Nyaman dengan Jaket
Berbicara tentang jaket maka pendengaran kita semua sudah tidak asing lagi. Dari tahun ke tahun trennya senantiasa berkembang mengikuti tuntutan dan permintaan pasar. Banyak alasan mengapa orang mengenakan jaket, mulai dari menghindari panas supaya tidak membuat kulit hitam, membuat badan hangat (balsem kaliiiiii…!!!), untuk fashion, sebagai baju pelengkap supaya lebih semarak penampilannya atau mungkin tidak bisa hidup tanpa jaket (klo yang ini berlebihan..).
Secara pribadi, saya memang penggemar dan pemakai jaket, hampir setiap aktivitas saya di luar dibalut dengan pakaian tambahan ini, mau hawanya panas maupun dingin bagi saya jaket adalah pelengkap. Sampai-sampai ada celetukan dari teman-teman jika kami pergi bareng dengan pernyataan "mana jaket lo". Beberapa hal yang membuat saya nyaman dengan jaket adalah sebagai berikut :
1. Jika pergi malam-malam, mengenakan jaket dapat menghindari masuk angin, apalagi jika perginya sampai pagi (wajib hukumnya make jaket…ini hukum yang saya bikin sendiri).
2. Jaket memperbaiki penampilan, sehingga tadinya yang sebenarnya di dalamnya mengenakan kaos yang acak adul dan buluk, dengan jaket dapat lebih terlihat lebih baik penampilannya.
3. Jaket dapat digunakan sebagai pelengkap tambahan ketika dalam keadaan urgen. Suatu ketika pernah terjadi pada saya dan teman saya yang kebetulan saat itu menjadi tim advance (tim penyiap sebelum peserta dan panitia tiba di tempat acara yang tugasnya merapikan tempat, tracking/mencari jalur, lobi dengan pihak setempat, dll). Acara saat itu berlokasi di Sentul (itu loh yang buat balapan tapi agak masuk ke dalam lagi..deketan ama Gunung Putri yang buat syuting Mak Lampir…hihihihihihi), kami berangkat dari kampus sore selepas ashar dan sampai di sana dengan menggunakan bus patas AC kurang lebih jam 7an. Kondisi saat itu hujan deras, becek dan banyak ojek sepertinya. Kami (saya dan Rama, red) pun cepat-cepat mencari masjid di dekat turunnya kami dari bus dan alhamdulillah kami menemukannya. Rama ke tempat sholat cowok dan saya ke tempat sholat cewek, dengan diiringi petir yang keras dan hujan yang deras maka membuat basah dimana-mana. Di tempat sholat cewek saya tidak menemukan sajadah sehingga saya pun berinisiatif membuka jaket saya untuk dijadikan sebagai sajadah pengganti. Hal ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, tapi beberapa kali, di beberapa kondisi saya sering menggunakan jaket sebagai sajadah pengganti.
4. Jaket juga berfungsi sebagai pelindung jilbab saya dari tiupan angin sehingga tidak terbang-terbang dan saya pun tidak perlu repot-repot menjaga jilbab saya agar tidak mudah dihempas derai angin (ini yang sering..bisa digunakan waktu naik motor, pergi ke luar kosan atau keluar kota dan jenis aktivitas mobile yang lain).
5. Jaket berfungsi untuk menghindari dari dinginnya AC di dalam bus dan menghindari nyamuk yang ada di sekitarnya.
6. Jaket sebagai luaran/pelengkap saja. Tapi ada salah seorang teman saya yang mengatakan bahwa jika ia memakai jaket ke kampus dapat diindikasikan bahwa dia belum mandi.
7. Jaket bukan jimat. Menggunakan jaket tertentu bukan penentu keberhasilan atau kegagalan kita dalam menjalankan suatu hal. Ini seperti cerita dari teman saya yang karena mengenakan jaket xx dia menjadi lulus sidang skripsi dan ujian internasional bahasa. Kemudian dia mengatakan kepada saya setengah bercanda "makanya lo pake jaket xx aja supaya lulus" dan saya pun menjawab "halah..ada2 aja deh".
Jadi dapat disimpulkan bahwa jaket memiliki fungsi dan kenyamanan sendiri bagi penggunanya. Jangan lupa secara rutin mencuci jaket yang telah dikenakan agar terhindar dari virus-virus yang tidak bertanggung jawab (minimal 2 hari sekali, maksimal 1 minggu sekali…tergantung ketebalan jaket).
Go Jacket Go!!!! (artinya : klo pergi2 pake jaket).