertama adalah kakaknya-Mbak Yatik, yang kedua adalah Mar-sahabat kami).

Agak berbeda dengan saya, jika Dian berpengalaman mendampingi orang yang sedang melahirkan, sementara saya mendampingi orang yang sedang ngidam saat hamil, yang ngidamnya aneh dan mintanya macam-macam bahkan tidak logis, sampai-sampai awal-awal kehamilannya masuk rumah sakit karena harus diinfus (astaghfirullah….itu pengalaman kakak saya sendiri) dan setelah sampai pada moment melahirkan, saya tidak mendampingi karena saya sedang berada di Jakarta dan yang mendampingi adalah Ibu saya. Karena kakak saya terlebih dahulu melahirkan dibandingkan kakaknya si Dian, maka pengalaman yang saya dapatkan pun saya ceritakan ke dia dan pengalaman saat kakak saya melahirkan yang saya dapatkan dari Ibu dan kakak saya ceritakan juga ke dia.

Berdasarkan cerita dan pengalaman yang saya dapat dari Ibu dan kakak saya ketika akan melahirkan sebenarnya keputusan untuk melahirkan dengan cara operasi akan dilakukan, namun kata kakak saya ketika ummi selesai menunaikan ibadah sholat maghrib entah kenapa proses kelahiran berlangsung begitu cepat dan normal sehingga keputusan operasi pun dibatalkan dan alhamdulillah lahirlah Shabrina Aisyah Syafarilla. Ketika saya ceritakan tentang hal ini kepada Dian, dia hanya mendengarkan dan diam saja dan kami pun hanya bisa meyatakan bahwa memang benar "Surga berada di bawah telapak kaki Ibu". Walau kami kadang memiliki pemahaman yang berbeda dengan ibu kami, namun dari pengalaman yang kami dapat kami mencoba untuk belajar memahami ibu kami dengan cara yang kami bisa dan bisa diterima oleh ibu kami, ketika sudah tidak ditemui titik potong pemahaman kami akan hanya akan diam dan mendengarkan saja karena jika direspon akan menambah dosa saja.

Ya sekarang, saya bercerita tentang Maryam. Menurut Dian, proses kelahiran anak pertamanya tersebut berlangsung selama 2 hari (astaghfirullah…), dalam waktu sehari saja masih berada tahap pembukaan 3 (saya pun keheranan mendengar cerita dian). Lantas saya bertanya "Bapaknya ada gak???mendampingi saat dia melahirkan??". Dian berkata bahwa Bapaknya sedang ada di Jember saat itu karena ada saudaranya yang melangsungkan pernikahan (catatan : Bapaknya pergi sebelum hari H saat Maryam akan melahirkan). Terus saya bertanya lagi "kakak-kakaknya yang lain ada di situ gak???". Dian menjawab "Gak ada". Saya bertanya lagi : "Kok bisa???". Dian :"Soalnya suaminya gak ngasi tau ama keluarganya". Saya pun diam sejenak di telpon dan Dian pun langsung memaikan telepatinya dengan mengatakan "makanya saat itu aku bilang sama dia, untuk minta maaf sama Bapaknya atau minta do’a ama beliau dan ngasi tau anggota keluarganya klo saat ini akan melahirkan (kondisi saat itu  masih pembukaan 3)".

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bidan yang membantu kelahirannya sebenarnya sang bidan sudah angkat tangan dan memilih jalur ditangani ke Rumah Sakit saja, namun atas lobi si Dian ke sang Bidan tersebut yang juga Buleknya (Bidannya adalah istri dari Om-nya–ditarik dari garis keturunan umminya) maka sang bidan pun berupaya sekuat mungkin untuk membantu sahabat sang ponakan tersebut. Esoknya (hari kedua proses melahirkan) sang suami menghubungi keluarga istrinya dan juga Bapaknya yang menginformasikan bahwa Maryam akan melahirkan. Selang beberapa saat abang tertua (kami biasa memanggil KAK FAE) datang dengan membawa air yang kemudian diminumkan ke Maryam dan setelah beberapa saat dari itu bayinya pun keluar dari rahim sang ibu dan menatap indahnya dunia yang dikelilingi oleh orang-orang tercinta.

Sekali lagi Dian mengatakan dan mengingatkan kepada saya "kenapa surga berada di bawah telapak kaki Ibu", perjuangan untuk melahirkan yang dia lihat dengan mata kepala sendiri sudah sangat cukup memberikan suplemen hidup kepada dia bahwa alangkah tak ternilainya pengorbanan yang ditorehkan oleh sang Ibu dan tak terbalas oleh apapun juga.

Selamat menjadi Ibu wahai sahabatku, selamat berjuang untuk membesarkannya, kau telah merasakan apa itu mengandung, melahirkan dan sekarang menyusui. Jadilah anak yang sholehah Mufarrihah Kumala Sari, berbakti kepada orang tua dan agama.

// Alhamdulillah nambah ponakan satu lagi….ayo2 DIAN cepet nyusul…:D// 

 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://iisrasjeed.blogsome.com/2008/05/13/selamat-menjadi-ibu-wahai-temanku/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan