My Virtual Voice

December 22, 2008

Go or No Go for Blog Migration

Filed under: My Voice, Aktivitas

Well guys, How are you? I hope you’re still okay

Rencana untuk melakukan migrasi blog ternyata tidak jadi untuk diimplementasikan, tanya kenapa?. Alasannya adalah ternyata masih banyak teman-teman yang memberikan komentar di blog ini, sehingga untuk lebih memberikan respon yang interaktif insyaAllah saya akan tetap memakai blog ini dulu, migrasi blog akan direalisasikan setelah saya memiliki domain sendiri (amin yaa Rabb, sapa tahu besok saya yang punya domain, mohon do’anya juga dari teman-teman yang lain).

Sebenarnya saya menginginkan untuk pindah blog ke domain yang lain, karena blog yang menjadi target migrasi saya di-blok (hiks hiks hiks..) sehingga saya tidak bisa melakukan update isinya. Alhamdulillah, blog yang ini terbuka portnya sehingga saya memang diharusnya memelihara blog ini.

So, go or no go to new blog ? jawabanyya adalah No go, I’m still here maintenance this one.

Oke teman-teman, ini informasi terbaru yang bisa saya berikan untuk teman-teman semua, semoga bermanfaat dan tetap menikmati blog ini. Kritik dan saran senantiasa saya tunggu dari teman-teman semua.

Salam hormat,

-IIS Rasjeed-

June 28, 2008

Minggu yang berat

Filed under: My Voice, Aktivitas

Alhamdulillah yaa Rabb, atas limpahan nikmatMu yang berlimpah aku bisa melalui minggu yang berat ini. Kenapa menjadi minggu yang berat :

1. Tanggal 17 Juni sampai dengan 25 Juni 2008 ada Ujian Final term 3 Untuk Program Pasca Sarjana saya di Binus Business School. Ada 4 mata kuliah yang saya ambil dan dapatkan di term 3 ini, yaitu :

– IT Project Management
– International Marketing
– Marketing Research
– Brand Management 

2. Minggu-minggu ujian di kantor numpuk banyak kerjaan, mulai dari servisan laptop dan PC (kebetulan saya menangani laptop) yang banyak dari user sampai dengan akses network yang up-down sehingga banyak user yang complain dan menelpon ke departemen dimana saya bernaung.

3. Mengejar deadline thesis, seharusnya Jum’at kemarin sudah saya kumpulkan draft block diagram finalnya untuk dijadikan sebagai panduan dalam menulis sehingga bisa lebih proaktif lagi dalam penulisannya. Walaupun block diagramnya saya kerjakan beberapa jam sebelum diserahkan ke dosen pembimbing dan penasihat dosen pembimbing (saya kerjakan di kantor 1/2 jam sebelum sholat jum’at karena saya akan ke kampus untuk bertemu Ibu saya kurag lebih jam 15.30 Wib). Setelah saya menginformasikan melalui sms, ternyata sang Ibu dan karyawan di JWC sedang outing (Alhamdulillah, bisa direvisi kembali blok diagram ini).
4. 27 Juni 2008 bertempat di kampus Anggrek Universitas Bina Nusantara saya mendapatkan 3 acara sekaligus, yaitu :

– Karena sampai kampus jam 16.30 Wib, saya mengikuti akhir-akhir seminar tentang CEH (Certified Ethical Hacking…Hall lt.8 pun penuh dengan para peserta seminar tersebut). Untunglah dapat infonya walaupun sedikit, yang akan menjadi pertanggungjawaban saya untuk bos di kantor dan teman-teman lain yang menunggu jawaban saya tentang sertifikasi hacker tersebut.
– Sebelum menginjak acara selanjutnya saya mengikuti seminar karir yang "nyelip" di acara inti saya hari ini.
–  Acara inti pun dimulai, WISUDA CCNA ANGKATAN 17 Binus Center. Di sini dapat makan gratis, dapat mug gratis dan bertemu dengan junior-junior di SK (ketumpahan curhatnya deh..tetap semangat ya buat Welli’05 dan Eka’04) dan juga teman-teman lain sekelas ketika mengambil training sertifikasi ini (Kelas CSPA, Kelas CSSA dan tentunya kelas asli saya CSMB).

5. Beberapa waktu yang lalu, saya menabrak kucing (My Rabb…Astaghfirullah, maaf ya kucing..:((). 

June 19, 2008

Menjadi Guru SD (Bagian2-Habis)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Menjadi Guru SD di Soket Dajah 1, Kecamatan Tragah, Bangkalan

SDN SOKET DAJAH 1 Kelas 5 

Melanjutkan cerita saya tentang pengalaman menjadi guru SD, kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya menjadi guru SD di Kecamatan Tragah tepatnya di SDN Soket Dajah 1. Sudah merupakan hukum alam bahwa sekolah yang mengandung angka tunggal dan merupakan permulaan angka pasti sekolah yang bagus dan favorit, contohnya : SDN Burneh 1 (itu SD saya, terfavorit di Burneh), SLTPN 1 Bangkalan (Bukan SMP saya, tapi sangat difavoritkan oleh siswa di Bangkalan dan sekitarnya, SMP saya adalah SLTPN 4 Bangkalan…lumayan terkenal juga di Bangkalan karena fasilitas sekolahnya yang lengkap dibandingkan dengan SMP-SMP yang lain), SMUN 1 Bangkalan (beh!!!!..siapa yang tidak kenal SMU ini, jangankan orang Madura..di luar Madura pun banyak yang tahu prestasi sekolah ini…"lebai mode : ON").

Sedikit overview tentang SDN ini. Secara prestasi, SD ini sangat terkenal di kecamatan Tragah dengan prestasi akademis dan non akademis dari murid-muridnya. Sedangkan secara geografis sekolah ini masih masuk dalam kawasan kabupaten Bangkalan kecamatan Tragah dengan jarak tempuh dengan menggunakan transportasi publik (namanya : Colt) sekitar 25 menitan (ini dari rumah saya) dengan kondisi wilayah yang hampir sebagian besar adalah persawahan. Melewati wilayah ini terasa begitu segar dan tenangnya karena bisa menikmati nikmat Allah berupa alam pedesaan yang anti polusi. Sekolah ini berada dalam satu area dengan SDN Soket Dajah 2 (gak jauh beda klo gitu dengan SD saya dulu, jadi inget kenakalan waktu SD dulu..sekolah kami sering berantem dengan SDN tetangga/SDN Burneh 2, mulai dari lempar-lemparan batu, pasir sampai dengan lempar-lemparan kata…Astaghfirullah!!!semoga anak-anak yang sekarang gak kayak gitu lagi). Kenaturalan dari wilayah ini yang membuat saya tertarik untuk menjangkau ke sana, bisa melihat sawah yang menghijau, matahari yang bersinar dengan adilnya membagikan sinarnya untuk membantu proses fotosintesis di kehijauan area di sana, oksigen yang masih segar dengan minimal kontaminasi dari zat-zat beracun dan berbahaya, pohon-pohon yang berdiri tegak di sepanjang jalan, langit biru yang bercampur putih benar-benar terlihat dengan indahnya.

Saya mendapatkan link sekolah ini dari tante saya (adik bungsu Ibu saya, yang biasanya saya panggil "Lek Nur"). Beliau adalah guru senior di sana yang sudah hampir 20 tahunan mengabdi sebagai pahlawan tanpa jasa sehingga tidak sulit bagi saya untuk merelisasikan hal ini. Lek nur yang menghubungkan saya dengan kepala sekolah (kebetulan saya tidak bertemu langsung, beliau lah yang membuka wacana langsung tentang niat saya ini). Dengan keyakinan bahwa niat baik ini akan diterima. Beberapa jam kemudian (tepatnya siang hari selepas pulang kantor-antara jam 1/2an siang) beliau menginformasikan kepada saya bahwa kepala sekolahnya mengijinkan saya untuk mengajar di sana (yeah….hore…liburan yang bermakna terulang kembali).

Untuk kapan jadwal dimulainya saya mengajar, hal ini sepenuhnya saya pasrahkan kepada tante saya (yang jelas sebelum saya kembali ke Jakarta dan sebelum pernikahan sepupu saya di Surabaya, karena jika sudah di Surabaya saya jadi malas bolak-balik Madura-Surabaya apalgi geografis sekolah dimana tante saya bekerja masuk dalam level "remote area"). Tante saya sepakat dan beliaulah yang menyusun jadwal mengajar.

Sekitar tanggal 31 Desember 2007 saya memulai untuk mengajar, sebenarnya saya sendiri kurang tahu dan siap jika saya akan mengajar hari itu. Pagi-pagi lek nur menelpon ke rumah agar saya bersiap-siap karena kita akan berangkat jam 7 (jam masuk kelas sekolah adalah jam 7.30 pagi), agak "kaget nyantai" saya pun mempersiapkan diri dengan membuat beberapa halaman slide tentang pengenalan komputer. Jika di Sekolah sebelumnya (baca : menjadi guru SD-bagian 1) saya tidak mempersiapkan slide, maka perbaikan dari  sebelumnya adalah saya melakukan  persiapan pembuatan slide pengenalan komputer secara garis besar saja untuk dijadikan pegangan ketika saya mengajar nanti (tanpa slide sebenarnya bisa mengalir apa adanya dengan hanya melihat seonggok laptop yang terbaring dengan nyenyaknya di tas ransel saya).

Tante saya datang ke rumah dengan seragam keki-nya (seragam keki–> seragam pegawai negeri yang berwarna coklat, jika seragam hansip–>seragam yang berwarna hijau yang kata tante saya sekarang sudah jarang dipakai lagi) dengan dibalut jilbab di kepalanya. Masuk ke pertapaan saya (baca : Ruangan Favorit saya di rumah) dan melihat saya masih dalam keadaan mengenakan baju tidur dan belum mandi. Tante saya pun sedikit memarahi saya dan meminta saya untuk cepat-cepat (kebiasaan!!!!"ujarnya"…kemarahan two in one pun terjadi–>ibu dan tante saya menyuruh saya cepat-cepat). Kali ini ibu aura ibu saya sangat senang melihat kesibukan saya ini, jika sebelumnya agak dilarang karena kondisi cuaca dan geografis yang sangat terpencil maka untuk kali ini ibu saya merasa tidak khawatir lagi karena ada tante saya.

Kebetulan kami tidak berdua saja perginya ke sekolah, karena ternyata tante saya ditemani oleh teman sekantornya yang juga teman sepermainan, sekampung dan satu sekolah saya dulu. Dia menjadi guru honorer di sekolah tante saya. Kegiatan ini pun menjadi penyambung tali silaturrahim dengan dia yang walaupun sekampung namun kami sangat amat jarang bertemu, dalam perjalanan menuju sekolah banyak hal yang dia ceritakan berkaitan dengan kesibukannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus guru, aktivitas suaminya yang banyak di Surabaya, pengalamannya selama mengajar anak-anak SD terutama pernyataan dia yang tidak pernah bisa saya lupakan, yaitu "klo ngajar kelas 1 harus makan dulu soalnya bikin cepet laper" dan pembicaraan-pembicaraan yang lain yang cukup inspiratif dan akomodatif untuk menjadi pengajar sesaat di sekolah sana.

Ada hal yang menarik ketika kami berada dalam angkutan umum menuju ke SD Tragah, yaitu ada seorang penjual yang entah akan membawa barang dagangannya ke pasar ataukah sudah selesai berdagang dari pasar. Karena mayoritas di dalam angkutan tersebut adalah ibu-ibu guru yang saling mengenal satu sama lain maka transaksi pun terjadi di dalam mobil angkutan tersebut (seolah-olah saya sedang berada di pasar saja saat itu) dan saya pun keheranan melihat hal tersebut dengan menanyakannya kepada teman saya. Dia berkata demikian :
Rufah : "udah biasa itu is, biasanya juga guru-guru belanja di dalam mobil"
saya : "ouw gt ya" (sambil menyaksikan adegan transaksi yang mereka lakukan)
teman : "Klo belanja ke pasar takutnya gak kebagian ato udah habis karena kesiangan makanya belanja yang ada di dpn mata biar nanti gak usah repot-repot ke pasar"
saya : "ya bener"
Transaksi pun berakhir seiring dengan turunnya sang penjual di sebuah pasar yang jaraknya tak jauh dari tempat kami memberhentikan mobil angkutan tadi. 

Kami sampai di sekolah kira-kira jam 7.30 lewat sedikit, masih belum terlalu ramai ruangan guru di sana, hanya ada kepala sekolah dan  guru piket. Sebelum memulai mengajar, etika dan etiket pun diterapkan dengan cara membuka komunikasi dengan kepala sekolah dan memperkenalkan diri serta memberikan ulasan singkat tentang maksud dan tujuan mengajar di sana, kemudian saya diperkenalkan kepada guru-guru yang lain, baik yang sudah datang dari tadi maupun yang baru datang. Alhamdulillah, bertemu dengan komunitas baru lagi yang membuat pemikiran dan pandangan saya menjadi semakin terbuka dan jadi lebih mengetahui kehidupan guru di desa, keluh kesah mereka selama di kantor terkait dengan urusan rumah tangga dan urusan yang lain, perjuangan dan pengalaman mereka dalam mengabdikan diri menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, sosialisasi dengan masyarakat sekitar dan aspek-aspek kemausiaan yang lain yang saya dapatkan dari penuturan  mereka.

Hari pertama, Mengajar kelas 5 SD 

Hari itu, sekitar jam 8an saya masuk kelas dan mengajar teman-teman kecil saya di kelas 5. Sebelum masuk ke kelas tersebut, seperti biasanya tante saya memberikan kemudahan kepada saya dengan memberikan penjelasan singkat kepada murid-murid yang ada di sana bahwa akan ada guru baru yang akan mengajar komputer dan mereka diminta mencatat, mendengar, memperhatikan dan jangan ramai. Mendengar penjelasan yang diberikan oleh tante saya dari luar ruangan kelas saya senyum-senyum sayup mendengarnya. Saya pun masuk dan mulai melebur dengan teman-teman kecil saya di kelas 5.

Perkenalan diri dengan menggunakan bahasa anak-anak yang bisa dimengerti dan harus banyak berhenti di penggalan pernyataan tertentu untuk memberikan kesempatan kepada mereka dalam mengartikan pernyataan yang telah dituturkan. Ketika raut mukanya sudah normal, maka dilanjutkan ke pembicaraan selanjutnya. Saya mulai mengajar dan memberikan materi berdasarkan slide yang sudah saya buat di laptop pagi tadi. Saya tulis kembali di papan tulis yang berwarna hitam dengan bertintakan kapur (sangat amat  jarang sekolah-sekolah di desa  menggunakan white board dan bertintakan spidol).Sekedar tambahan sedikit tentang spidol dan kapur tulis, sebenarnya lebih ramah lingkungan kapur tulis jika dibandingkan spidol, jika menggunakan spidol banyak bahan kimia yang kita hirup ke dalam tubuh sedangkan kapur tulis tidak mengandung bahan kimia kita hanya menghirup debu yang prosesnya berlangsung secara alamiah.

Kehadiran saya di kelas 5 cukup menyemarakkan suasana kelas, karena ternyata mereka menyukai metode yang saya gunakan dalam mengajar mereka, yakni serius dan santai. Jika sudah mulai gaduh suasana kelasnya maka saya meminta mereka untuk mencatat yang sudah tertulis di papan dan kemudian saya mengecek ke bangku mereka masing-masing (sok guru ceritanya..padahal gak ngecek2 banget..shock theraphy aja buat mereka) dan ketika suasana kelas tenang dan nyaman maka materi tentang komputer sekalian bahasa inggris pun dimasukkan (komputer dan bahasa inggris sulit dipisahkan karena istilah-istilah yang ada di komputer semuanya menggunakan bahasa inggris). Setelah terlihat sedikit membosankan dengan materi maka mengalihkan mereka dengan bermain semacam kuis-kuisan seputar komputer dan mengajak mereka nonton bareng sebuah film.

Sekitar jam 9an lewat, jam istirahat berbunyi yang berarti waktu kebebasan buat anak-anak SD untuk membebaskan diri dari belenggu pelajaran, saya pun undur diri dari kelas, tapi ternyata mereka meminta tambahan waktu agar saya memberikan materi tambahan (bingung mode on), saya pun berinisiatif memberikan materi tambahan berupa  belajar mengetik dan mengkopi lagu-lagu yang ada dalam laptop saya dan sesi pertanyaan apa saja yang berhubungan dengan komputer versi anak-anak (klo komputer tingkat dewasa saya nyerah deh..:D). Karena saya juga lapar dan rasa empati saya untuk anak-anak mendorong saya untuk menterminasi pelajaran komputer dan mempersilahkan mereka untuk beristirahat agar bisa segar kembali pada mata pelajaran selanjutnya.

Seusai mengajar kelas 5, saya masuk ke ruangan guru dan alhamdulillah di sana ada pembagian kue yang secara otomatis saya masuk dalam hitungan pembagian tersebut karena ada seorang guru yang melahirkan yang jika sudah memasuki hari ke 40 kelahiran bayinya ada pembagian kue kepada rekan-rekan gurunya. Walaupun saya tidak menjenguk, namun saya kebagian jatah (emang rejeki gak kemana…). Saya pun menikmati kue  sambil berbicang-bincang dengan guru-guru yang ada di dalam ruangan tersebut, karena saya yang paling baru maka pertanyaan pun banyak tertuju kepada saya, saya jawab dengan kapasitas dan kemampuan yang saya miliki dengan penambahan sedikit redaksional dari tante dan teman saya (terimakasih ya Rufah dan Lek Nur..).

Hal yang tidak terlupakan di kelas 5 ini adalah bahwa saya bertemu beberapa murid yang nakal (satu geng cowok2 nakal) tapi pintar dan iseng juga terhadap teman-teman ceweknya karena setiap saya tanyakan sesuatu dia pasti menjawab, seorang murid cowok gendut yang selalu mengenakan topi di dalam kelas dan kemudian saya memintanya untuk melepas topinya ketika di dalam kelas, beberapa murid cewek yang pemalu dan harus ditrigger agar berani berbicara serta mengingatkan mereka ketika mereka sudah kesal dengan teman-teman cowoknya yang iseng dan suka menggoda.

Kok malah mengajar kelas 4 ya???? 

Jam 10an kurang bel berbunyi lagi tanda istirahat sudah berakhir dan siswa dipersilahkan memasuki rkelasnya kembali. Saya berpikir bahwa saya sudah tidak ada jadwal mengajar lagi maka saya pun berinteraksi dengan salah satu guru yang kebetulan mengajar kelas 2, tiba-tiba tante saya meminta saya untuk mengisi kelasnya (kelas 4, yang kebetulan beliau adalah wali kelas 4 dan sekaligus pengajar mata pelajaran matematika saat itu). Sebelum masuk, seperti biasanya tante saya meminta siswa-siswinya agar tidak ramai dan memperkenalkan sedikit tentang saya kepada anak didiknya. Selepas itu, beliau meminta saya masuk dan mengisi kelas.

Pendelegasian ini terjadi karena tante saya ada urusan di luar kantor untuk merealisasikan program KLK (Kelas Layanan Khusus) yang dicanangkan oleh Diknas. Program KLK ini bertujuan untuk menjaring kembali siswa-siswa yang drop out atau putus sekolah untuk melanjutkan studinya kembali dengan biaya gratis. Untuk tahap awal ini, tante saya akan menjaring kurang lebih 20an siswa agar bisa masuk sekolah kembali dengan memberikan souvenir sembako kepada orang tua yang hadir pada acara pembukaan KLK yang akan diselenggrakan pada hari Jum’at (2 Januari 2008). Bagi guru, program KLK ini memberikan nilai tambah berupa penambahan gaji dan penambahan jam mengajar juga karena program KLK berlangsung seusai kelas reguler (default kelas reguler di sana adalah dari jam 97.30 Wib s.d 11.30 Wib, berarti KLK sekitar jam 12an). Program KLK tidak hanya diselenggarakan di Kabupaten Bangkalan, tapi juga di seluruh wilayah Indonesia, karena waktu itu tante saya pernah bercerita tentang pembahasan program KLK ini di Puncak, Bogor (entah..saya lupa tempatnya dimana..karena saya belum bisa menjangkau daerah sana waktu itu).

Untuk awal dan perkenalan, saya melakukan hal yang sama seperti yang pernah saya lakukan di kelas 5. Karena mereka masih mencatat mata pelajaran matematika untuk tugas di rumah maka saya memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencatat dan sambil mengecek ke bangku masing-masing apakah mereka mencatat atau tidak, karena soal matematikanya begitu gampang rasanya saya tidak sabar untuk membahasnya namun dorongan batin tidak mengijinkan saya untuk melakukannya karena bagaimana mereka bisa maju jika tidak diberikan kesempatan untuk berpikir sendiri.

Selesai mencatat, kegaduhan pun terjadi dan saya pun bingung mengatasinya karena siswa-siswi kelas 4 ini lebih susah diatur dibandingkan kelas 5 (jadi teringat pernyataan teman saya klo ngajar kelas 1 harus makan dulu, ngajar kelas 4 juga demikian mungkin, tenaga yang saya dapatkan dari kue istirahat tadi masih terasa kurang untuk menenangkan mereka). Tante saya mendengar kegaduhan itu dan beliau pun masuk kelas lagi sebelum melanjutkan surveinya untuk mencari calon siswa KLK kemudian menjewer telinga siswa yang membuat kerusuhan sehingga suasana kelas pun aman terkendali karena siswa takut mendapatkan hal yang sama dari tante saya (dalam hati sebenernya tidak tega juga, namun apa daya kadang-kadang langkah fisik harus diterapkan untuk membuat siswa takut dan tidak mengulang kesalahannya kembali).  

Saya pun melanjutkan ke materi pengenalan komputer dengan menjelaskan secara garis besar tentang teknologi komputer, mereka serius mendengarkan. Dengan melihat respon semua siswa saya tahu bahwa kebanyakan dari mereka sudah mengantuk, karena paginya ada praktik pendidikan jasmani dan kesehatan kemudian dilanjutkan matematika dan pengenalan komputer pula. Untuk itulah, agar penyampaian materinya lebih menarik dan tidak membosankan saya pun menggiring mereka untuk mencoba satu per satu dengan membagi mereka ke dalam beberapa kelompok. Kelompok yang belum maju saya berikan tugas tertulis atas materi yang sudah disampaikan tadi. Tugas tersebut nantinya dibahas bersama-sama dan jika ada yang belum mengerti bisa menanyakannya langsung. Sedangkan kelompok yang maju, saya menjelaskan kepada mereka satu per satu tentang bagian-bagian laptop terdiri dari apa saja (dalam hal ini saya menjelaskan yang kelihatan dan sering dipakai saja, seperti monitor/LCD fungsinya apa, keyboard untuk apa, touchpad/mouse fungsinya apa) dan juga beberapa program applikasi yang umum digunakan oleh orang awam.

Kondisi pun tidak terkendali, setelah beberapa kelompok meyelesaikan tugas tertulisnya dan saya masih di depan mengajarkan kelompok yang sedang praktik maka suasana kelas pun jadi gaduh. Saya pun bingung dan berusaha menenangkan diri dulu sebelum menenangkan kelas. Selesai menenangkan diri, saya pun membahas tugas tadi dan kembali memberikan praktik kepada kelompok yang belum maju (hush..hush..hush..capek juga ngatur anak kecil..lebih baik menggunakan asisten jika kondisinya seperti ini karena yang satu bisa memberikan praktikum dan yang satu lagi menangani murid yang belum praktikum sehingga waktu pun lebih optimal dan produktif).

Sekitar jam 11, lonceng berbunyi menunjukkan jam untuk sekolah berakhir, murid-murid pun siap-siap pulang. Tidak seperti kelas 5, di kelas 4 ini murid-muridnya lebih ingin cepat-cepat pulang, saya pun mempersilahkan mereka untuk pulang, tapi sebelum pulang saya menyampaikan beberapa pernyataan kepada mereka "Terimakasih atas perhatian yang mereka berikan, Maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan atau menyakitkan, Selamat siang". Mereka pun mengatakan secara serentak "Ya bu"…..(…:)).

Setelah keluar dari kelas 4, saya bertemu dengan beberapa murid kelas 5 yang tadi pagi saya ajar, secara serempak mereka menyapa saya dengan ramahnya dan saya pun membalasnya dengan lebih ramah lagi tentunya dengan melemparkan senyum kepada mereka semua. Beberapa dari mereka meminta saya untuk mengajar lagi besoknya dan saya pun menjawab "InsyaAllah nanti ngajar lagi".

Sebelum perjalanan pulang menuju ke rumah, beberapa guru SDN Soket Dajah 1 mengajak bersilaturrahim ke salah satu kerabat gurunya juga yang baru pulang dari tanah suci Mekkah dan secara otomatis saya ikut juga karena tante saya juga ikut dalam rombongan itu. Alhamdulillah dari silaturrahim tersebut selain mendapatkan cerita tentang pengalamannya selama di Mekkah, kami juga mendapatkan oleh-oleh berupa kurma dan bergo. Dalam perjalanan menuju pangkalan angkot, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang memanggil nama seseorang dengan sambil berteriak (biasa!!!namanya juga anak kecil), dia memanggil "Bu IIS", tante saya menyampaikan kepada saya bahwa ada yang memanggil dan saya pun menoleh dan dia adalah murid kelas 5 yang suka memakai topi di dalam kelas dengan perawakan gendut lucu. Saya pun balik menyapanya dan bertutur singkat dengannya kemudia melanjutkan perjalanan bersama rombongan guru-guru. Si anak kecil pun mengatakan lagi "Bu..ngajar lagi ya" dan saya hanya membalas dengan senyuman saja.

Hari kedua, mengajar kelas 6 dan kelas 5 lagi 

Karena esoknya (1 Januari 2008, libur tahun baru) sekolah libur, maka saya pun tidak ada jadwal mengajar dan saya pikir sudah tidak ada jadwal mengajar lagi. Tiba-tiba keesokan harinya, tante saya ke rumah mengenakan seragam kerjanya ke rumah untuk menjemput saya supaya bisa mengajar lagi ke sekolah dimana beliau bekerja. Saya pun terburu-buru dengan mengenakan kaos dan jaket serta bawahan tentunya. Dengan penampilan itu, spontan saya disemprot oleh beliau "MasyaAllah, ngajar kok pake kaos, kamu ini guru dilihat dan dinilai oleh murid-muridnya, nanti muridnya bilang kok gurunya kyk gini asal-asalan, sana ganti!!!". Saya pun terdiam sejenak dan berkata dan mengatakan kepada tante saya "Saya gak bawa baju lagi dr Jakarta". Tiba-tiba Ibu saya muncul dan mengatakan "banyak itu di lemarinya, males aja dia nyari-nyari, heran tuh anak memang, baju kayak serbet masih aja dipake, kpn berubahnya". Malas berdebat panjang, saya pun ganti kostum dan ternyata ketika saya bercermin tiba-tiba tante saya menyodorkan bros kecil untuk jilbab yang akan dikenakan oleh saya dan dengan sengaja beliau membawa dari rumahnya, menyaksikan hal ini saya pun tertawa dan mengatakan "gawat banget siy, kyk mo kemana aja", untuk menghormati pemberiannya saya pun memakainya sebagai pengganti peniti (tante saya tau..klo di rumah stok penitinya terbatas). Selesai beres-beres dan ganti pakaian, tante pun mengatakan "Nah gitu dunk!!! biar jadi contoh yang baik buat muridnya (padahal saya pake celana jeans), pake lipstik is biar lebih seger". Untuk permintaan ini saya mengatakan "Udah ah..ayo jalan..aku gak punya". Kami pun berangkat ke sekolah dengan sepeda motor. Tante saya bersama suaminya (om Hasin) yang kebetulan kantornya berdekatan dengan sekolah tante saya, sedangkan saya bersama dengan Rufah yang kebetulan si Rufah menunggu saya di depan rumah. Rufah memberikan kepercayaan kepada saya untuk membawa motornya sedangkan dia jadi penumpang.

Sesampai di sekolah, sang wali kelas 6 pun langsung mendelegasikan kelasnya kepada saya untuk diisi materi tentang komputer. Sebelum masuk kelas 6, seperti biasa sang wali kelas memperkenalkan secara singkat tentang profil saya (intinya niy ya…guru komputer). Selesai sang wali kelas memberikan sambutannya di kelas, saya pun masuk kelas dan membuka komunikasi lebih dekat lagi dengan adik-adik kecil. Tiba-tiba ada suara celetukan seorang siswa yang mengatakan "hai cantik", dalam hatipun saya berkata "wah calon-calon perayu niy", maka saya pun melangkahkan kaki ke bangkunya dan membalasnya dengan mengatakan "hai ganteng, boleh kenalan gak????". Karena hal inilah, siswa-siswi kelas 6 pun riuh dan sang siswa pun tersipu malu (masih kecil juga, udah bisa merayu, belajar yang rajin ya cong).

Untuk kelas 6 iklim belajar dan strategi penyajian materinya tidak terlalu berbeda dengan kelas-kelas sebelumnya. Hanya lebih diberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih vokal lagi dalam mengekspresikan pendapatnya. Beberapa menit mengajar kelas 6 tiba-tiba sang kepala sekolah masuk ke dalam ruangan dan menginformasikan kepada saya bahwa akan ada pengontrolan dari pengawas sekolah, saya yang tidak tahu apa-apa hanya mengangguk-angguk saja dan selanjutnya sang pengawas pun masuk. Saya mempersilahkan beliau untuk duduk (saya berdiri dengan memberikan tempat duduk saya). Beliau menanyakan demikian :

Sang pengawas : Berapa jumlah siswa (sambil menghadap ke murid2 di dalam kelas)
Saya : diam sejenak (dalam hati.."menegetehe" baru juga ngajar)
saya pun melemparkan pertanyaan beliau ke murid-murid dan sang pemegang absen (sekretaris, red) menjawab.
Sang Pengawas : Berapa yang tidak masuk???
Saya : alamak ("menegetehe lagi")
Murid-murid pun inisiatif menjawab.
Sang pengawas : Ibu ngajar komputer kan???(saya mengangguk), jadi sebelum ngajar dicek dulu absennya, berapa yang gak masuk, berapa jumlah muridnya, karena itu salah satu kunci buat mengajar (hmmm..guman saya..ilmu baru niy..walaupun pada awalnya merasa kyk yang diadili…tapi inilah seninya bagi saya ‘menghadapi suatu hal yang belum pernah saya prediksi).
Sang pengawas pun keluar dan saya ucapkan terimakasih kepada beliau. Selesai mengajar kelas 6, saya pun menuju ke ruang guru dengan sambil bercerita dan membuka pandangan saya terhadap perjuangan seorang guru desa yang menurut saya gampang-gampang susah (susah saya menjelaskannya dengan kata-kata karena terlalu kompleks substansi narasinya).

Tet…jam istirahat pun berakhir dan saya harus mengajar lagi di kelas 5, melihat sosok saya masuk kelas 5, murid-murid pun riuh dan berkata "hore…bu IIS lagi" (berasa artis aja klo kyk gini…hehehehehehe). Saya pun membalas dengan senyuman dan menanyakan "apakabar semuanya", dengan serempak mereka menjawab "baik bu". Dalam deretan kalimat ini saya tidak ingin membahas tentang materi komputer tapi saya lebih ingin memotivasi mereka untuk terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan harapan dapat memberikan perbaikan ke lingkungan sekitar. Dalam hal ini saya menanyakan secara random tentang "cita-citanya pengen jadi apa", alangkah kagetnya ketika saya mendengar bahwa mereka mengatakan tidak punya cita-cita. Saya pun menggiring mereka agar bisa membayangkan dirinya akan menjadi apa, setelah saya giring dengan beberapa pernyataan inspiratif maka mereka pun ada yang mengatakan "pengen jadi guru".."pengen jadi polisi".."pengen kuliah"..dll (gitu dunk!!!emang cita2 punya orang kota doang..anak desa pun wajib hukumnya punya cita2). Saya katakan kepada mereka bahwa tidak perlu malu darimana kita berasal, yang penting kita sudah punya keinginan dan harapan untuk maju insyaAllah akan selalu ada jalan. Dan satu hal lagi saya ingatkan kepada mereka jangan lupa sama yang diatas juga, kemanapun pergi harus selalu ingat kepadaNya dan juga jangan suka melawan orang tua. 

Saya pun mohon diri ke siswa-siswi di kelas 5, karena beberapa hari lagi saya sudah harus kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitas saya kembali (kuliah, cisco dan mencari kerjanya tentunya) dan meminta do’a juga kepada mereka (minta do’a ke siapa saja karena siapa tau permintaan orang tersebut yang diijabah) agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam studi dan kerjaan saya dan juga bisa bertemu kembali dengan mereka agar bisa mengajar lagi di sana. Selain itu, saya juga mengatakan kepada mereka jika suatu hari nanti mereka pergi ke Jakarta jangan lupa hubungi seluler saya siapa tahu ada yang bisa saya bantu atau saya yang dibantu mereka. Dengan serempak mereka menjawab "yaaaaaaaaah..ibu kok ngajar lagi", saya pun menjawab "iya nanti klo ada libur lagi ya".

"SEKOLAH IBARAT GARAM… DAN KEHIDUPAN ADALAH SAYURNYA…dan para guru adalah pembuat garamnya….Orang-orang yang mengatakan sekolah tidak perlu dan sekolah adalah penjara, saya yakin mereka adalah orang yang trauma pada gurunya, jadi guru mereka tak berhasil membuat garam. Alhamdulillah saya selalu punya guru pembuat garam yang baik disetiap jenjang….Guru yang kemudian menginspirasi hidup saya sekarang….SO…SEKOLAH INDAH, JIKA KETEMU GURU INSPIRING…."Saya mendapatkan ungkapan ini dari sebuah blog…maaf sang author saya lupa menampilkan situs address blog anda (terimakasih ya..semoga bisa dihayati maknanya oleh kita semua).

June 2, 2008

Perjuangan diri

Minggu lalu merupakan minggu dimana tugas kuliah menumpuk, serentet presentasi tugas akhir semester menanti, paper menjemput. Namun apa yang terjadi???, di minggu itu pula saya sakit beberapa hari, lantas bagaimana dengan tugas-tugas tersebut?????. Alhamdulillah, saya hanya tidak masuk kuliah di hari Senin saja dan kebetulan hari itu tidak ada pengumpulan tugas maupun presentasi. Sedangkan pada hari Selasa nya saya paksakan diri masuk karena hari itu kelompok saya presentasi tugas akhir (tentunya dengan diantar dan dijemput…thx buat abangku atas bantuannya mencarikan saya tumpangan). Hari Rabu alhamdulillah tidak ada kuliah karena dosen berhalangan hadir (diganti hari Jum’at). Hari kamis kelompok saya presentasi lagi dan Jum’at juga demikian. Alhamdulillah presentasi di minggu itu berhasil saya ikuti, terimkasih yaa Allah atas kekuatan dan kesehatan yang Engkau berikan, ternyata perjuangan diri itu indah, indah karena semakin banyak hal yang patut kita syukuri, indah karena telah menyadarkan kita dari kekhilafan yang tak pernah kita sadari, indah karena rahman dan rahim yang selalu Allah berikan. Berikanlah kekuatan untuk perjuangan-perjuangan yang lain (save my soul..save my health..save my heart and mind…steady on God’s rules…keep me for giving the best that I have).

May 19, 2008

Gathering Himtek @ Cibubur

Filed under: My Voice, HIMTEK, Aktivitas
Masih terasa teparnya!!!! itulah ungkapan yang bisa saya ungkapan. Dengan kondisi agak 1/2 tepar saya berusaha masuk kantor untuk menunaikan tanggung jawab saya.
 
Berkibarlah Himtek @ Cibubur 
Kemarin sampai dengan hari ini (18 Mei-19 Mei 2008) kami bersama junior-junior Himtek pergi ke Cibubur bersama untuk sebuah acara yang berjudul Gathering Himtek. Sebelum menceritakan lebih lanjut mengenai hal-hal yang terjadi selama acara ini, maka perlu saya jelaskan dengan singkat tentang Gathering Himtek ini. Gathering Himtek 2008 ini merupakan Gathering Himtek yang kedua setelah yang pertama kali diadakan pada tahun 2006 (ketika kepengurusan Himtek 2005-2006). Gathering merupakan REBORN Susulan bagi calon aktivis yang belum mengikuti Reborn, konsep dan tujuannya sama dengan Reborn, hanya penyajian acaranya saja yang dikompres menjadi lebih singkat jika dibandingkan Reborn.
 
Jika pada Gathering tahun 2006 saya dan beberapa teman 2002, 2003 dan 2004 adalah panitia, maka untuk gathering kali ini kami adalah alumni sekaligus tamu. Beberapa hari menjelang gathering saya dan beberapa alumni yang lain (2002,2003 dan 2004) melakukan koordinasi via hp untuk menuju ke sana dengan menggunakan sepeda motor. Kami pun mengkonsep sebuah touring ke sana. Namun, karena hari pelaksanaannya sangat mepet dengan hari kerja maka beberapa alumni berhalangan untuk hadir. Minggu pagi sebelum berangkat, ada beberapa teman saya yang datang ke kosan untuk mengajak saya ke suatu acara Seminar, namun, dikarenakan saya tidak bisa berjalan beriringan dengan acara keberangkatan Himtek ke Cibubur, saya pun menolak ajakan seminar tersebut dengan mengatakan kepada teman saya bahwa saya ada acara Himtek. Beberapa saat setelah teman-teman saya berangkat menuju tempat seminar, salah satu rekan alumni mengabari saya bahwa ia tidak bisa datang ke Cibubur karena malamnya ada acara dan paginya harus kerja. Kemudian saya menghubungi junior saya yang baru saja menjadi alumni Himtek untuk menanyakan teknis keberangkatannya ke sana, dia menjawab dia menunggu kabar dari saya apakah akan naik motor atau tidak. Dengan pertimbangan bahwa teman-teman yang paham jalan ke Cibubur sudah berangkat ke sana sekitar jam 9an pagi (salah satu mengabarkan saya via YM), maka saya pun mengatkan kepada dia untuk naik angkot saja ke sana. Isu kenaikan harga BBM membuat dia tidak pede untuk naik angkot ke sana dan tetap mempertahankan untuk naik motor. Saya belum mendapat keputusan setelah beberapa kali ber-sms ria bersama. Beberapa jam kemudian saya pun tertidur dan bangun sekitar jam 12an dalam keadaan lapar, selanjutnya saya mandi dan entah mengapa dalam diri saya mengatakan bahwa saya dan teman-teman alumni akan berusaha untuk menuju Cibubur, baik dengan angkot atau naik motor nyasar. Setelah mandi saya pun sholat dzuhur dan selanjutnya saya berdo’a dalam hati semoga bisa diberikan kemudahan untuk menuju ke sana (saat itu saya sedang tidak berselera naik motor..smg ada jalan lain disamping  naik motor). Beberapa saat kemudian yang saat itu rencananya saya akan membeli makan siang, tiba-tiba junior pengurus Himtek menelpon saya dan mengatakan jika saya sudah ditunggu di parkiran Binus yang baru. Kaget dan tidak percaya, karena sebelumnya saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa saya akan menyusul naik motor. Saya pun mengatakan kepada sang penelpon bahwa saya sudah siap dan tinggal menunggu William saja. Langsung saya menghubungi William dan meminta dia bersiap-siap, dia pun meluncur ke kampus untuk sebelumnya ke kosan dulu menitipkan motor, dia berjanji bahwa dalam durasi 1/2 jam dia akan sampai ke kosan. Karena susah menghubungi Wahyu, maka saya minta Willian untuk menghubungi Wahyu dengan mengatakan kepada dia untuk bersiap-siap dan langsung menuju ke kosan. Sambil menunggu William, menyiapkan barang bawaan yang akan dibawa ke sana dalam satu tas gembel yang sering saya pakai dengan isi : Mukena+Al Qur’an, Sikat Gigi (sengaja gak bawa odol),sabun cair,HP,Ipod,botol minum kuning (untuk isi ulang pas hari H), dompet. Selesai mempersiapkan barang bawaan tersebut, ada telepon dari sang penanggung jawab acara Gathering (Welli, red) yang mengatakan bahwa trontonnya sudah akan berangkat karena pesertanya sudah lama menunggu. Secara personal saya bisa saja langsung melangkah beberapa tapak ke lokasi tronton itu karena berdekatan dengan kosan saya, namun yang saya pikirkan adalah William yang sudah berusaha untuk ikut dan sekarang masih dalam perjalanan. AKhirnya saya katakan kepada Welli bahwa jika sampai 15 menit WIlliam belum datang silahkan berangkat duluan, karena nanti kami akan menyusul ke sana". Welli pun menerima masukan saya dengan menunggu kami. Alhamdulillah, setelah saya akan mengunci kamar saya, si William datang dengan lebih cepat (padahal dia janji 30 menitan) dan kami pun langsung melokasikan diri ke parkiran Binus yang baru. Julukan "miss late" pun diberikan oleh junior saya dan saya pun balas dengan senyuman dan saya mengambil posisi duduk diantara Meta dan Dan (SK’07).
 
Sekitar jam 1an siang kami berangkat dari kampus dan sampai di Cibubur ground 22 sekitar pukul 2 siang. Jika pada Gathering kepengurusan saya, kami menyuruh peserta untuk jalan kaki dari pintu masuk Cibubur ke ground base dengan kondisi emosi naik, maka untuk kali ini peserta dimanja dengan naik tronton. Kami mengikuti alurnya, rekan-rekan alumni saling berpandangan dan setelah sampai di ground 22 kami beres-beres, duduk-duduk di trepal biru yang terhampar diatas bumi, tebar sapa dengan team advance dan seperti biasa berbagi makanan dan minuman bersama mereka. Iklim saling mengecengi satu sama lain pun terjadi dan saya bertemu dengan junior 04 yang sudah lama tidak muncul di Himtek dan saya pun menjadikan dia sebagai korban cengan kami (Sory Penyu a.k.a Resfana….buat ice break doang kok buat mencairkan suasana). Selesai becanda-candaan, kami pun melanjutkan acara masing-masing, panitia mengurus peserta dan alumni mengurs dirinya masing-masing dengan sambil bercengkarama bersama di sekitar areal ground 22.
 
Karena lapar (dari pagi sampai siang belum kemasukan nasi), saya pun makan ketoprak yang terletak di seberang ground 22. Dengan ditemani oleh si Angga a.k.a Bebun saya makan ketoprak sambil bercerita. Di tengah makan dan ngobrol bareng Angga, yang lain pun ikutan untuk bergabung sehingga ramailah di sana, sampai-sampai panitia yang lain pun ikut nimbrung juga di blokade ini.
 
Melihat tensi peserta yang masih standar dan datar, kami (alumni, red) bernajak ke lokasi untuk memberikan masukan kepada panitia bahwa pesertanya masih belum dapat feel-nya, setelah berdiskusi beberapa saat dengan panitia kami menyarankan agar panitia yang muslim untuk sholat terlebih dahulu, yang tidak sholat tetap di tempat dan ditangani oleh panitia. Selesai peserta sholat dengan imam dari salah seorang panitia, maka kami pun sholat secara berjemaah diikuti panitia yang lain juga (dalam hal ini Wahyu yang menjadi imam). Seusai sholat ashar kami ke kandang peserta untuk menaikkan tensi peserta, tensi pu naik dan kemudian kami memberikan barin storming kepada panitia juga kepada peserta apa itu arti sebuah "Pengorbanan Organisasi". Setelah menekan peserta beberapa menit, kami pun memasrahkan kelanjutannya kepada panitia karena ada sesi (baca : materi) yang disampaikan oleh slah seorang panitia sebagai pembicara.
 
Sambil menuggu Maghrib, saya pun berputar-putar mengelilingi sekitar areal ground 22 menggunakan Mio milik si Penyu. Lumayan untuk refreshing, sambil melihat kesibukan anak-anak sekolah yang sedang berkemah juga disamping ground kami. Adzan Magrib berkumandang, saya kembali ke basecamp untuk sholat jama’ah bersama kembali. Di tengah kerumunan panitia, saya melihat 2orang teman senagkatan saya yang baru datang, mereka adalah Anto dan tejo, yang katanya langsung meluncur ke Cibubur setelah dari puncak setelah mengikuti acara Red Red KMK (thx guy buat pengorbanannya..). Ngobrol-ngobrol sebentar dan kami yang muslim sholat berjemaah terlebih dahulu (imam tetap Wahyu).
 
Sambil menunggu Isya’, kami melanjutkan ngobrol-ngobrol lagi mengenai banyak hal. Tepat beberapa derajat dari pandangan kami, kami melihat peserta sedang akan makan campur. Kami pun menuju ke sana dengan memberikan trigger kepada panitia dan peserta, dimana Anto mengatakan bahwa Welli dan Nia akan menyicipi makan campur mereka. Terlihat makan campur kurang berair, maka saya minta air yang dipegang Ulfa dengan mencampurkan nasi yang telah yang diaduk dengan tangan yang bermacam-macam kelezatan gizinya dengan air untuk mengencerkan proses pencernaan. SIngkat cerita, makan campur selesai dan kami sebagai alumni memberikan penjelasan tentang makna makan campur tersebut (it’s talk about organization behaviour…how to build solidarity..how to know each other and how to care to others).
 
Selesai meleburkan diri dengan peserta, beberapa kami yang muslim sholat isya’ berjemaah dulu dan dilanjutkan dengan sesi sharing antar angkatan (it’s look like my second family…listen each other, tell each other and other activitie like in family life…what a sweet things….).
 
Beberapa jam kemudian, acara jurit malam pun dimulai dan penentuan pos masing-masing. Kebetulan pos alumni ada di pos terakhir (pos 5). Jam 11 malam kami menuju pos kami masing-masing, untuk pos 5 kami mengisi dengan bermain kartu dan ada juga beberapa yang sambil tiduran diatas rumput dan jalanan karena ngantuknya menunggu kedatangan peserta yang baru muncul jam setengah 3.47 pagi. Di tengah penantian peserta yang datang, saya masuk ke dalam mobil Ican yang diparkir di area pos 5 untuk tiduran. Selang beberapa menit akan terlelap, tiba-tiba Ican menghidupkan mobilnya dan mengajak saya berputar-putar mengunjungi pos (dalam hal ini menyaingi runner yang mengecek satu pos ke pos yang lain dengan motor). Setelah itu mobil diparkir di basecamp dan kami pun kembali ke pos 5, sebelum kembali ke pos 5 saya dan Angga berputar-putar terlebih dahulu ke pos-pos tadi dengan bertiger ria (karena saya malas jalan kaki ke pos 5, makanya saya nebeng di angga)
Di pos alumni ini, lebih ke perpaduan antara becanda dan serius, namun tetap dengan catatan bahwa peserta tetap harus serius. Saat Shubuh menjelang di pos alumni masih mendapatkan 2 pasien (baca peserta). Satu peserta sudah dilepaskan dan peserta yang kedua masih dalam proses penggemblengan. Karena sudah masuk waktu shubuh, maka kami yang muslim sholat terlebih dahulu dengan berjemaah di Masjid yang berada di areal Cibubur dengan memasrahkan pos 5 kepada teman yang tidak sholat. Kami bersama-sama menuju Masjid dengan menggunakan 2 mobil dari angkatan 2003, 2004, 2005, 2006 dan 2007. Kami sholat shubuh berjemaah dengan imam kali ini adalah Ahmad Baiquni a.k.a kukun yang merupakan orang tertua diantara semua calon-calon imam yang lain.
 
 
What a nice CIBUBUR’s GATHERING 
-HIMTEK, SOLIDARITY FOR MINDFACTURING- 

April 24, 2008

Pandangan Pertama Bimbingan Thesis

Filed under: My Voice, Aktivitas

Alhamdulillah, baru tadi malam saya tahu dari teman saya bahwa Dosen pembimbing saya sudah diganti dan jadwal juga sudah keluar.

Mengenai pergantian dosen pembimbing ini dikarenakan kesibukan Bapak F.X.Hadi dalam mengisi in house training di beberapa perusahaan. Dengan alasan tersebut dan agar tidak mengganggu proses pembuatan thesis maka secara bijaksana sang Dosen tidak memegang bimbingan thesis.

Hari ini saya bertemu dengan dosen pembimbing thesis saya, yaitu Bapak Andrew Mulianto,MBA yang kebetulan merupakan jadwal perdana saya untuk bimbingan. Untuk mengejar pertemuan dengan beliau saya pulang kantor cepat-cepat dan Alhamdulillah saya bisa bertemu dengan beliau di 306 karena beliau sedang ada jadwal mengajar juga.

Berdasarkan perbincangan yang cukup singkat ini, diputuskan dan dipertimbangkan beberapa hal :

1. Waktu bimbingan akan disesuaikan dan dicari titik tengahnya dikarenakan jadwal yang sudah disusun dari kampus tidak sesuai. Bapak Andrew seminggu sekali ke JWC (hari kamis saja untuk keperluan mengajar dan bimbingan), sementara saya pada hari Kamis malam tidak bisa karena pagi sampai sore bekerja dan malamnya kuliah.

2. InsyaAllah bimbingan akan dilakukan pada hari Sabtu/Minggu.

3. Jika tidak memungkinkan juga, maka saya yang harus ke kantor beliau yang berlokasi di Cibubur untuk jadwal bimbingan.

Semoga semua perubahan ini memberikan kemaslahatan dan kelancaran bagi proses penyelesaian thesis saya di Binus….Amin yaa Robbal ‘alamin.

Hidup adalah perubahan dan kita harus siap dengan perubahan tersebut.

* ditulis di laboratorium JWC (Lt.4) dalam acara Training fast Track Microsoft (iseng..iseng..jadi peserta penyelundup karena status tidak terdaftar). Kebanyakan pesertanya adalah teman-teman kampus (i.e : mirul n tile) dan teman-teman kantor yang menjadi pembajak username dan password….:D. Beberapa teman-teman dari departemen Networking dan IT Support yang ikut adalah :

– Perwakilan Daan Mogot : Fajar, Mas Sigit dan Mas Asep

– Perwakilan Wisma Millenia : Cindy,Mas Royke, Nuel,Erik,Charles 

April 20, 2008

Untitled Weekend

Filed under: My Voice, Aktivitas
Alhamdulillah weekend kali ini mendapatkan hal dan nutrisi tambahan untuk pengembangan diri khususnya dan lingkungan sekitar pada umumnya. Dari keisengan menelpon seorang teman di rumahnya agar besok (baca Sabtu) main ke kampus untuk makan dan bercerita bersama menghasilkan sebuah reaksi yang tak terduga di luar rencana karena ternyata ada hal-hal di luar dugaan terjadi. Pada hari jum’at itu juga, salah seorang alumni kosan sepakat 5 menghubungi saya dan menanyakan tentang kabar saya dan seperti biasanya dia juga menanyakan saya lagi dimana dan apakah ada acara malam ini (secara dia adalah teman kosan saya pasti dia tahu tentang kesibukan saya yang gak jelas sehingga dia menanyakan hal itu). Dari obrolan-obrolan di telpon yang hanya beberapa menit maka saya pun mengajaknya untuk ketemuan dan dia belum bisa memutuskan karena masih ada kerjaaan juga di kantornya dan akhirnya kami memutus telpon untuk sementara.
Ketika sore akan menjelang, saya melihat ada 14 missed call di cdma saya dan ketika akan saya telepon balik ke nomer yang bersangkutan ternyata si nomer sudah menghubungi saya duluan dan respon yang keluar dari si penelepon adalah "Lama banget siy ngangkatnya???kemana lo???", lantas saya pun menjawab "Maaf..tadi lagi sholat", kemudian dia membalas "Telpon balik gue". Saya pun menelpon balik dan berbincang ria dengan hasil perbincangan adalah bahwa kami akan ketemuan di Slipi Jaya saja, karena selain dekat dengan kosan saya, tempatnya cukup representatif dan transportasi publik yang akan membawa dia ke Bogor sana juga lebih terjangkau.
Ini trigger weekend kali ini, yaitu pertemuan dengan alumni kosan yang juga guru kehidupan bagi saya yang banyak memberikan dan membagi pengalaman hidupnya kepada saya, saya menganggapnya sudah seperti saudara sendiri, walaupun usianya jauh diatas saya namun ada saat dimana dia selalu mendengar dan mengikuti saran dan masukan dari saya. Trigger-trigger berikutnya adalah hal-hal lain yang terencana maupun tak terencana.
1. Pertemuan dengan alumni kosan sepakat
Pertemuan kali ini sangat berat bahasannya karena dia yang banyak bercerita dan curhat tentang permasalahan keluarga, anak dan suaminya. Berhubung saya masih belum berpengalaman tentang hal ini maka saya hanya bisa diam dan mendengarkan saja serta menganalisa berdasarkan sudut pandang saya sebagai seorang manusia dan wanita. Mohon maaf jika saya tidak bisa menceritakan tentang apa yang kami bahas di sana karena ini privacy sekali sehingga walaupun ini blog rasanya tidak etis saja menceritakan hal-hal mendetail kepada orang banyak tentang hal ini. Simpulan dan pelajaran yang dapat diambil dari pertemuan ini adalah sebagai berikut :
– Anak adalah pelita seorang ibu, karena ketika teman saya itu makan saya sangat tertohok ketika dia mengatakan demikian "is..gue makan ini jadi inget ama anak gue, di sini gue enak-enakan makan gini sementara di sana anak gue gak makan apa2". Saya diam saja, mau bilang "makan aja" gak etis rasanya karena itu sudah menyangkut zona ibu dan anak, yang merupakan zona sensitif yang tidak bisa dijangkau siapapun dengan pendekatan apapun, hanya mereka yang tahu. Kemudian saya pun berkata "Makan yuk..biar mbak gak kemaleman juga nyampe ke rumah".
– Istikharah itu penting untuk memohon petunjuk, Ketika saya tanyakan perihal istikaharah ketika akan membina rumah tangganya dengan sang suami sekarang, beliau mengatakan "tidak melakukannya". Satu pelajaran saya dapatkan.
– Menjalani sebuah komitmen itu pasti ada resiko dan konsekuensiya,
– Kalimat tohokan berikutnya dari dia untuk saya adalah "pondasi dari sebuah komitmen adalah KEPERCAYAAN, klo dari awal lo udah gak percaya mending lo gak usah bikin komitmen" dan satu lagi "lo jangan ngeliat umur, belum tentu yg lebih tua dari lo itu dewasa orangnya" (lep lep lep…serasa nasi goreng seafood yang saya makan tertelan begitu saja tanpa bantuan enzim ptialin).  
– Belajar dari kemarin, hadapi sekarang dan berharaplah yang terbaik untuk esok. 
** terimakasih mbakku atas cerita, curhat, bagi-bagi pengalamannya semoga Allah senantiasa memberikan jalan yang terbaik untukmu dan anakmu dan semoga Allah mengganti yang telah hilang darimu dengan yang lebih baik atau mengembalikan yang telah hilang dengan kualitas  yang lebih baik dari sebelumnya (mbak…semua orang pasti punya kekurangan dan proses pendewasaan diri yang berfluktuatif…semoga jika dia sudah kembali lagi di sampingmu, dia akan menjadi seseorang yang kamu mau dan lebih baik dalam pandangan secara pribadi maupun spiritualnya). 
2. Servis AC
Beberapa hari yang lalu AC di kamar saya rusak, rusak total. Menderita rasanya tanpa kehadiran AC (lebai mode : ON), tapi alhamdulillah ada kipas angin yang sudah lebih dulu menemani perjalanan saya di kosan ini sebelum adanya AC. Selesai pulang kuliah (kira-kira jam 10 malam), seperti biasa saya buka pintu kamar kemudia menekan tombol power pada remote AC, namun apa yang terjadi???angka-angka dan settingan di remote tampil seperti biasanya dan pada ACnya tidak saya temukan indikator apapun yang menyala (panik mode : ON), lantas saya pun buka kotak AC yang berlubang dengan tujuan melakukan start secara manual, namun tidak saya temukan tombolnya. Ketika saya coba lagi dengan cara melakukan plug dan unplug pada kabel powernya led merahnya menyala (led : Light Emitting Diode=lampu yang nyala-nyala). Melihat kondisi ini, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya AC ini tidak rusak total karena masih powernya masih berfungsi. Keesokannya saya cek lagi dengan mengganti batterai remotenya, namun ternyata masih tetap tidak bisa. Saya pun berkesimpulan bahwa yang rusak adalah sensor di AC-nya. Sensor berfungsi untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik, besaran fisik dapat berupa : panas, suhu, sentuhan, kelembaban. Agar hal ini bisa dikenal oleh sistem maka digunakanlah sensor sehingga besaran tadi bisa diterjemahkan ke dalam bahasa listrik yang nantinya menghasilkan suatu arus atau tegangan yang merupakan besaran listrik.
Hari Jum’at itu juga, saya menghubungi Bang Udin (Langganan servis AC dari dulu, mulai sejak masang pertama kali sampai sekarang dan juga orang yang sering membantu saya dalam hal-hal kelistrikan di kamar saya…rangkaian listrik yang ada di kamar saya adalah kreatifitas bang Udin). Saya meminta beliau datang ke kosan saya besok (sabtu, red) untuk melakukan servis AC.
Sabtunya bang Udin dan Pak Ismail (partner bang Udin) ke kosan dan dilanjutkan melakukan inspeksi AC dan ternyata simpulan Bang Udin dan saya sama bahwa yang rusak adalah sensornya. Setelah dilakukan perbaikan oleh Bang Udin and Partner maka status AC saya pun optimal kembali walaupun sekarang sudah tidak diperlukan remote lagi untuk menyalakannya karena langsung menghidupkan secara manual melalui tombol power yang sudah dibuat baru oleh Bang Udin.
** Bang Udin dan pak Ismail….terimakasih ya atas bantuan dan servisnya, semoga tidak bosan-bosan datang ke kosan untuk melakukan reservis (bang Udin top deh….jagonya listrik!!!,simple dalam menjelaskan dan sistematis dalam memberikan informasi, Bang Udin idolaku!!!…:D). 
3. Makan bakmi bangka
Setelah AC selesai diservis maka agenda selanjutnya adalah makan bareng teman-teman SK’03, apalagi jika bukan bakmi bangka yang berlokasi di sekitar gang H. Senen Kampus Sahdan Universitas Bina Nusantara. Bakmi ini adalah bakmi langganan kami sejak kuliah dulu, sehingga pemiliknya sudah maklum dengan kelakuan kami jika datang ke sana. Alhamdulillah yang datang adalah cewek-cewek semua sehingga aliran pembicaraannya lebih terjun bebas. Jadwal makan bakmi bangka ditunda dari rencana awal, yang tadinya jam 11 siang menjadi jam 1/2 siang dikarenkan si Arlinda berbenah kamar dan kami yang di kosan menanti hujan reda. Kami ketemuan langsung di sana dan seperti biasa Bapak pemilik bakmi bangka yang ramah tersebut menanyakan kabar kami dan menanyakan juga teman-teman yang lain mana. Setelah terkumpul semua orang-orangnya, kami mulai memesan makanan kami yang rata-rata memesan mi ayam+bakso. Sudah tradisi, sambil menunggu makanan datang biasanya kami ‘ngemil’ pangsit goreng yang bersembunyi dibalik toples yang besar. Kami memakannya dengan meraciknya melalui bumbu-bumbu yang ada di meja (mulai dari kecap, saos, acar cabe hijau…ajib ajib, sambel halus, kecap asin dll), racikan disesuaikan dengan selera.
Nah..sekarang topik bahasannya adalah tak jauh-jauh dari relationship, cerita skandal tidak penting yang selalu dibahas, kerjaan juga harapan masa depan (what’s a great topic). Ada satu hal yang menarik dari diskusi kali ini, yaitu ketika Yaya menyatakan kesiapannya untuk melangkah ke tahap keseriusan dalam hubungannya (baca : married). Ia mengatakan begini "kenapa gak siap, orang tujuan akhir dari hubungan ini adalah menuju ke sana". Wah..spontan kami yang di sana langsung terharu mendengar pernyataan Yaya yang seperti itu, walaupun usianya adalah yang paling muda diantara kami namun pernyataan logis yang saat itu dia ungkapkan mengungkapkan keseriusannya dan kedewasaannya (jarang2 saya nemuin dia bilang begitu…Maju terus ya pantang mundur). Beberapa minggu lagi, Yaya akan pergi ke Singapura untuk memulai perjuangan baru di sana dan juga untuk menemui kekasih hatinya yang sekarang bekerja di sana dan sambil menemani adiknya juga yang akan melanjutkan studi s1 nya di Singapura (Jia You….Ganbatte..Aja aja hwaiting).
Ada satu pembahasan lagi yang penting di sini, setelah menanyakan beberapa kabar teman yang lain ternyata ada cerita menarik yang perlu dijadikan pelajaran bagi kita semua yang ada di sana. Dalam hal ini temanya adalah perselingkuhan, kami sebagai teman yang sedang diceritakan oleh seorang teman sudah cukup tahu tentang profil orang ini ke lawan jenis. Ketika kuliah dulu, dia pernah berhubungan (baca: teman tapi mesra..) dengan beberapa teman satu jurusan kami padahal dia sudah punya pasangan. Sering kami mengingatkannya, baik secara halus maupun langsung, namun hasilnya nihil. Dari hal ini saya mengatakan "yang penting kita udah ngingetin, terserah dia deh mo ngapain, ntar juga tau sendiri rasanya digituin", kemudian Yaya berkata "klo dia gak mo digituin, dia jgn berbuat gitu dunk, klo dia gitu berarti dia emang mo digituin", Saya mengatakan lagi "susah klo udah penyakit, biar ntar sadar sendiri aja". Saya pun melanjutkan "Semoga kita bukan termasuk orang yang seperti itu dan mendapatkan orang pilihan yang terbaik", kami pun mengucapkan "amin", pembahasan ditutup dan beralih ke pembahasan yang lain.
Pembahasan yang lain tentunya tak jauh-jauh dari cerita lama masa-masa di SK dulu yang sampai sekarang masih ada kelanjutannya. 
4. Servis CPU dan Monitor
Sebelum ke bakmi bangka saya dengan ditemani Fika melakukan servis CPU si Ika yang sudah ngendon di kosan beberapa saat dan baru sempat hari itu saya cek kerusakannya. Mau dilakukan pengecekan di kosan, monitor saya juga lagi rusak maka jadilah barang elektronik itu diam seribu bahasa menanti tangan-tangan manusia memperbaikinya. Masalah sistem unit (nama keren CPU ala jurusan sistem komputer) si Ika adalah tidak mau menyala sehingga ketika diservis ke Qni com saya meminta dia untuk mengecek power supply dan motherboardnya. Alhasil, benar ternyata power supply-nya rusak dan kabel jack ke mikroprocessor terbakar sehingga kedua peripheral tersebut perlu diganti dengan yang baru agar komputer bisa normal kembali. Setalah hitung-hitungan, biaya servis sistem unit tersebut adalah sebagai berikut :
Power Supply = Rp. 125.000 (merk Simbadda)
Jack ke Mikrorocessor + dll = Rp. 75.000
Total Servis = Rp. 200.000,00.
Sekalian servis, maka saya pun menayakan tentang servis monitor dan mereka berkata bahwa di sana juga bisa servis monitor. Selesai makan bakmi Bangka saya pun mengambil monitor bersama asisten pribadi saya (Fika,red). Kerusakan monitor saya adalah adanya pin di kabel monitor yang patah sehingga tidak bisa mengirim data (sebelumnya Wahyu menyarankan untuk melihat no pin yang patah nomer berapa mana tahu tuh pin tidak berfungsi jadi monitor bisa tetap nyala walaupun gak ada pin itu..alhasil, setelah digoogling klo gak salah pin yang patah adalah nomer 9 dan tetep aja tuh monitor gak bisa nampilin apa2). 
5. Rekonfigurasi kabel LAN
Minggu pagi dengan ditemani Doraemon dan Sinchan di TV, saya melakukan rekonfigurasi kabel LAN di kamar saya yang RG-45 sudah cacat sehingga harus dikrimping ulang. Ada 2 percobaan yang saya lakukan karena RG-45 yang saya miliki hanya 2 :
– Percobaan satu gagal dengan tampilnya pesan sebagai berikut : "Destinantion unreachable" dari command ping untuk host saya. Perintah ping ini digunakan untuk mengetahui status konektivitas dari network kita. Setelah saya perhatikan pada kabel tersebut, secara fisik memang sudah sempurna karena 8 pin sudah terlihat melekat di timah-timah RG-45, namun secara konfigurasi kabel ternyata saya salah karena ujung kabel yang saya konfigurasi adalah cross over (ujung ke ujungnya gak sama, padahal seharusnya yang saya buat adalah straight karena komputer ke switch…sebenarnya sudah saya niatkan membuat kabel straight dengan melihat ujung RG-45 yang saya potong tadi tapi ternyata pandangan saya kurang teliti dan cermat sehingga berakibat fata pada koneksi netwok saya).
– Percobaan kedua, tinggal satu-satunya RG-45 dan jika gagal maka acara searching dan surfing menjadi terhambat. Dengan teliti, hati-hati dan kesungguhan hati saya pun konfigurasi ulang kabel LAN saya, walaupun sinchan ngoceh gak jelas di TV saya tidak peduli dengan cukup mendengarkan saja sudah cukup dan Alhamdulillah setelah dilakukan tes konektivitas menghasilkan pesan "Reply from……".
6. Belanja ke pasar 
Pagi menjelang siang setelah mandi makan indomie+telor sekaligus ditaburi taro biar kriuk-kriuk sambil nonton tv yang membahas tentang Wanita (maklum nuansa-nuansa Kartini…heran juga…emang pahlawan emansipasi wanita itu Kartini aja..kan masih banyak yang lain..yang lebih religius dan lebih nasionalis).
Tidur siang kemudian bangun untuk sholat dan makan siang. Makan siang di warteg dago (mahal juga menu hari ini..Acar timun+Tuna+Nasi 1/2 =Rp. 7.000..padahal budgetnya cuman 5000an itu pun maksimal..gpp yang penting enjoy n kenyang). Sekalian keluar, entah kenapa jadi terinspirasi untuk ke pasar kaget yang berlokasi di belakang kosan saya, tujuan utama beli cabe untuk cadangan di kulkas jika sewaktu-waktu saya ingin makan mie atau bikin sambal, tapi ternyata saya belanja lauk dan sayur di situ yang harganya jauh lebih murah dari harga cabe (perlu dengerin RRI sering-sering). Berikut ini adalah hasil belanjaan hari ini :
Cabe rawit hanya beberapa biji  Rp. 2000
Cabe Merah Rp. 500 (dapat lumayan banyak)
Tomat Rp.1500 (2 biji gede2)
Bayam Rp.500
Ikan Rp.1500
Berhubung ada bayam, maka pasangan bumbunya adalah kunci maka saya pun membeli rempah-rempah yang all in one dengan harga Rp.500 (murah banget yak!!!…)
Sebenarnya searching ikan yang lain juga, tapi sudah habis ternyata (apalagi klo bukan cumi).
Mo masak dulu…lapar!!!! 

April 14, 2008

Enjoy the weekend

Alhamdulillah……

Weekend (Sabtu dan Minggu) merupakan hari santai bagi sebagian besar pekerja di seluruh dunia. Karena hari itu mereka bebas dari segala kewajiban dan tanggung jawab. Apalagi saya, menikmati weekend ada beberapa macam agenda yang direalisasikan, baik itu planned agenda maupun unplanned agenda, tapi secara default saya memiliki agenda sendiri untuk weekend. Default nya itu adalah :

- Melakukan pekerjaan rumah (tepatnya…pekerjaan satu petak kamar kosan), mulai dari mencuci piring dan baju, mengepel, membersihkan kulkas, merapikan cucian, menyetrika dan sederet pekerjaan rumah yang lain yang bisa menghasilkan suasana kamar kosan yang kondusif dan mencerminkan kenyamanan pemiliknya….Kamarku adalah istanaku.
- Memberikan nutrisi tambahan bagi diri agar lebih kuat dan tenang.
- Olah raga (jika tidak terlalu banyak agenda hari itu), bisa dengan main bulu tangkis bersama hall yang berlokasi dekat kosan (bersama teman-teman kelas di JWC yang waktunya diatur ketika bertemu di kampus…biasanya sabtu pagi mau ke siang) atau lari pagi di senayan (dengan sendirian atau ngajakin temen yang suka olah raga,suasana yang paling nyaman berolahraga ke senayan menurut saya adalah di pagi hari atau sore hari dan hindari minggu pagi karena suasananya rame banget).
- Dan lain-lain. 

Weekend minggu ini  cukup seru karena beberapa planned agenda terealisasi dengan baik walaupun rute nya memakan hanya di kosan dan beberapa menit dari kosan namun hasil yang diperoleh sangat bermanfaat sekali. Aktivitas-aktivitas itu adalah :

1. Sabtu
** Sabtu pagi selepas sholat, melanjutkan aktivitas dengan mencuci baju kemudian dilanjutkan mandi+nyarap(nyari sarapan). Berhubung tidak terlalu lapar, maka sasaran sarapan pagi sekalian makan siang adalah BUBUR AYAM di depan musholla anggrek sekalian mempersiapkan buat makan siang sekalian nutrisi sore berupa batagor yang satu lokasi dengan penjual bubur. Sengaja bumbu batagor nya dipisah karena tidak langsung di makan.
** Setelah makan bubur, daripada bingung dengan apa yang dikerjakan, melihat setumpukan majallah dan koran serta buku yang biasa dibeli oleh abang saya jika mampir ke kosan (ada majallah hidayatullah, gatra, kadangkala tempo, kompas, indopos, buku inspiratif kick andy, dll) dan beberapa buku pribadi saya yang sedang ngantri untuk dibaca (ada laskar pelangi, Aisyah dan beberapa buku yang numpuk diatas meja komputer saya).
** Daripada nonton yang hanya fokus ke satu objek, lebih baik saya membaca buku sambil mendengarkan musik dan leyeh-leyeh di atas kasur. Diantara tumpukan-tumpukan kertas itu, saya baca beberapa dan selebihnya saya fokuskan diri ke buku Laskar pelangi yang masih belum tamat saya baca dan untuk mematangkan pemahaman akan makna isinya saya membaca ulang dari awal….dan oooopsss!!!setelah membaca ulang dari awal saya benar-benar jatuh cinta pada buku ini dan semakin penasaran dengan isinya (jadi males kluar kosan..walaupun ada temen melalui YM bilang "weekend baca buku..gak seru banget"…bodo amat, yang penting enjoy, daripada ngluyur gak jelas mending ngluyur ama buku).
** Setelah beberapa chapter membaca laskar pelangi karangan Andrea hirata, secara otomatis membandingkan dengan ayat-ayat cinta karangan Kang Abik. Terdapat kemiripan, namun dengan sudut pandang yang berbeda, jika diibaratkan dengan sebuah rute perjalanan kedua buku ini menuju tujuan yang sama namun dengan jalur dan teknik yang berbeda, jika ayat-ayat cinta banyak memaparkan syariah/tuntunan Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pengantar komunikasi yang tegas namun bisa diterima secara nalar dan perasaan, sedangkan Laskar pelangi lebih banyak mengintegrasikan nilai-nilai islam ke dalam nilai-nilai ilmiah dalam kehidupan sehari-hari dengan pengantar komunikasi yang sangat hetrogen  (2 hal ini lah yang membuat saya semakin larut dalam pesona sebuah buku).
** Eksplorasi akan essensi laskar pelangi ini saya lakukan dengan menggaris bawahi kalimat-kalimat dalam buku yang bersifat humanis dan bernilai moril serta ilmu tambahan yang belum pernah didengar sebelumnya (klo boleh saya nilai, pengarang buku ini adalah orang yang smart, humanis dan rendah hati).
** Karena ada teman yang berkunjung ke kosan di siang menjelang sore, maka status membaca chapter selanjutnya di pending a.k.a menunggu. Siang sampai dengan sore ada acara rutin.

** Selepas acara rutin, karena ada beberapa teman yang ke kosan maka sekalian mengajak mereka untuk bersilturrahim ke rumah teman yang beberapa minggu yang lalu telah melangsungkan pernikahan (Isnan dan Devi, red) dan beberapa dari kami belum berkunjung ke sana dan kesempatan ini pun kami jadikan sebagai ajang reunian. Rencananya, jum’at kemarin saya mau ke sana bersama dengan teman sekelas saya yang juga teman Isnan juga, namun dengan beberapa pertimbangan saya urungkan niat untuk ke sana (daripada saya harus menjawab beberapa pertanyaan yang jawabannya belum bisa saya rangkai dengan bahasa umum…lebih baik saya pergi ke sana dengan teman-teman yang tidak perlu bertanya banyak hal namun berdiskusi atas hal yang sudah dilakukan oleh kedua mempelai). Alhamdulillah malam minggu itu setelah saya hubungi rumah Devi, dia sedang di tempat dan saya mengatakan kepada dia jika kami akan ke sana setelah sholat maghrib. Kira-kira jam 7 malam, kami berlima pun ke sana dengan menaiki M11 kemudian turun di jalan tikus yang baru pertama kali saya lewati.

** Sampai di rumah Devi, bertemu dan besalaman dengan orang tuanya dan juga bertemu dengan suaminya yang sudah terlihat seperti Bapak-bapak (mau ktawa saya melihat Isnan..tapi untunglah saya bisa menahannya…hihihihihihihihi.."gak nyangka tuh orang udah nikah aja..padahal biasanya klo ktemu msh kyk anak-anak gitu"…). Walaupun sedikit jaim dan menjaga sopan santun ketika berkunjung ke rumah orang, namun naluri untuk ‘ngisengin’ si Isnan dengan kalimat-kalimat komedi pun muncul dan si Isnan hanya nyengir dan senyum  (:D & :) ) saja mendengar ledekan dari saya (peace ye nan…). Kami duduk di luar dengan menikmati beberapa makanan yang dihidangkan oleh si empunya rumah (cukup bervariasi apalagi ada kue pemberian ibu Isnan untuk Devi yang berisi coklat dan beroramakan ice cream yang katanya dibeliin dari dapur cokelat…,"Ajib banget dan mo mo lagi"). Di teras luar yang menyatu dengan kondisi jalanan kami pun nongkrong, bercerita, berdiskusi dan mengintrogasi seputar persiapan pernikahan, pernikahan dan pasca pesta pernikahan. Dan tak lupa nonton bareng adegan foto Isnan dan Devi. Isnan yang malu-malu untuk keluar, saya panggil terus agar membikinkan minuman untuk kami dan ikut nimbrung obrolan bersama kami juga walaupun singkat, padat, jelas dan agak bersifat lokal jurusan. Simpulan dari kunjungan ini adalah bahwa Nikah itu gampang-gampang susah, banyak gampangnya namun lebih banyak susahnya. Menurut devi dia harus mempersiapkan hanya satu bulan untuk merealisasikan pernikahan itu dan dengan biaya resepsi yang lumayan mahal tentunya. Suasana saat itu sangat mencair dan tidak terasa kehadiran kami di sana cukup lama juga, padahal rencananya hanya beberapa menit saja. Sampai-samapi adegan tertawa dalam durasi yang panjang pun sempat terjadi saat itu (serasa lepas kendali saja..=))).

** Sekitar jam 8an (karena Devi akan berkunjung ke rumah Isnan) kami pun pulang ke hunian masing-masing dan satu orang ikut saya lagi ke kosan karena menunggu jemputan orang tuanya (Alhamdulillah…..jadi ngurungin niat buat jalan bareng temen).
** Setelah teman saya dijemput, maka saya pun menghubungi teman saya untuk makan bareng dan ternyata dia sudah makan malam, walaupun demikian dia dengan rela hati mau menemani saya makan (yang ujung-ujungnya dia makan malam lagi untuk ronde yang kedua). Bukan makan apa yang ingin saya ceritakan, namun hal yang menyenangkan yang saya temui ketika saya akan menuju tempat makan.
** Sekitar jam 1/2 10 malam, kami menuju tempat makan dengan meggunakan sepeda motor dan dalam perjalanan saya bertemu dengan sekelas dan seangakatan saya ketika di SK dulu. Dia menyapa saya "Bu..mau kemana???" dan saya pun menghampirinya kemudian bercerita-cerita dengan beberapa alasan yang salah satunya adalah ingin mencairkan suasana antara orang yang saya bonceng dan orang yang baru saja menyapa saya, karena berdasarkan cerita yang saya dengar mereka sedang perang dingin dan berselisih seperti api dalam sekam. Beberapa minggu yang lalu, salah satu dari mereka curhat kepada saya tentang kedisharmonisan hubungan tersebut dan saya pun mengatakan kepadanya bahwa ada yang harus memulai komunikasi. Teman saya yang curhat ini pun mengatakan kepada saya bahwa dia sudah mencobanya tapi respon yang diterimanya selalu negatif dan dia merasa tidak dihormati. Saya katakan lagi kepada dia untuk terus mencoba siapa tahu moment ketika dia menyapa moodnya lagi tidak bagus. Teman saya masih dengan pendapatnya. Malam itu, saya sangat senang sekali ketika 2 manusia itu dipertemukan, kami pun berbicara panjang lebar dan berkomedia ria di gang H.Senen sampai-sampai mengganggu arus lintas di sepanjang jalan situ (dikit siy…soalnya bisa nepi ke deket didnding warung padang di jalan itu). Pembicaraan dan canda ria itu bersambut satu sama lain walaupun yang jadi korbannya adalah saya, tapi biarlah toh mereka bisa menyambung komunikasi kembali (senangnya bisa mencair kembali dan semoga bisa berlanjut). Saya pun menawarkan diri untuk singgah ke kosannya sebentar dengan harapan dapat menetralisirkan kembali komunikasi mereka dan saya esoknya saya mengajak mereka untuk jalan bareng ke blok M.

2. Minggu 

** Sekitar jam 9an, saya bersiap-siap untuk melakukan perawatan alias servis terhadap motor saya yang bawaannya kurang enak dan kadang suka mati sendiri jika gas yang ditancapkan kecepatannya kecil dan juga membetulkan posisi peripheral lain yang presisinya kurang (spionnya miring-miring, penjepit barang juga nancapnya kurang sempurna…gatel ngeliatnya!!!), saya siapkan dompet, minum, buku bacaan, ipod dan HP ke dalam tas saya karena lumayan lama juga servis motor dan alangkah lebih baiknya masa penantian diisi dengan hal-hal yang enjoy, fun, menarik dan berguna (yup..books and Ipod/Music are my entertain world in my spare times). Sengaja saya bawa minum, karena saya hobbi sekali minum air putih..walaupun tidak haus. Sebelum menuju lokasi servis yang jaraknya hanya beberapa langkah kaki dari kosan, saya mampir dulu ke OK bakery untuk mengganjal perut saya yang kadar asam lambungnya sudah meningkat dan harus dinetralisir dengan makanan agar proses mekanik dan kimiawi yang terjadi di dalamnya berjalan dengan baik. Ternyata, bengkel langganan saya tutup dan saya pun tancap gas ke lokasi yang lain yang alhamdulillah servis yang saya masuki tersebut adalah servis untuk produk Honda (padahal saya hanya feeling aja…gak peduli itu servis apaan..terimakasih yaa Allah Engkau telah tuntun jalanku..sampe motor pun Engkau beri petunjuk). Saya serahkan motor saya ke montirnya dan motor pun dalam status perbaikan dan perawatan. Saya duduk di ruang tunggu, menyapitkan ear phone dan kemudian menyalakan ipod sambil menikmati roti yang dibeli di OK tadi (isi kacang hijau), saya buka plastik dan saya pun memakannya. Setelah hampir 1/2 roti saya makan, saya merasa ada yang ganjil dalam rasa roti ini (kenyal-kenyal keras gimana gituuuuh) dan setelah saya selidiki ternyata saya telah memakan kertas roti bagian bawah yang biasanya dikelupas dulu sebelum makan. Seketika itu, saya langsung baca basmallah (’Bismillahi fii awalahu waa akhirohu’…intinya tuh saya tadi lupa baca basmalah dan baru inget pas saya lagi makan kertas roti itu jadilah saya inget bacaan ini, bacaan yang pernah diajarin ustadz saya di madrasah dulu). Ada beberapa peripheral yang perlu diganti, yaitu : kampas rem yang sudah robek, ring sebanyak beberapa biji (gak tau jumlahnya berapa..yang jelas iya aja deh…yg penting tuh motor operasinya normal kembali). Dan untuk oli masih belum perlu diganti karena sebelum dibawa ke tempat servis saya menghubungi abang ipar saya untuk mengkonfirmasi status oli dari motor ini yang ternyata masih baru diganti sehingga saya tidak perlu ganti oli lagi.
** Selesai servis motor, saya amati kondisi motor saya berdebu dan kotor maka saya pun mencucinya ke tempat cuci motor langganan yang berlokasi dekat kampus Sahdan yang menurut penuturan teman yang rajin menemani saya untuk mencuci motor "lebih lama nyuci motor lo daripada creambath…"….yagh saya puas dengan tempat cuci motor ini karena nyucinya tidak asal main semprot tapi benar-benar dibersihin sampai ke dalam-dalam. Sambil menunggu motor dicuci, seperti biasa saya dengan dunia saya (Ipod and books), membaca dan mendengarkan koleksi lagu pribadi yang tersimpan dalam device tersebut (enjoy banget…siang-siang sambil menikmati pemandangan alam di sekitarnya).
** Beberapa lembar buku telah dibaca dan tak terasa motor saya sudah menunggu di hadapan saya, saya membayar dan kemudian kembali ke kosan dan sekalian mencari makan siang. Saya putuskan untuk ke warteg dago yang berlokasi di depan pintu keluar  parkiran Kampus Sahdan, Universitas Bina Nusantara. Sudah cukup lama juga saya tidak makan di sini dan mas-mas nya pun bertanya tentang keberadaan saya selama ini dan saya hanya tersenyum dan menjawab yang seharusnya dijawab. Saatnya memilih menu, seperti biasa mas-mas nya hanya bisa tertawa dan tersenyum jika sudah sampai sesi ini karena saya pasti akan menanyakan "yang paling murah apaan???" dengan nada bercanda.
** Dengan hanya merogoh kocek sebesar 5000, makanan pun dibungkus dan dibawa pulang ke kosan dan dinikmati sendirian pula di kosan. Ada plastik hitam di kulkas yang berisi buah yang sayang untuk dibuang (menghormati dan menghargai makanan..agar kita lebih dihormati dan dihargai makanan) namun jika dimakan maka akan kurang essensinya karena sudah tidak segar lagi. Meneguhkan diri dan belajar dari pengalaman ketika melakukan baksos bersama teman-teman bahwa masih banyak saudara-saudara yang kekurangan makan, saya pun memakan buah-buahan itu dan alhamdulillah essesnsinya masih terasa buah melon, nanas dan untuk semangka sudah sangat layu dan asam maka saya pun cuman mengicip dikit dan kemudian membuangnya (jangan suka membuang makanan..dan klo pun makanan itu terpaksa harus dibuang maka berikan makanan itu untuk mahluk lain atau niatkan agar bisa dimakan oleh mahluk Allah yang lain..pesan moral ini saya dapatkan dari bapak saya ketika saya masih kecil dulu).
** Selesai makan siang, kemudian saya mencuci piring yang tumpukannya tidak terlalu banyak namun harus diselesaikan karena saya tidak betah melihat yang kotor-kotor dan berantakan. Kemudian dilanjutkan dengan menyetrika dan memasukkan cucian yang telah bertengger di luar ke dalam lemari.
** Selanjutnya adalah menyapu dan membersihkan kamar dan mandi.
** Sorenya, refreshing bersama teman ke blok M plaza sekalian mencari celana jeans dan kaos. Walaupun saya jeans lover tapi saya bukanlah jeans buyer, karena kebanyakan celana jeans saya pakai sampai dengan sekarang adalah warisan dari kakak-kakak saya. Hanya beberapa jeans yang saya beli dan pilih sendiri (hal ini terinspirasi karena beberapa jeans hibahan saya adalah korban cucian kolektif di kosan)
** Setelah dari blok M, kami menuju dapur cokelat yang ada di wilayah dekat-dekat Radio dalam dan setelah itu kembali ke hunian masing-masing.

//Fill your weekend with an enjoyable and valuable things// 

April 9, 2008

Maret 2008, bulan penuh tantangan

Filed under: My Voice, Aktivitas

Bismillahirrohmanirrohim,

Alhamdulillah waa syukurillah Allah senantiasa berikan rahmat dan petunjuknya dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Di tengah kesibukan dan permasalahan yang sedang dihadapi Allah tidak akan pernah lupa melimpahkan nikmat dan karunianya kepada hamba-hambanya. Bulan Maret yang telah berlalu memberikan banyak pelajaran dan hikmah yang tidak akan pernah terlupakan. Perjalanan yang telah saya lakukan di bulan Maret adalah sebagai berikut : 

1. Awal Maret (7,8 dan 9 Maret 2008) Menghadiri acara Latihan dasar dan kepemimpinan calon aktivis dan pengurus Himtek untuk binussian angkatan 2007 di gunung Bunder (saat itu adalah minggu final exam dan pengumpulan outline thesis, tapi demi masa depan Himtek harus disempatkan sekalian untuk meng-f5-kan pikiran biar segar kembali).

Reborn 2005 niy 

2. Pertengahan Maret (19-23 Maret 2008) Jalan-jalan ke JOGJA bersama dengan teman-teman FOSILMATA (Forum SIlaturrahim Alumni MT 2003), perjalanan ke JOGJA ini merupakan yang pertama kali. Hal lain yang lebih penting adalah bukan jalan-jalan ke objek wisatanya tapi nutrisi rohani yang didapatkan selama proses menuju objek-objek wisata tersebut (Astaghfirullah..Alhamdulillah..Subhanallah..Allahu Akbar). Dan yang tak kalah penting adalah saya jadi lebih dekat dengan Sri yang selama ini terlihat pendiam dan introvert (setelah beberapa hari dalam satu kamar dengannya saya jadi lebih tahu teman yang satu ini…terimakasih ya Sri untuk masukan dan ceritanya dan juga mau dengerin saya….Sory niy klo di kamar sering ngecengin,,,,,peace!!!)

RIHLAH-ALL-CREW 

Karena Sri juga saya jadi memantapkan diri untuk ikut ke JOGJA, karena saya yang menginformasikan ke dia tentang acara Rihlah ini dan setelah saya berbicara via YM dan telpon bersama dia, dia akan mengikuti acara rihlah ini dan akan merayu orang tuanya dulu. Setelah beberapa jam kemudian dia pun berhasil merayu orang tuanya dan dia mengatakan kepada saya kalau dia bisa ikut. Untuk itulah, walaupun saat itu kondisi kurang fit setelah gempuran beberapa kewajiban kuliah dan beberapa permasalahan lain yang datang saya pun melanjutkan langkah untuk ikut acara ini dan pembayarannya pun saya lunasi ketika hari pemberangkatan (padahal bendaharanya teman sekosan yang tiap hari ngingetin saya…tapi masih blm mantap..saya delay dulu sampai dengan ada kepastian dalam diri saya). 

ME&SRI 

3. Akhir Maret (29 maret 2008), saya diperintahkan oleh abang saya untuk berangkat ke Dumai,Riau untuk sebuah urusan keluarga (bukan untuk urusan kerjaan dan juga perjodohan seperti yang dipersepsikan oleh beberapa teman-teman), satu pernyataan untuk hal ini adalah "Jika bukan karena ibu saya, saya gak mau ke sana". Hari sabtu dan Minggu itu saya punya beberapa agenda dengan teman-teman Himtek dan Fosilmata, Sabtu sore ada acara makrab Himtek di kampus yang sudah saya rencanakan dengan anggota dewan penasihat/pembina yang lain untuk menyisipkan 2 agenda waca, yaitu : baksos dan forum alumni. Sedangkan hari minggunya ada acara silaturrahim ke rumah Isnan dan Devi untuk memberikan selamat atas pernikahan yang telah dilaksanakan seminggu yang lalu. Agak berat juga meninggalkan 2 tanggung jawab itu karena saya sudah berjanji untuk datang dan hadir, tapi apa daya???keluarga saya sedang memanggil dan saya harus mendengarkannya walaupun saya cukup kesal juga ketika abang saya meminta secara mendadak untuk ke sana, saya katakan kepada dia "kenapa gak kamu aja siy yang ke sana, aku tuh capek, ntar malem aja deh nelp lagi, aku lagi makan skrg", kemudian abang saya bilang "klo aku bisa dan gak berhalangan, ngapain aku tega nyuruh kamu, aku tau klo km capek" (dengan nada yg agak merendah suaranya, karena abang saya tahu gmn karakter saya). Sambil makan saya berpikir, terlalu banyak pengorbanan dan perjuangan yang telah diberikan oleh Ibu saya untuk saya mulai dari mengandung selama 9 Bulan, menyusui saya, membesarkan dan sampai saat saya segede ini ibu saya masih memperlakukan saya seperti anak kecil saja (udah gede niy…malu kan klo diliat ama shabrina & ponakan-ponakan yang laen). Membayangkan senyum, air mata dan suara ibu saya akhirnya saya memutuskan untuk pergi dan kebetulan juga minggu itu adalah minggu gajian dan kesempatan inilah adalah kesempatan untuk menyisihkan uang saya untuk keberangkatan saya ke sana demi ibu saya, karena saya tahu Ibu saya tidak akan meminta gaji saya (malah saya yang sering minta sama beliau), dengan cara ini Allah tunjukkan kepada saya bahwa banyak cara untuk memberikan apa yang sudah kita usahakan untuk orang yang paling kita cintai.Walaupun harga pesawat ke pekan baru terbilang fantastis untuk ukuran penerbangan domestik dan belum tentu juga saya dapat hari itu, dengan niat untuk lebih belajar berbakti kepada orang tua (khususnya Ibu0 alhamdulillah saya dapat tiket garuda Indonesia menuju pekan baru jam 15.15 Wib (saya bisa switch dari class youngky ke class m…jadi lebih murah harganya…emang rejeki gak kemana..klo kata bapak saya "rejeki udah ada yg ngatur..ada yg dapet secangkir ada yang dapet segelas..makanya jangan lupa ikhtiar dan do’a..sholat dhuha bisa mempermudah rejeki dan urusan orang"). Tiba di pekan baru sekitar jam 16.30 Wib dan untuk menuju ke Dumai masih menempuh perjalanan 5 jam lagi. Travel yang dipesan oleh abang saya jam 17.00 Wib ternyata sudah berangkat duluan sehingga saya harus naik shif selanjutnya, yaitu jam 20.00 wib (astaghfirullah..sendirian pula, gak kenal medan daerah sana dan naek travel pula…selamet gak ya kira2???). Seperti biasa, ibu menghubungi terus dari hp saya dan selalu bilang "masyaAllah..km sendirian dan malem lagi brangkatnya..km gak takut" terus saya bilang "ya udah gpp..do’ain aja biar selamet dalam perjalanan sampai tujuan". Berulang-ulang ibu menghubungi saya, terus saya bilang "Do’ain aja..insyaAllah selamet..lagian ini niatnya bukan buat ngapa2in". Terus ibu bilang "ya udah nak..ati2 di jalan dan selamat dlm perjalanan". mendengar ungkapan beliau yang seperti itu saya menjadi semakin tegar dan berani dalam mengarungi perjalanan ini (teringat cerita bapak saya tentang seorang dokter yang juga teman beliau di sekolah-dokter syafii namanya, sebelum berangkat ujian di dokter ini selalu meminta restu dan do’a ibu nya dan dalam keberangkatannya menuju ke sekolahnya ibu nya selalu bilang "kamu lulus nak" dan akhirnya kata bapak saya si dokter ini lulus dalam tiap ujian, Menurut bapak saya lagi "jadi orang tua itu jangan berkata berlebihan dan kasar karena do’a orang tua-khususnya ibu itu mengandung do’a, takutnya do’a yang jelek itu mengandung do’a yang dikabulkan", sekedar masukan dari saya ketika orang tua kita sudah emosi tingkat tinggi lebih baik kita diam dan dengarkan saja, tidak usah merespon dengan hal yang sama juga). Alhamdulillah saya sampai di Dumai dengan selamat dan tentunya dengan nutrisi rohani yang bertambah pula (lumayan untuk bekal saat ini dan masa yang akan datang..)

Birrul walidaini kunci keberhasilan manusia
Do’a ibu merestui 

March 25, 2008

Strategic Marketing is my choice

Filed under: My Voice, Aktivitas

Bismillahirrohmanirrohim,

Alhamdulillah, currently I enter the third semester of post graduate in Magister Management, Bina Nusantara University. Third semester is term for special  concentration based on his/her proclivity. There are 4 concentrations, they are :

1. Information System
2. General Management
3. Finance
4. Strategic Marketing 

After taking long and hard considerations finally I choose Strategic Marketing for concentration in current semester. The reasons why I choose it :

1. I want to be a generalist, not specialist.
2. Expand and Explore my knowledge in other fields, not only in computer field, coz in the next time I want to be an entrepreneur and release my own business with my own concept and interest and also combine and integrate all of my knowledge that I’ve gotten (insyaAllah..please give Your blessing Rabb for implementing these).
3. Improve my understanding about human behaviour.
4. Based on my understanding, Marketing’s knowledge  is like SILATURRAHIM knowledge in Islam. In marketting there are several rules, like : how to understanding people, how to keep peole in other in long term relationship, how to give the best to other people, etc.
5. Marketing can be seen from all of the aspect of life, from simple to complex.

I hope I can realize these…..Amin yaa Rabbal ‘alamin. 

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan