My Virtual Voice

November 23, 2007

Duel antara McDonald’s dan Burger King

Filed under: ARTIKEL

Berbicara tentang McD (McDonald’s) dan BK (Burger King) pasti pikiran kita semua akan langsung tertuju pada restoran fast food(cepat saji) yang spesial dalam penyediaan produk hamburger. Lantas ada apa sebenarnya dengan mereka berdua??? benarkah saat ini keduanya sedang berada dalam hubungan yang tidak harmonis??? Kenapa tidak diekspos oleh media massa dan elektronik???..wah…berarti mereka bisa menyimpan rahasia dunk!!! (oooo…kalian gak ketauan!!!).

hamburger 

Eiiiits…!!!jangan suudzon (negative thinking-beprasangka buruk) dulu, yang saya maksud duel di sini bukan duel dalam artian fisik dengan mengangkat senjata atau saling tembak-tembakan hamburger ke outlet masing-masing (kalau mau tembak-tembakan hamburger mending ke kosan saya aja!!! Menerima dengan tangan dan ember terbuka), yang saya maksudkan duel di sini adalah duel dalam aspek bisnis. Adapun tinjauan yang digunakan adalah berdasarkan sisi manajemen operasionalnya.

Alasan saya membahas hal ini adalah karena hari Kamis kemarin kelompok saya (Iis, Aulia, Allen dan Aldo) mendapatkan bagian untuk mempresentasikan studi kasus McD dan BK (merupakan presentasi perdana) untuk mata kuliah Operational Management, dengan suatu maksud agar apa yang sudah dibahas, dipresentasikan dan didiskusikan bisa berguna buat para searcher/googler makanya sengaja saya mengangkat topik ini dalam tulisan saya. Sebelum melakukan pemaparan singkat, tolong  para pembaca sekalian melakukan autosetting dulu dengan menempatkan diri anda  pada  tahun 1980 di suatu tempat yang bernama Hillybourne (kampung mana niy ya??? Tenang aja pembaca saya juga belum pernah ke situ..nanti klo udah ke sana saya bagi-bagi cerita lagi deh).

Hillyborne merupakan sebuah kota dimana terdapat kampus ”New England College” dengan jumlah populasi kira-kira 30,000 (ingat ya!!!!ini tahun 1980….). Lokasi McD terletak kurang lebih 1.5 mil sebelah Utara dari pusat kota. McD terletak antara restoran KFC dan pangkalan gas dan berada di sepanjang pusat perbelanjaan. Perlu anda ketahui juga bahwa lokasi BK juga berdampingan dengan McD. Selanjutnya saya akan memaparkan tentang perbedaan mendasar antara McD dan BK.

Dilihat berdasarkan penawaran produk yang diberikan McD kepada customernya maka ia memberikan packet hamburger yang bersifat standard/uniform (Fixed Packet), sementara BK lebih bersifat customized packet. Fixed packet berarti packet yang ditawarkan oleh McD adalah packet yang sudah tidak bisa diubah-ubah lagi, sedangkan customized packet berati packet yang ditawarkan dapat lebih fleksibel (sesuai dengan keinginan konsumen), contohnya : ketika kita membeli hamburger di BK (misalnya packet Whooper) maka pembeli bisa menambahkan atau mengurangi packet yang telah ditawarkan tersebut (misalnya Whooper gak pake mentimun atau sayur-sayur yang lain) sementara di McD tidak demikian, di McD pembeli sudah menerima jadi packet yang telah disediakan oleh McD, ketika ingin melakukan penambahan atau pengurangan komponen pada packet yang telah disediakan maka itu sudah di luar kewajiban McD.

Dengan perbedaan inilah, maka mengakibatkan waktu yang dihabiskan untuk melayani satu customer berbeda juga, jika di McD untuk tiap customer menghabiskan waktu sekitar 2 menit 3 detik dan BK menghabiskan waktu kurang lebih 4 menit 5 detik (dari sini bisa dipahami bukan???dimana letak perbedaan operasionalnya).

Walaupun McD dan BK memiliki produk yang sama (Hamburger), namun bukanlah hal yang sama dalam hal pemberian layanan/service kepada customernya. Karena sifatnya yang fixed/standardized tersebut maka untuk food flow yang  diterapkan McD berbeda dengan yang diterapkan oleh BK. Raw material (roti, sayuran, keju dan lain-lain) berasal dari supplier yang nantinya McD dan BK hanya tinggal melakukan assembly saja bahan-bahan mentah tadi (bahan-bahan mentah disimpan dalam Freezer,Refrigerator,Stock Room), namun demikian proses yang dilakukan oleh keduanya berbeda dalam perakitan bahan-bahan mentah tadi.

Bagimana dengan layanan drive thru antara keduanya???Kapasitas lahan parkir untuk McD lebih kecil jika dibandingkan dengan BK. Lahan parkir yang disediakan oleh BK untuk kapasitas mobil sebanyak 80-an buah dan bus sebanyak kurang lebih 8 buah, sedangkan McD hanya menampung mobil sebanyak kurang lebih 61 buah. Secara operasional kenapa hal ini dibedakan ??? apabila terjadi antrian di BK karena banyaknya pelanggan yang melakukan pemesanan via drive thru maka customer bisa dialokasikan ke lahan parkir yang telah disediakan sebelum packet yang dipesan selesai untuk diambil. Sedangkan di McD, karena mengutamakan kecepatan pengiriman order maka bisa diprediksi waktu yang harus dikeluarkan untuk melayani setiap mobil.

Bagaimana dengan peak dan off peak antara McD dan BK???, perlu diketahui bahwa peak merupakan jam sibuk dengan kuantitas order terbanyak, sedang off peak adalah waktu-waktu biasa di luar rush hour. Peak pada McD dan BK dicapai pada saat jam makan siang tiap harinya dan pada hari Jum’at dan Sabtu malam pada tiap minggunya. Karena McD menerapkan delivery speed dengan suatu product yang standardized maka ketika mengalami rush hour (= peak, red) McD tidak mengalami permasalahan yang cukup berarti. Sedangkan BK karena lebih mengandalkan kualitas burger yang ditawarkan dengan konsep customized maka pada konsdisi peak ini BK mengalami permasalahan dalam pemberian layanan kepada customernya.

Untuk strategi bisnis yang digunakan antara McD dan BK sedikit berbeda walaupun mungkin mereka berdua memilik nenek moyang hamburger yang sama. McD menggunakan strategis bisnis  product immitator (meniru produk yang sudah ada sebelumnya tanpa ada pengembangan terhadap produk yang ditirunya itu) dan BK menggunakan  product innovation (melakukan pengembangan dari produk yang sudah ada sesuai dengan perkembangan yang ada saat itu).

Jadi dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya perbedaan output antara McD dan BK disebabkan oleh 2 hal, yaitu differsiasi proses dan differensiasi layanan. Output dalam hal ini bisa dilihat dari berbagai macam sisi, baik customer, tingkat keuntungan yang diperoleh, produktivitas dan lain-lain. Dalam hal ini output jika dilihat dari sisi market share-nya maka antara McD dan BK memiliki persentase yang cukup signifikan, McD memiliki market share sebesar 35 % dan BK sebesar 11%.

April 21, 2007

JUST FACE THE FUTURE

Filed under: ARTIKEL

Hari ini (Senin, 16 April 2007) kurang lebih jam 5 sore saya berkunjung ke ruang jurusan untuk bertemu dengan Bapak Wiedjaja,S.Kom,M.Kom (Ketua Jurusan Sistem Komputer, sebut saja kajur) dan Bapak Robby Shaleh (Sekretaris Jurusan Sistem Komputer, sebut saja sekjur). Suasana yang berbeda saya alami, karena jika sebelumnya saya bertemu dengan beliau untuk keperluan akademis dan non akademis yang berhubungan dengan Jurusan Sistem Komputer, namun kali ini saya bertemu dengan beliau untuk suatu hal yang tidak terkait dengan hal itu.

Pada awalnya agak canggung juga untuk melakukan inisialisasi pembicaraan, namun karena sang kajur sudah membaca apa yang saya perlukan maka beliau pun banyak memberikan masukan dan informasi buat saya. Karena pada waktu itu sang sekjur sedang keluar ruangan maka saya pun banyak berkomunikasi dengan sang kajur. Dalam perbincangan tersebut beliau menanyakan tentang kabar dan sebagainya (sudah pasti menjurus ke pertanyaan tentang pekerjaan…maklumlah sudah lulus apalagi yang ditanyain jika tidak seputar itu). Di samping itu, beliau juga menginformasikan tentang  pendaftaran FULLCAST yang akan diadakan sekitar akhir bulan ini (pengumuman selanjutnya dapat dilihat di BINUSCAREER).

Sebelum berlanjut ke cerita selanjutnya, perlu saya jelaskan sedikit tentang FullCast. Fullcast merupakan salah satu perusahaan jepang yang melakukan kerjasama dengan pihak UBINUS untuk mendayagunakan lulusannya (dianjurkan fresh graduate) agar dapat ditempatkan di perusahaan yang ada di Jepang. Oleh karena itulah sebelum berangkat ke Jepang, mereka yang lulus seleksi fullcast ini ditraining terlebih dahulu, baik dalam hal hardware (belajar nyolder, baca osiloskop ato mungkin bikin rangkaian),software (programmingnya katanya pake C) dan tak ketinggalan belajar bahasa Jepang (hai..wakarimasu). Perlu diketahui bersama bahwa training ini berlangsung cukup lama juga lho, kurang lebih satu tahun dan bertempat di Indonesia tepatnya di Universitas Bina Nusantara (klo yang hardware di lab Hardware, sedangkan yang lain di Binus Center) dan tenaga pelatih/pengajarnya berasal dari negeri matahari terbit.

Dalam percakapan tentang fullcast tersebut, Pak wiejaja memberikan masukan kepada saya untuk mendaftar. Spontan langsung saya bilang "saya gak bisa pak klo ada pemrogramannya" terus beliau berkata "yang penting ada kemauan pasti bisa", kemudian saya respon lagi "dari dulu saya memang gak bisa pak klo programming", dengan bijak beliau menjawab "Itu kan dulu, sekarang harus menatap ke depan dan lupakan masa lalu". Mungkin kata-kata pola kalimatnya sederhana, namun bagi saya pola kalimat itu cukup meberikan kontribusi yang positif bagi pembagunan spirit dalam diri ini. Saya seringkali berpikir dan beranggapan tidak mampu untuk menjalankan suatu hal yang saya tidak bisa sebelumnya tanpa pernah melakukan suatu perbaikan. Saat ini, mungkin stigma yang seperti itu yang harus saya eliminasi sedikit demi sedikit, jangan sampai kita kalah sebelum bertempur karena sesuatu itu tidak dilihat dari hasil akhirnya tapi dari prosesnya (terimakasih untuk org yang pernah memberikan kalimat ini kepada saya..maaf saya pinjam dulu kalimatnya). "Where there’s a will there’s a way", ungkapan ini ada benernya juga karena tanpa didorong oleh kemauan yang kuat tidak akan ada kekuatan dalam diri kita untuk meraih sesuatu, segala sesuatu itu tergantung dari niatnya. Ada lagi seseorang mengatakan kepada saya yang akan senantiasa saya ingat bahwa "KEMAUAN dan KEMAMPUAN harus berjalan secara signifikan", definisinya seperti apa????kita sendiri yang tau jawabannya, Kemauan lebih ke arah pembangunan jiwa/spirit seseorang untuk menghadapi suatu hal, sedangkan kemampuan lebih ke arah raga dan potensi yang dimiliki seseorang untuk mewujudkan apa yang ia inginkan.

APA TUHAN ITU ADA????

Filed under: ARTIKEL

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang, Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kyai: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda


Pemuda: Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kyai: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya

Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya

Apakah yang dinamakan takdir


 

Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka memiliki unsur yang sama.

Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?

Kyai: Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya

Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti

Kyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit

Kyai: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda: Ya

Kyai: Tunjukan pada saya wujud sakit itu !

Pemuda: Saya tidak bisa

Kyai: Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kyai: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda: Tidak

Kyai: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?

Pemuda: Tidak

Kyai: Itulah yang dinamakan Takdir

Kyai: Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda: kulit

Kyai: Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda: kulit

Kyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda: sakit

Kyai: Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.

Heart & Face Interconnection

Filed under: ARTIKEL

Ketahuilah, orang yang berhati lembut adalah orang yang wajahnya berseri-seri dan sering tersenyum. Sebab, keadaan hati itu tercermin pada wajah.

Perumpamaan wajah dan keadaan hati seperti bayangan sebuah dahan dengan dahan itu sendiri. Bayangan tidak akan berbeda dengan bentuk aslinya. Bahkan ke mana pun dahan itu bergerak, bayangannya akan selalu ikut. Begitulah perumpamaan wajah terhadap hati: semua yang disembunyikan hati akan tampak di wajah.
Orang-orang yang memiliki bashîroh mampu mengetahui isi hati seseorang hanya dengan melihat wajahnya. Ucapan paling mendalam yang pernah didengar sehubungan dengan ini adalah ucapan Syu’bah bin Hajjaj rhm,
“Jika aku melihat punggung seseorang aku pasti mengetahui apa yang terdapat dalam hatinya.”
“Bagaimana jika kamu melihat wajahnya?” tanya seseorang.
"Wajah adalah lembaran yang dapat dibaca. Jika hatinya keras, wajahnya tampak keras dan muram, hampir tidak pernah senyum. Jika hatinya lembut, ia akan bersikap ramah kepada teman-temannya, rindu pada kampung halaman, dan menyesali umur yang telah disia-siakannya. Sebagaimana dikatakan, bahwa jika kamu ingin mengetahui kesetiaan seseorang, maka perhatikanlah bagaimana kerinduannya pada kampung halamannya, kesedihannya ketika mengingat teman-temannya yang telah meninggal dan penyesalannya atas umur yang telah dilewatkannya,”

ADVERSITY QUOTIENT

Filed under: ARTIKEL

 

Ketika akhirnya Thomas Alva Edison (1847 - 1931)  berhasil menemukan baterai yang ringan dan tahan lama, dia telah melewati 50.000 percobaan dan bekerja selama 20 tahun. Tak heran kalau ada yang  bertanya, “Mr. Edison, Anda telah gagal 50.000 kali, lalu apa  yang membuat Anda yakin bahwa akhirnya Anda akan berhasil?” Secara spontan Edison langsung menjawab, “Berhasil? Bukan hanya berhasil, saya telah mendapatkan banyak hasil. Kini saya tahu 50.000 hal yang tidak berfungsi!”

 

Apakah adversity quotient  (AQ) itu? Menurut Stoltz, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. “AQ merupakan faktor  yang dapat menentukan bagaimana, jadi atau  tidaknya,  serta  sejauh  mana sikap, kemampuan dan kinerja Anda terwujud di dunia,” tulis Stoltz. Pendek kata, orang yang memiliki AQ tinggi akan lebih mampu mewujudkan  cita-citanya dibandingkan orang yang AQ-nya lebih rendah.

 

Untuk  memberikan gambaran, Stoltz meminjam  terminologi  para pendaki gunung. Dalam hal ini, Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga bagian:
1.              quitter (yang menyerah). Para   quitter   adalah para pekerja yang  sekadar untuk bertahan hidup). Mereka ini gampang putus asa dan menyerah di tengah jalan
2.              camper  (berkemah di tengah  perjalanan) Para   camper  lebih baik, karena  biasanya  mereka  berani melakukan pekerjaan yang berisiko, tetapi tetap mengambil  risiko yang  terukur dan aman. “Ngapain capek-capek” atau “segini juga udah cukup” adalah moto para campers. Orang-orang ini sekurang-kurangnya sudah merasakan tantangan, dan selangkah lebih maju dari para quitters. Sayangnya banyak potensi diri yang tidak teraktualisasikan, dan yang jelas pendakian itu sebenarnya belum selesai.

 

3.             climber (pendaki yang mencapai  puncak). Para climber, yakni  mereka,  yang dengan segala keberaniannya menghadapi risiko, akan  menuntaskan pekerjaannya. Mereka mampu menikmati proses menuju keberhasilan, walau mereka tahu bahwa akan banyak rintangan dan kesulitan yang menghadang. Namun, di balik kesulitan itu ia akan mendapatkan banyak kemudahan.”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

 

Dalam konteks ini, para climber dianggap memiliki AQ tinggi. Dengan kata lain, AQ membedakan antara para climber, camper, dan  quitter .

 

Jawaban luar biasa dari pencipta lampu pijar itu menjadi salah satu  contoh  ekstrem seorang climber (pendaki)–yang dianggap memiliki kecerdasan mengatasi kesulitan (adversity quotient, AQ) tinggi. Terminologi AQ memang tidak sepopuler kecerdasan  emosi (emotional  quotient) milik Daniel Goleman, kecerdasan  finansial  (financial  quotient) milik Robert T. Kiyosaki, atau kecerdasan eksekusi (execution quotient) karya Stephen R. Covey.

 

AQ ternyata bukan sekadar anugerah yang bersifat  given. AQ ternyata bisa dipelajari. Dengan latihan-latihan  tertentu, setiap orang  bisa diberi pelatihan untuk meningkatkan level AQ-nya.

 

Manusia sejati adalah manusia yang jika menempuh perjalanan yang sulit, mereka selalu optimis; sedangkan jika mereka melewati perjalanan yang mudah mereka malah khawatir

 

Dalam kehidupan nyata, hanya para climbers-lah yang akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Sebuah penelitian yang dilakukan Charles Handy-seorang pengamat ekonomi kenamaan asal Inggris terhadap ratusan orang sukses di Inggris memperlihatkan bahwa mereka memiliki tiga karakter yang sama. Yaitu, pertama, mereka berdedikasi tinggi terhadap apa yang tengah dijalankannya. Dedikasi itu bisa berupa komitmen, kecintaan atau ambisi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Kedua, mereka memiliki determinasi. Kemauan untuk mencapai tujuan, bekerja keras, berkeyakinan, pantang menyerah dan kemauan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Dan ketiga, selalu berbeda dengan orang lain. Orang sukses memakai jalan, cara atau sistem bekerja yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Dua dari tiga karakter orang sukses yang diungkapkan Handy dalam The New Alchemist tersebut erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan

 

Dalam dunia kerja Mengapa para karyawan yang ber-IPK tinggi kalah bersaing dibandingkan para karyawan lain yang ber-IPK rendah tetapi lebih berani dalam bertindak?

- Materi yang telah disampaikan pada REBORN HIMTEK 2005-

April 19, 2007

We’re one

Filed under: ARTIKEL

Perbedaan angkatan, perbedaan umur, perbedaan kelas serta perbedaan SARA bukanlah merupakan  alasan untuk membuat suatu block. Hal yang membuat perbedaan itu bisa disatukan adalah karena adanya persamaan kepentingan dan rasa serta derita.

cewek sk 2002 dan kajur

Lihatlah foto diatas, mereka adalah angkatan senior (2002), namun mereka tetap bisa bergabung dengan angkatan juniornya pada suatu acara penyambutan mahasiswa baru. Sebagai senior, mereka tidak pernah bermain fisik tapi mereka banyak membimbing dan berbagi pengalaman kepada para juniornya. Hal ini mereka lakukan, karena we’re one,kita semua sama.

sk 2004

sk 2005

Lihat juga mereka, mereka adalah para junior (angkatan 2004 dan 2005), mereka senantiasa mau belajar dari seniornya tentang pengalaman dan ilmu yang telah mereka dapatkan. Mereka tidak segan-segan membantu seniornya ketika mereka membutuhkan bantuan. Kenapa hal ini mereka lakukan karena we’re one (senior = junior)

sk 2003

Lihat juga foto diatas, walaupun mereka beda kelas tapi kuantitas untuk berkumpul terbilang sering banget seperti : makan bareng, nonton bareng, jalan bareng, belajar bareng dll. Kenapa mereka lakukan itu semua, karena adanya satu alasan yaitu we’re one, satu rasa..satu derita serta satu pengalaman membuat perbedaan itu mereduksi secara alamiah.

Inti dari topik ini sebenarnya adalah bahwa kita semua sama,walaupun ada banyak perbedaan diantara kita. Perbedaan itu sendiri lah yang membuat kita semua menjadi semakin terikat satu sama lain. Perbedaan menimbulkan rasa toleransi dan empati terhadap sesama. Perbedaan juga bisa mengembangkan karakter dari seseorang. Perbedaan juga merupakan langkah awal menuju langkah yang sama.

March 31, 2007

Untuk Ibu

Filed under: ARTIKEL
Menghormati Ibu, Menghormati Allah Juga       
           
Rasulullah sudah yatim sejak dilahirkan, karena ayahnya wafat ketika ia masih dalam kandungan ibunya. Dalam usia enam tahun, kepedihannya bertambah setelah ibunya wafat menyusul ayahnya. Muhammad kecil diasuh oleh kakek, kemudian berpindah lagi kepada pamannya, Abu Thalib.

Meskipun hanya beberapa tahun berada dalam dekapan ibunya, Rasulullah merasakan benar kasih sayangnya. Kenangan manis bersama ibunda sangat membekas, melahirkan sifat kasih dan hormat, terutama kepada kaum ibu. Kepada ibu-ibu yang pernah menyusuinya, beliau memberikan penghormatan dan penghargaan yang setingi-tingginya.


Dalam Sunah Abu Daud, diriwayatkan dari Abu Thufail ra, katanya: "Aku pernah melihat Nabi saw sedang membagikan daging di al-Ji’ranah, tiba-tiba ada seorang perempuan datang sampai dekat kepada Nabi saw, lalu beliau menghamparkan mantelnya untuk perempuan itu. Maka ia duduk di atasnya. Lantas aku bertanya, `siapakah perempuan itu?’ Para sahabat menjawab, `ia adalah ibu beliau yang pernah menyusuinya.’

Islam memberikan perhormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada para ibu, sampai sampai disebut bahwa "surga berada di telapak kaki ibu". Seseorang yang menghormati ibunya akan ditempatkan di surga, sementara anak yang mendurhakai ibunya akan ditempatkan pada posisi yang hina.


Adalah Umar bin Khaththab seorang anak yang sangat hormat kepada ibunya, sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya. Dalam hal makan, misalnya, ia tidak pernah makan mendahului ibunya. Ia bahkan tak berani makan bersama-sama dengan ibunya, sebab ia khawatir akan mengambil dan memakan hidangan yang tersedia di meja, sementara ibunya menginginkan makanan tersebut. Baginya, seorang ibu telah mendahulukan anaknya selama bertahun-tahun ketika sang anak masih kecil dan lemah.

Kasih ibu tak pernah terbalas oleh apapun juga. Yang bisa dilakukan anak hanyalah memberi penghormatan dan pelayanan, terutama ketika mereka sudah tua dan dalam keadaan lemah. Dalam hal ini Rasulullah mengingatkan kaum muslimin, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau bersabda:


Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasululah saw bersabda, "Hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah." Beliau ditanya: "Ya Rasulullah, siapa?" Jawabnya, "Orang yang mendapatkan kesempatan baik untuk membantu kedua orang tuanya di masa tuanya, baik salah satunya maupun kedua-duanya, tetapi ia gagal mendapatkan dirinya masuk surga."

Dengan alasan apapun, orang tua, terutama ibu harus mendapatkan penghormatan dan pelayanan yang utama. Sesibuk apapun, sesulit apapun, ibu harus tetap dihormati dan dilayani. Ketika ia memanggil, maka pangilannya harus segera dijawab. Yang menghalangi panggilan ibu untuk tidak dijawab hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang menjalankan shalat fardhu. Di luar itu, semua panggilan ibu harus dijawab. Misalnya, seorang yang sedang mengerjakan shalat sunnah, tiba-tiba sang ibu memanggil, maka panggilan ibu hendaknya dipenuhi terlebih dahulu. Shalat sunnah untuk sementara dibatalkan, untuk memenuhi panggilan ibu.


Dengan demikian, tidak ada alasan bagi anak mengabaikan panggilan ibunya. Ketika sang ibu menahan rindu kepada anaknya, sedang ia menelpon agar anaknya pulang, maka anak yang shalih akan mengusahakan dengan segenap daya untuk memenuhi panggilannya. Apalagi jika sang ibu sedang sakit atau sedang membutuhkan bantuan.

Dalam satu hadits yang amat panjang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasululah menceritakan:


"… Juraij adalah seorang ahli ibadah, lalu ia membuat biara agar ia dapat lebih tenang beribadah. Tiba-tiba datang ibunya sedang ia masih tengah melakukan shalat, lalu sang ibu memanggil: `hai Juraij!’ Kemudian Juraij berkata (dalam hati), `Wahai Rabbi, kupenuhi panggilan ibuku atau aku tetap melaksanakan shalat?’ Maka ia pun melanjutkan shalatnya, sampai ibunya berpaling. Esok harinya, sang ibu datang kembali sedang ia masih dalam keadaan shalat, kemudian sang ibu memanggil, `Hai Juraij!’ Maka berkalah ia (dalam hatinya), `Ya Tuhanku, ibuku atau shalatku?’ Maka ia pun melanjutkan shalatnya. Kemudian pada esok harinya sang ibu datang kembali, sedang ia masih shalat, lalu sang ibu memanggilnya, `Hai Juraij!’ Ia pun berkata (dalam hatinya), `Ya Allah, ibuku atau shalatku?’ Ia pun melanjutkan shalatnya. Maka ibunya berdo’a, `Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia melihat wajah pelacur!" Maka kesohorlah nama Juraij di kalangan Bani Israil sebagai seorang ahli ibadah."

"Kemudian ada seorang pelacur yang terkenal kecantikannya bersumpah, jika kalian setujui, aku akan menggodanya. Lalu perempuan itu menampakkan diri di hadapannya tetapi sama sekali Juraij tidak memperhatikannya. Kemudian pelacur itu mendatangi seorang pengembala kambing yang tinggal di biara Juraij untuk digodanya sehingga terjadilan perbuatan mesum sampai ia hamil. Setelah perempuan itu melahirkan, ia berkata `Anakku ini adalah hasil hubunganku dengan Juraij.’ Maka orang-orang berdatangan ke tempat Juraij, kemudian ia diturunkan dari biaranya, kemudian biara itu dihancurkan.


Juraij bertanya, "Mengapa kalian berbuat seperti ini?"

Orang-orang itu menjawab, "Sebab engkau telah berbuat mesum dengan pelacur itu hingga ia melahirkan anak dari hasil hubungan gelapnya denganmu!"


"Mana bayi itu?" tanya Juraij kemudian bertanya kepada si bayi, "Hai bayi, siapakah ayahmu?" Aneh bin ajaib tiba-tiba bayi itu bisa berkata, "Si Fulan, seorang pengembala kambing."

Atas kejadian itu masyarakat merangkul Juraij, menciumnya, serta mengelus-elus badannya seraya mereka berjanji, "Kami akan membangun biaramu dari emas." Juraij berkata "Tidak, kembalikan saja sebagaimana semula terbuat dari tanah liat." Maka merekapun kembali membangun biaranya… (HR. Bukhari dan Muslim)


Nukilan hadits panjang dalam Shahih Bukhari dan Muslim itu merupakan pelajaran bagi ummat Muhammad agar mereka senantiasa menghormati dan memenuhi panggilan ibunya. Sekalipun untuk tujuan ibadah, mengabaikan panggilan ibu merupakan kesalahan yang bisa fatal akibatnya. Jika seorang ibu sampai sakit hati, lalu ia berdo’a, maka do’a itu langsung menuju ke `Arsy dan diterima Allah. Untung jika do’anya baik, tapi kalau sang ibu berdo’a untuk kecelakaan anaknya, maka bisa fatal akibatnya.

Juraij adalah contohnya, sekiranya ia sejenak menemui ibunya, membatalkan shalat sunnahnya, fitnah itu tak akan pernah sampai dialaminya. Akan tetapi karena ia mengabaikan panggilan ibunya, maka fitnah sebagaimana yang diharapkan ibunya akhirnya menimpanya. Untungnya si bayi mendapat mu’jizat berupa kemampuan untuk berkata sehingga bisa menunjuk seseorang sebagai ayahnya. Jika tidak, bukan saja biaranya yang dirusak massa, tapi juga dirinya.

Kisah Juraij di atas mengingatkan kita pada seorang sahabat yang bernama al-Qomah. Ketika sakaratul maut ia menghadapi masalah besar, seolah Malaikat mempermainkan nyawanya. Merasa iba terhadap nasib al-Qomah, Rasululah kemudian memanggil ibunya agar ia mau datang menemui anaknya dan memaafkan kesalahan. Setelah sang ibu memaafkan, maka lancarlah kematiannya.



Dalam ajaran Islam, tidak bersegera memenuhi pangilan ibu sudah tercatat sebagai dosa, bahkan sekadar berkata "uugh" kepada orang tua, sudah tergolong perbuatan durhaka. Apalagi membentak, apalagi melakukan kekerasan kepadanya. Durhaka kepada orang tua, terutama ibu merupakan dosa besar setelah syirik kepada Allah. Bahkan dosa ini tergolong dosa yang tak terampuni. Dalam Sya’bul Iman dikisahkan bahwa Abu Bakrah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: "Semua dosa akan diampuni oleh Allah ta’ala di antaranya yang Dia kehendaki, kecuali perbuatan durhaka kepada kedua orang tua. Sesunguhnya perbuatan ini dapat mempercepat kehidupan pelakunya sebelum ia mati.".

Ibunda             
           


Kalau ibunda membelai rambutmu
Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud


Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau,
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu Karena setiap bunyi
Kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya


Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan


Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumumenangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian
Untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis,
Para malaikat menjelma jadi butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu


Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu



Jangan sakiti hatinya, karena
Ibundamu akan senantiasa memaafkanmu.
Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu
akan digenggam erat-erat oleh para malaikat
untuk mereka usulkan kepada Tuhan
agar dijadikan kayu bakar nerakamu

March 25, 2007

Pudarnya sebuah Nilai

Filed under: ARTIKEL

Assalamu’alaikum Wr,WB,

Baik atau tidaknya seseorang memang tidak ditentukan secara fisik dan tingkat pengetahuannya seperti apa. Namun, alangkah lebih baiknya jika penampilan fisik dipadukan dengan pemahaman serta pendirian yang kuat. Kita tidak perlu menjadi orang lain jika kemampuan yang kita punya tidak sebesar dan setinggi yang dimiliki oleh org lain. Kita tidak perlu menuntut diri kita untuk menjadi yang orang lain mau, tapi kita harus menggiring diri kita bagaimana orang lain mampu memahami diri kita.Kita juga tidak perlu menyalin gaya dan pembawaan org lain, karena setiap org mempunyai cara yg unik utk membawa dirinya, namun kita juga harus menyadari dan memahami apa dan siapa diri kita. Sudahkan apa yg kita lakukan merepresentasikan "status" kita tersebut. Semua itu harus ada rule-nya..bisa kacau klo gak ada. Jangan mencampuradukkan semuanya menjadi satu. Setiap hal itu mempunyai satu kepentingan dan tujuan..bagaimana cara membawa kepentingan dan tujuan itu agar menghasilkan output yang disayaratkan itulah tugas kita, jangan sampai kita menyalahgunakan kepentingan dan tujuan tersebut untuk hal yg tidak disyaratkan, batasan2 itu masih berlaku dimanapun kita berada tergantung bagaimana cara kita membawa diri. Oleh karena itu penting sekali melakukan introspeksi secara pribadi maupun bersama-sama agar kita tahu sudah sampai level mana tingkat ketidakbersyaratan kita. Jika tidak mendapat masukan dan kritikan dari orang lain dan yg paham maka kita senantiasa akan berpandangan subjektif bahwa apa yg kita lakukan itu sah-sah saja.Oleh karena itu dibutuhkan pihak lain (yg objektif dan paham) utk membatasi ruang gerak kita agar jangan sampai melampaui batas.Jangan samapi nilai2 yang sudah tertananam dalam diri kita menjadi pudar seiring dengan pergerakan ke luar dr suatu kepentingan, tapi jadikan tantangan di luar menjadi pupuk bagi perkembangan dan pemahaman kita terhadap nilai yang sudah kita dapat.

Tulisan diatas mungkin sulit untuk dipahami dan pasti bertanya-tanya contoh riilnya seperti apa. Saya tidak dapat mendeskripsikan contoh riil seperti apa karena itulah yang keluar. Dan jika ada yg mengetahui dan mengerti maksud tulisan tersebut semoga bisa menjadi "REMINDER" bagi saya dan teman2 yang lain. Jangan sampai menciptakan sejarah yang sama di waktu yang berbeda…inisialisasi,introspeksi,komunikasi dan terminasi itu penting untuk tetap menyuburkan nilai2 yg sudah tertanam.

Wassalamu’alaikum Wr,Wb.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan