Bersepeda, Duluan Bangkalan kali
Hari ini (apa tadi malam ya..entah..gak jelas udah pagi apa malam), saya menonton siaran di TV yang menayang paket berita tentang kampanye bersepeda yang dilakukan oleh SBY dan istrinya selama 1/2 jam bersama teamnya yang berputar-putar di sekitar monas (monumen Nasional, red). Sementara itu juru bicara kepresidenan (tau lah sapa orangnya..si abang kumis dari Sulawesi itu) juga pergi ke kantor kadang-kadang bersepeda. Dan malam itu juga salah satu teman saya di YM mengatakan jika dia ingin membeli aksesoris buat sepeda.
Melihat fenomena ini, saya langsung teringat dengan Bangkalan setahun yang lalu ketika pulang kampung. Di setiap rumah saudara-saudara saya terpampang sepeda gunung yang dilengkapi dengan aksesorisnya. Sampai-sampai petinggi polisi (Polres, red) di sana mengikuti trend masyarakat Bangkalan yang sedang gemar-gemarnya bersepeda. Ada salah seorang sepupu saya yang juga menjadi penggiat dan peserta acara setiap rally sepeda di Bangkalan, sampai-sampai dia pernah mengajak saya untuk mengikuti rally bersama ke daerah-daerah di luar Bangkalan. Sementara itu, tanpa saya sadari di rumah pun juga demikian, kakak saya (Didin, red) menjadi penggemar sepeda juga, dia meminta dibelikan sepeda gunung juga karena sebelumnya di rumah adanya sepeda mini (itu loh sepeda Jepang yang warna merah), akibat trend yang lagi menggila di Bangkalan itu maka si Didin pun dibelikan sepeda gunung (walaupun gak trend, kakak saya yang satu ini memang suka bersepeda). Bagaimana dengan saya???? Biasa aja tuh, tapi karena di rumah ada ya saya manfaatkan saja.
Untuk kegiatan bersepeda ini, biasanya saya lakukan bersama-sama sepupu atau tetangga saya yang masih kecil (SD-SMU) di pagi hari atau sore hari. Rute yang saya ambil jika pagi hari adalah dari rumah ke sawah-sawah yang ada di sekitar sana dengan mengambil track seperator antar petak-petak sawah yang super sempit. Sedangkan jika di sore hari, kami ke jalan besar menuju Bangkalan kota. Mendengar hal ini, slah satu teman saya mengatakan "gak ada kerjaan ke Bangkalan naik sepeda, kyk gak ada motor aja". Nevermind lah dengan pernyataan itu, karena bagi saya olah raga bersepeda sangat mengasyikkan dan walaupun sekarang trendnya sudah mulai berkurang saya masih tetap bersepeda bersama dengan teman-teman kecil saya (temen2 kecilku, kapan niy kita bersepeda rame2?????….tunggu ye!!!klo ntar pulkam).
Untuk hal bersepeda, antara Jakarta dan Bangkalan, sepengetahuan saya masih duluan Bangkalan. Karena jika dilihat dari faktor demografisnya maka ada beberapa hal yang membuat Bangkalan lebih dulu, yaitu :
- Dasar masyarakatnya yang memang banyak bersepeda
- Anti macet dan polusi
- Solidaritas antar masyarakat dan pemuda
- Ajang saling membuka komunitas satu sama lain
- Dan saya bingung (apalagi ya alasannya…..silahkan anda kaji sendiri).